Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.
Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bagaimana Allah melindungi Nabi Muhammad ﷺ dari cercaan dan kutukan orang Quraisy. Mereka bermaksud mencela beliau dengan nama "Mudzammam" (yang tercela), namun Allah membelokkan celaan itu dari beliau karena nama beliau adalah Muhammad (yang terpuji). Ini menunjukkan pemeliharaan Allah terhadap Nabi-Nya dan keutamaan nama beliau.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Manaqib, Bab Apa yang Dikatakan tentang Nama Rasulullah ﷺ, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Teks hadits:
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ "أَلاَ تَعْجَبُونَ كَيْفَ يَصْرِفُ اللَّهُ عَنِّي شَتْمَ قُرَيْشٍ وَلَعْنَهُمْ يَشْتِمُونَ مُذَمَّمًا وَيَلْعَنُونَ مُذَمَّمًا وَأَنَا مُحَمَّدٌ"
Terjemahan: "Apakah kalian tidak heran bagaimana Allah melindungiku dari cercaan dan kutukan Quraish? Mereka mencela Mudzammam dan mengutuk Mudzammam, padahal aku adalah Muhammad."
Hadits ini juga memiliki makna yang sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur'an:
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ
QS. Asy-Syarh [94]: 4
"Dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu."
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan mukjizat Nabi ﷺ dan perlindungan Allah terhadap beliau. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (meskipun hadits ini dari Bukhari, beliau juga membahasnya) menyebutkan bahwa ini adalah bentuk pemeliharaan Allah terhadap kehormatan Nabi-Nya.
Penjelasan Rinci
Hadits ini menggambarkan situasi ketika orang-orang Quraisy mencela Nabi Muhammad ﷺ. Mereka tidak menyebut nama beliau secara langsung, melainkan menggunakan nama "Mudzammam" yang berarti "yang tercela". Mereka mengira dengan menyebut nama itu, celaan mereka akan mengenai Nabi ﷺ. Namun, Allah melindungi beliau sehingga celaan dan kutukan itu tidak mengenai diri beliau, karena nama beliau adalah Muhammad yang berarti "yang terpuji".
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa orang Quraisy sengaja menghindari menyebut nama "Muhammad" karena mereka tahu bahwa nama itu mengandung pujian. Mereka menggunakan nama "Mudzammam" untuk mencela, tetapi Allah membelokkan celaan itu kepada diri mereka sendiri atau tidak mengenai Nabi ﷺ. Ini adalah bentuk perlindungan Allah terhadap Nabi-Nya.
Imam An-Nawawi menambahkan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan nama Nabi ﷺ dan bagaimana Allah menjaga kehormatan beliau. Ini juga menjadi dalil bahwa nama beliau yang sebenarnya adalah Muhammad, bukan Mudzammam.
Imam Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menyebutkan bahwa ini adalah salah satu mukjizat Nabi ﷺ, di mana Allah selalu melindungi beliau dari segala bentuk penghinaan.
Story Telling
Dikisahkan bahwa suatu ketika, orang-orang Quraisy berkumpul dan mencela Nabi Muhammad ﷺ dengan menyebut "Mudzammam". Mereka melakukannya di depan umum, namun Nabi ﷺ tidak merasa terhina karena mereka tidak menyebut nama beliau yang sebenarnya. Beliau kemudian bersabda kepada para sahabatnya, "Apakah kalian tidak heran bagaimana Allah melindungiku dari cercaan dan kutukan Quraish? Mereka mencela Mudzammam dan mengutuk Mudzammam, padahal aku adalah Muhammad."
Para sahabat pun takjub akan perlindungan Allah terhadap Nabi-Nya. Kisah ini menunjukkan betapa Allah menjaga kehormatan Rasulullah ﷺ dari tipu daya musuh-musuhnya.
Kesimpulan Praktis
- Allah selalu melindungi hamba-Nya yang beriman dan berjuang di jalan-Nya.
- Nama Nabi Muhammad ﷺ memiliki keutamaan dan makna yang mulia.
- Celaan dan hinaan dari musuh-musuh Islam tidak akan pernah mengenai Nabi ﷺ dan agama ini.
- Kita harus meneladani akhlak Nabi ﷺ yang tidak membalas celaan dengan celaan.
- Hendaknya kita selalu menjaga lisan dari mencela orang lain, terutama para ulama dan pemimpin yang adil.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.