Penjelasan Hadits Bukhari No. 3550 tentang Nabi tidak mewarnai rambut karena hanya sedikit uban

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah mewarnai rambut beliau dengan inai (khidhab) atau bahan pewarna lainnya. Rambut putih yang ada di kepala beliau hanya beberapa helai saja, itupun berada di pelipis (shudghain) beliau. Ini menunjukkan kesederhanaan dan keaslian penampilan Nabi ﷺ, serta menjadi dalil bahwa memelihara rambut putih tanpa mewarnainya adalah hal yang dibolehkan, bahkan bisa menjadi sunnah jika diniatkan untuk mengikuti penampilan beliau.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Manaqib, Bab Sifat Nabi ﷺ, nomor 3550. Berikut teks haditsnya:

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ، حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، عَنْ قَتَادَةَ، قَالَ سَأَلْتُ أَنَسًا هَلْ خَضَبَ النَّبِيُّ ﷺ قَالَ لاَ، إِنَّمَا كَانَ شَىْءٌ فِي صُدْغَيْهِ

Artinya: "Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim, telah menceritakan kepada kami Hammam, dari Qatadah, dia berkata: 'Aku bertanya kepada Anas: Apakah Nabi ﷺ pernah mewarnai (rambutnya)?' Dia menjawab: 'Tidak, hanya saja ada beberapa helai (rambut putih) di kedua pelipisnya.'"

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dan Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya.

Kaitan dengan Ulama:

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa rambut putih Nabi ﷺ sangat sedikit, tidak sampai memenuhi kepala sehingga beliau tidak perlu mewarnainya. Adapun hadits-hadits lain yang menyebutkan Nabi ﷺ memerintahkan untuk mewarnai rambut putih, itu adalah perintah yang bersifat nadb (anjuran) bagi yang ingin, dan larangan menyerupai ahli kitab dalam hal membiarkan rambut putih secara total tanpa perawatan.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa poin penting dari hadits ini:

1. Penampilan Fisik Nabi ﷺ yang Sederhana

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa jawaban Anas bin Malik ini menunjukkan bahwa rambut putih Nabi ﷺ sangat sedikit. Beliau tidak sampai perlu mewarnai karena jumlahnya yang tidak signifikan. Ini adalah bagian dari mukjizat dan keistimewaan Nabi ﷺ, di mana Allah menjaga penampilan beliau tetap segar dan tidak menunjukkan tanda-tanda usia lanjut yang berlebihan.

2. Hukum Mewarnai Rambut

Para ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in berbeda pendapat tentang hukum mewarnai rambut putih:

  • Pendapat pertama: Mewarnai rambut putih hukumnya sunnah, berdasarkan hadits Abu Hurairah bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak mewarnai (rambut mereka), maka berbedalah kalian dari mereka." (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Ini adalah pendapat yang dikuatkan oleh Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad.
  • Pendapat kedua: Membiarkan rambut putih tanpa mewarnai lebih utama, berdasarkan hadits Anas di atas dan hadits lain yang menyebutkan bahwa Nabi ﷺ tidak mewarnai rambutnya. Sebagian ulama seperti Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa mewarnai adalah boleh, tidak sampai sunnah.

Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan bahwa perbedaan ini bisa dikompromikan: bagi yang rambut putihnya sedikit seperti Nabi ﷺ, tidak perlu mewarnai. Adapun bagi yang rambut putihnya banyak, maka dianjurkan mewarnai dengan selain warna hitam, untuk membedakan diri dari ahli kitab dan menjaga penampilan.

3. Larangan Mewarnai dengan Warna Hitam

Para ulama sepakat bahwa mewarnai rambut dengan warna hitam hukumnya terlarang bagi selain tujuan jihad, berdasarkan hadits Jabir bin Abdullah bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Ubahlah (rambut putih ini) dengan sesuatu, dan jauhilah warna hitam." (HR. Muslim). Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa larangan ini bersifat makruh tahrim (hampir haram) menurut mayoritas ulama, karena menyembunyikan usia dan bisa menipu dalam urusan pernikahan dan muamalah.

4. Hikmah di Balik Sedikitnya Rambut Putih Nabi ﷺ

Imam Al-Qurthubi (dalam tafsirnya yang sejalan dengan pemahaman ulama salaf) menyebutkan bahwa sedikitnya rambut putih Nabi ﷺ adalah bagian dari keistimewaan yang Allah berikan. Ini menunjukkan bahwa Allah menjaga penampilan Nabi-Nya agar tetap mulia dan berwibawa di mata kaumnya, sekaligus menjadi bukti kebenaran kenabiannya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika Anas bin Malik ditanya tentang rambut Nabi ﷺ, beliau sering menjawab dengan penuh kecintaan dan detail. Dalam riwayat lain yang shahih, Anas berkata: "Aku tidak pernah menyentuh sutra yang lebih lembut dari telapak tangan Rasulullah ﷺ, dan aku tidak pernah mencium wewangian yang lebih harum dari aroma tubuh Rasulullah ﷺ."

Ketika ditanya tentang rambut putih beliau, Anas menjawab dengan jujur bahwa hanya ada beberapa helai di pelipisnya. Ini menunjukkan kecintaan sahabat kepada Nabi ﷺ, di mana mereka memperhatikan detail sekecil apapun dari penampilan beliau. Mereka tidak hanya menghafal sabda-sabda beliau, tetapi juga meneladani cara beliau berpakaian, berjalan, duduk, bahkan helaian rambut putih di pelipisnya.

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa kecintaan kepada Nabi ﷺ seharusnya mendorong kita untuk mengenal beliau secara mendalam—baik dari sisi akhlak, ibadah, maupun penampilan—lalu berusaha meneladaninya sesuai kemampuan kita.

Kesimpulan Praktis

  1. Tidak wajib mewarnai rambut putih — hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ sendiri tidak melakukannya karena rambut putihnya hanya sedikit.
  2. Boleh mewarnai rambut putih dengan selain warna hitam, sebagaimana perintah Nabi ﷺ untuk berbeda dari ahli kitab.
  3. Hindari warna hitam untuk mewarnai rambut kecuali ada kebutuhan syar'i seperti untuk jihad.
  4. Jaga penampilan dengan wajar — Islam mengajarkan kebersihan dan kerapian tanpa berlebihan.
  5. Teladani kesederhanaan Nabi ﷺ — tidak perlu memaksakan diri untuk mengubah penampilan jika memang tidak diperlukan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?