Penjelasan Hadits Bukhari No. 3545 tentang Rambut putih di dagu Nabi Muhammad ﷺ

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan sebagian dari sifat fisik Nabi Muhammad ﷺ yang mulia. Wahb bin Juhairah As-Suwa'i menceritakan bahwa beliau melihat rambut-rambut putih (uban) di bawah bibir bawah Nabi ﷺ, tepatnya di area yang disebut 'anfaqah (rambut tipis di antara bibir bawah dan dagu). Ini adalah salah satu bukti bahwa Nabi ﷺ adalah manusia biasa yang juga mengalami proses penuaan, namun tetap dalam keadaan yang paling sempurna dan mulia.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Manaqib, Bab Sifat Nabi ﷺ, no. 3545. Berikut teks haditsnya:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ رَجَاءٍ، حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ وَهْبٍ أَبِي جُحَيْفَةَ السُّوَائِيِّ، قَالَ رَأَيْتُ النَّبِيَّ ﷺ وَرَأَيْتُ بَيَاضًا مِنْ تَحْتِ شَفَتِهِ السُّفْلَى الْعَنْفَقَةَ

Artinya: "Dari Wahb Abu Juhaifah As-Suwa'i, ia berkata: 'Aku melihat Nabi ﷺ dan aku melihat rambut putih di bawah bibir bawahnya, yaitu 'anfaqah (rambut tipis di antara bibir bawah dan dagu).'"

Para ulama menjelaskan bahwa 'anfaqah adalah rambut tipis yang tumbuh di antara bibir bawah dan dagu. Ini adalah bagian dari sifat fisik Nabi ﷺ yang diriwayatkan secara shahih.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa hadits-hadits tentang sifat fisik Nabi ﷺ memiliki beberapa faedah penting:

  1. Menunjukkan kejujuran para sahabat dalam menyampaikan berita. Mereka tidak hanya menyampaikan hal-hal yang bersifat agung, tetapi juga hal-hal yang tampak kecil dan detail. Ini menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang yang amanah dalam meriwayatkan hadits.
  2. Menegaskan bahwa Nabi ﷺ adalah manusia biasa. Beliau makan, minum, tidur, dan juga mengalami proses penuaan seperti manusia lainnya. Allah ﷻ berfirman:

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ

Artinya: "Katakanlah (Muhammad), 'Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu kepadaku.'" (QS. Al-Kahfi [18]: 110)

Syeikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini menegaskan bahwa Nabi ﷺ adalah manusia biasa yang tidak memiliki sifat ketuhanan sedikit pun. Namun, keistimewaannya adalah beliau menerima wahyu dari Allah ﷻ.

  1. Menunjukkan bahwa uban adalah hal yang wajar dan tidak mengurangi kemuliaan seseorang. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa rambut putih (uban) pada Nabi ﷺ jumlahnya tidak banyak, hanya beberapa helai saja. Ini menunjukkan bahwa Allah ﷻ menjaga penampilan Nabi-Nya agar tetap tampak mulia dan berwibawa.
  2. Hadits ini juga menunjukkan perhatian para sahabat terhadap detail kehidupan Nabi ﷺ. Mereka memperhatikan hal-hal kecil sekalipun, karena kecintaan mereka kepada Rasulullah ﷺ. Ini menjadi pelajaran bagi kita untuk mencintai dan mengenal Nabi ﷺ melalui sifat-sifatnya yang mulia.

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa uban Nabi ﷺ mulai muncul, dan jumlahnya tidak banyak. Beliau juga menukil perkataan sebagian ulama bahwa uban yang paling pertama muncul pada diri Nabi ﷺ adalah di bagian 'anfaqah (antara bibir bawah dan dagu).

Story Telling

Diriwayatkan bahwa para sahabat sangat memperhatikan detail fisik Nabi ﷺ. Suatu ketika, sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu ditanya tentang sifat-sifat Nabi ﷺ. Beliau menjawab dengan panjang lebar, menggambarkan betapa indah dan sempurnanya penampilan Rasulullah ﷺ. Bahkan, para sahabat lain seperti Al-Bara' bin 'Azib dan Abu Juhaifah juga meriwayatkan sifat-sifat fisik beliau dengan sangat detail.

Ini menunjukkan betapa besar kecintaan para sahabat kepada Nabi ﷺ. Mereka tidak bosan memandang wajah beliau yang mulia, dan mereka ingin mengabadikan setiap detailnya untuk generasi setelah mereka. Sebagaimana kata penyair:

"Jika mereka (para sahabat) rindu kepada Nabi ﷺ, maka mereka menyebut sifat-sifatnya. Dan kami pun merindukannya, maka kami membaca dan mempelajari sifat-sifatnya."

Kesimpulan Praktis

  1. Mempelajari sifat-sifat Nabi ﷺ adalah bagian dari kecintaan kepada beliau. Semakin kita mengenal beliau, semakin bertambah cinta kita kepadanya.
  2. Uban adalah hal yang wajar dan tidak mengurangi kemuliaan seseorang. Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.
  3. Hadits ini mengajarkan kita untuk jujur dan detail dalam menyampaikan ilmu. Para sahabat menyampaikan apa yang mereka lihat dengan jujur tanpa ditambah atau dikurangi.
  4. Kita tidak boleh berlebihan (ghuluw) dalam memuji Nabi ﷺ. Beliau adalah manusia biasa yang mulia, bukan makhluk yang memiliki sifat ketuhanan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?