Penjelasan Hadits Bukhari No. 353 tentang Shalat dengan satu pakaian yang menutup aurat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa shalat dengan satu pakaian (satu lapis) yang menutup aurat adalah hal yang dibolehkan dan pernah dilakukan oleh Nabi ﷺ serta para sahabat. Hal ini menunjukkan kemudahan dalam syariat Islam, selama aurat tertutup dengan sempurna. Yang terpenting dalam shalat adalah menutup aurat, bukan banyaknya lapisan pakaian.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda cantumkan):

حَدَّثَنَا مُطَرِّفٌ أَبُو مُصْعَبٍ، قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي الْمَوَالِي، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ، قَالَ رَأَيْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يُصَلِّي فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ وَقَالَ رَأَيْتُ النَّبِيَّ ﷺ يُصَلِّي فِي ثَوْبٍ.

Makna Ringkas: Muhammad bin Al-Munkadir berkata, "Aku melihat Jabir bin Abdullah shalat dengan satu pakaian, dan ia (Jabir) berkata, 'Aku melihat Nabi ﷺ shalat dengan satu pakaian.'"

Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:

Allah ﷻ berfirman:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ

"Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid..." (QS. Al-A'raf [7]: 31)

Ayat ini menunjukkan perintah untuk berhias/berpakaian yang menutup aurat ketika hendak shalat, dan tidak mensyaratkan jumlah lapisan pakaian tertentu.

Kaitan dengan Ulama:

Para ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in memahami hadits ini sebagai dalil bolehnya shalat dengan satu pakaian. Imam Al-Bukhari sendiri meletakkan hadits ini dalam "Bab Mengikat Sarung di Belakang dalam Shalat", yang menunjukkan bahwa yang terpenting adalah menjaga aurat tetap tertutup, meskipun dengan satu kain.

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya. Perawi utamanya, Muhammad bin Al-Munkadir (seorang tabi'in terkemuka dan ahli ibadah), menyaksikan langsung Jabir bin Abdullah—sahabat Nabi yang mulia—shalat dengan satu pakaian. Jabir kemudian mengabarkan bahwa perbuatan itu beliau contoh langsung dari Nabi ﷺ.

Para ulama menjelaskan beberapa poin penting dari hadits ini:

  1. Bolehnya Shalat dengan Satu Pakaian: Ini adalah hukum asal. Selama aurat (bagi laki-laki: antara pusar dan lutut; bagi perempuan: seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan) tertutup, maka shalatnya sah meskipun hanya dengan satu kain. Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal dalam salah satu riwayatnya membolehkan hal ini berdasarkan hadits di atas dan hadits-hadits lain yang semakna.
  2. Yang Terpenting adalah Menutup Aurat: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam syarahnya menjelaskan bahwa tujuan utama pakaian dalam shalat adalah menutup aurat. Jika tujuan ini tercapai, maka tidak ada kewajiban untuk memakai pakaian dalam jumlah tertentu. Ini adalah bentuk kemudahan (rukhsah) dari Allah bagi hamba-Nya.
  3. Bukan Berarti Meninggalkan Pakaian Terbaik: Meskipun shalat dengan satu pakaian dibolehkan, namun Imam Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah dalam Zaad al-Ma'ad menjelaskan bahwa sunnah (kebiasaan) Nabi ﷺ adalah memakai pakaian terbaik dan paling bagus ketika shalat, terutama untuk shalat Jumat dan shalat berjamaah. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al-A'raf [7]: 31 tentang perintah berhias. Jadi, kebolehan ini adalah untuk kondisi darurat atau ketika tidak ada pakaian lain, bukan untuk meninggalkan keutamaan.
  4. Hikmah di Balik Perbuatan Jabir: Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fath al-Bari menyebutkan bahwa tindakan Jabir bin Abdullah ini kemungkinan untuk mengajarkan kepada orang-orang bahwa shalat dengan satu pakaian itu sah, agar mereka tidak mempersempit diri dalam beribadah. Ini adalah bentuk kepedulian seorang sahabat terhadap umat.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu ketika, Umar bin Khathab berkhutbah dan berkata, "Wahai manusia, sesungguhnya kalian telah mengetahui bahwa Rasulullah ﷺ melarang shalat dengan memakai satu pakaian yang tidak menutup kedua bahu (yaitu dengan cara menyilangkan kain di leher tanpa menutup bahu)." (HR. Al-Bukhari no. 359).

Kisah ini menunjukkan bahwa larangan Nabi ﷺ bukan pada jumlah pakaian, tetapi pada cara berpakaian yang tidak menutup aurat dengan sempurna. Para sahabat sangat perhatian dalam menjaga adab dan syarat sah shalat, namun mereka juga memahami bahwa syariat ini mudah dan tidak mempersulit.

Kesimpulan Praktis

  1. Sahnya shalat dengan satu pakaian selama aurat tertutup sempurna, berdasarkan hadits Jabir bin Abdullah ini.
  2. Hendaknya seorang muslim tetap berusaha memakai pakaian yang terbaik dan bersih ketika shalat, karena itu lebih utama dan lebih sesuai dengan perintah Allah dalam QS. Al-A'raf [7]: 31.
  3. Jangan mempersempit diri dalam beribadah. Jika dalam kondisi terpaksa (misalnya tidak ada pakaian lain), maka shalat dengan satu pakaian yang menutup aurat adalah sah.
  4. Jadikan hadits ini sebagai pelajaran bahwa Islam adalah agama yang mudah dan penuh kelapangan, selama seseorang menjaga syarat dan rukunnya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?