Penjelasan Hadits Bukhari No. 3549 tentang Sifat fisik dan ketampanan Rasulullah ﷺ

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan sebagian dari keindahan fisik dan akhlak Nabi Muhammad ﷺ. Beliau adalah manusia yang paling tampan wajahnya dan paling baik akhlaknya, dengan postur tubuh yang ideal—tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek. Ini menunjukkan kesempurnaan penciptaan beliau sebagai utusan Allah, yang menjadi bukti kenabian dan keistimewaannya di sisi Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al-Manāqib (Keutamaan-keutamaan), Bab Shifatu an-Nabiyyi ﷺ (Sifat Nabi Muhammad ﷺ), no. 3549, dari sahabat Al-Barā' bin 'Āzib radhiyallahu 'anhu.

Teks Hadits (dengan harakat lengkap):

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ سَعِيدٍ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ يُوسُفَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، قَالَ سَمِعْتُ الْبَرَاءَ، يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَحْسَنَ النَّاسِ وَجْهًا وَأَحْسَنَهُ خَلْقًا، لَيْسَ بِالطَّوِيلِ الْبَائِنِ وَلاَ بِالْقَصِيرِ.

Makna Ringkas: Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling tampan wajahnya dan paling baik akhlaknya. Beliau tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek.

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam Ibnu Hajar al-'Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan salah satu mukjizat dan keistimewaan Nabi ﷺ, yaitu kesempurnaan bentuk fisiknya yang sesuai dengan sifat-sifat yang disebutkan dalam kitab-kitab sebelumnya (Taurat dan Injil).
  • Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (dalam riwayat lain yang semakna) menjelaskan bahwa "أَحْسَنَهُ خَلْقًا" bisa bermakna akhlak yang paling baik, atau bisa juga bermakna bentuk fisik yang paling baik. Kedua makna ini benar dan saling melengkapi.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung dua pujian besar bagi Nabi ﷺ:

  1. "أَحْسَنَ النَّاسِ وَجْهًا" (Manusia yang paling tampan wajahnya): Ini adalah pujian terhadap keindahan fisik beliau, khususnya wajah beliau. Wajah beliau adalah wajah yang paling sempurna dan paling indah di antara seluruh manusia. Ini bukanlah pujian yang berlebihan, melainkan kenyataan yang disaksikan oleh para sahabat. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya (no. 3550) dari sahabat Al-Barā' juga, bahwa beliau bersabda tentang Nabi ﷺ: "Sesungguhnya Allah tidak pernah mengutus seorang nabi pun melainkan dengan wajah yang tampan dan suara yang merdu." Ini menunjukkan bahwa keindahan fisik adalah salah satu ciri para nabi, dan Nabi kita ﷺ adalah yang paling sempurna di antara mereka.
  2. "وَأَحْسَنَهُ خَلْقًا" (Dan paling baik penciptaannya/akhlaknya): Kata "خَلْقًا" dalam bahasa Arab bisa berarti bentuk fisik (dengan harakat sukun pada huruf lam, yaitu khalq) atau akhlak (dengan harakat fathah pada huruf lam, yaitu khuluq). Imam Ibnu Hajar al-'Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa mayoritas ulama memaknainya dengan "akhlak", karena konteksnya adalah pujian yang bersifat menyeluruh. Namun, makna fisik juga tidak bisa dinafikan karena beliau adalah manusia yang paling sempurna bentuknya. Syeikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa kedua makna ini benar, dan keduanya menunjukkan kesempurnaan lahir dan batin Nabi ﷺ. Beliau adalah manusia yang paling indah secara fisik dan paling mulia secara akhlak.
  3. "لَيْسَ بِالطَّوِيلِ الْبَائِنِ وَلاَ بِالْقَصِيرِ" (Tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek): Ini adalah penjelasan tentang postur tubuh beliau yang ideal. Beliau tidak terlalu tinggi sehingga terlihat janggal, dan tidak terlalu pendek sehingga terlihat kurang. Imam Ibnu Katsir dalam As-Sirah An-Nabawiyyah menyebutkan bahwa ini adalah sifat yang paling sempurna, karena Allah memberikan kepada beliau bentuk tubuh yang proporsional dan seimbang. Ini juga menunjukkan bahwa keindahan Nabi ﷺ bukanlah keindahan yang berlebihan, melainkan keindahan yang alami dan menenangkan.

Kesimpulan dari para ulama: Hadits ini adalah salah satu dalil bahwa Nabi ﷺ memiliki kesempurnaan fisik dan akhlak. Ini bukan untuk dibanggakan secara berlebihan, tetapi untuk menumbuhkan kecintaan kita kepada beliau dan kerinduan untuk bertemu dengannya. Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif mengingatkan bahwa mencintai Nabi ﷺ adalah bagian dari iman, dan salah satu wujud cinta itu adalah dengan mengenal sifat-sifatnya yang mulia.

Story Telling

Diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Asy-Syama'il Al-Muhammadiyyah (no. 9) dari sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, beliau menggambarkan Nabi ﷺ: "Rasulullah ﷺ tidaklah terlalu tinggi dan tidak pula terlalu pendek. Beliau adalah orang yang paling tampan wajahnya. Rambutnya ikal (tidak lurus dan tidak terlalu keriting). Perutnya tidak buncit dan dadanya tidak terlalu bidang. Pundaknya lebar. Telapak tangan dan kakinya tebal. Apabila berjalan, beliau berjalan dengan cepat dan tegap seolah-olah turun dari tempat yang tinggi."

Hikmah dari kisah ini: Para sahabat sangat memperhatikan setiap detail tentang Nabi ﷺ karena kecintaan mereka yang mendalam. Mereka tidak hanya menghafal perkataan beliau, tetapi juga menggambarkan bentuk fisiknya dengan sangat detail. Ini menunjukkan bahwa mengenal sifat-sifat Nabi ﷺ adalah bagian dari kecintaan kepada beliau. Semakin kita mengenalnya, semakin cinta kita kepadanya, dan semakin cinta kita kepadanya, semakin semangat kita untuk mengikuti sunnahnya.

Kesimpulan Praktis

  1. Meyakini kesempurnaan Nabi ﷺ: Kita wajib meyakini bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah manusia yang paling sempurna, baik secara fisik maupun akhlak. Ini adalah bagian dari iman kepada beliau.
  2. Menumbuhkan kecintaan: Mengenal sifat-sifat beliau yang mulia ini hendaknya menumbuhkan rasa cinta dan rindu kepada beliau.
  3. Meneladani akhlak beliau: Karena beliau adalah manusia yang paling baik akhlaknya, maka kita harus berusaha meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Tidak berlebihan: Kita tidak boleh berlebihan dalam memuji beliau hingga menyerupai ibadah, karena beliau adalah hamba dan utusan Allah. Cukup kita bershalawat dan bersalam kepadanya sebagaimana yang diperintahkan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?