Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 3485 tentang Larangan sombong dengan pakaian yang diseret

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah peringatan keras dari Nabi ﷺ tentang bahaya kesombongan (kibr) dalam berpakaian. Seorang laki-laki yang berjalan dengan menyeret pakaiannya karena sombong ditelan oleh bumi, dan dia akan terus tenggelam (mengalami siksa) hingga hari kiamat. Ini menunjukkan bahwa kesombongan adalah dosa besar yang dapat mendatangkan azab Allah di dunia dan akhirat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Hadits Para Nabi, dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma. Berikut teks haditsnya:

حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ، أَخْبَرَنَا يُونُسُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، أَخْبَرَنِي سَالِمٌ، أَنَّ ابْنَ عُمَرَ، حَدَّثَهُ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ " بَيْنَمَا رَجُلٌ يَجُرُّ إِزَارَهُ مِنَ الْخُيَلاَءِ خُسِفَ بِهِ، فَهْوَ يَتَجَلْجَلُ فِي الأَرْضِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ "

"Ketika seorang laki-laki berjalan menyeret pakaiannya (sarungnya) karena sombong, maka dia ditelan oleh bumi, dan dia akan terus tenggelam di dalamnya hingga hari kiamat."

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

QS. Luqman [31]: 18

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

"Dan janganlah kamu memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri."

Penjelasan Ulama:

  • Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan larangan keras memanjangkan pakaian karena kesombongan. Beliau menukil perkataan para ulama bahwa orang yang disebut dalam hadits ini adalah orang yang berjalan dengan sombong dan angkuh, bukan sekadar memanjangkan pakaian tanpa maksud sombong.
  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa azab yang disebutkan dalam hadits ini adalah khusus bagi orang yang menyeret pakaiannya karena sombong, bukan bagi yang melakukannya tanpa kesombongan.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan beberapa poin penting dari hadits ini:

1. Makna "Al-Khuyala'" (الخيلاء)

Al-Khuyala' berarti kesombongan dan keangkuhan. Ini adalah sifat tercela yang sangat dibenci Allah. Imam Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin menjelaskan bahwa kesombongan adalah penyakit hati yang membuat seseorang merasa dirinya lebih besar dari orang lain, dan ini adalah sifat yang pertama kali melanggar perintah Allah ketika iblis enggan sujud kepada Adam karena sombong.

2. Hukum Menyeret Pakaian

Para ulama membedakan antara:

  • Menyeret pakaian karena sombong: Ini yang diancam dengan azab dalam hadits ini.
  • Menyeret pakaian tanpa kesombongan: Ini masih diperbolehkan, namun yang lebih utama adalah menjaga pakaian tidak melebihi mata kaki, sebagaimana hadits-hadits lain yang menjelaskan hal ini.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa ancaman dalam hadits ini adalah untuk orang yang menyeret pakaiannya dengan maksud sombong dan membanggakan diri. Adapun jika tidak ada kesombongan, maka tidak terkena ancaman ini, namun tetap dianjurkan untuk tidak melebihi mata kaki.

3. Hikmah Ditenggelamkan ke Bumi

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa azab ini adalah bentuk balasan yang setimpal (mukafa'ah). Orang yang sombong merasa dirinya tinggi dan besar, maka Allah merendahkannya dengan menenggelamkannya ke dalam bumi. Ini adalah keadilan Allah yang Maha Bijaksana.

4. Terus Tenggelam hingga Hari Kiamat

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di menjelaskan bahwa "terus tenggelam" di sini bermakna dia terus menerus mendapat siksa di dalam bumi hingga hari kiamat. Ini menunjukkan bahwa azab kubur itu nyata dan akan dialami oleh orang-orang yang berhak mendapatkannya.

5. Pelajaran tentang Adab Berpakaian

Imam Al-Barbahari dalam Syarhus Sunnah menekankan bahwa seorang muslim harus menjaga adab dalam berpakaian, tidak berlebih-lebihan dan tidak sombong. Berpakaian sederhana dan tidak berlebihan adalah bagian dari kesederhanaan yang dicintai Allah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Sufyan ats-Tsauri — salah seorang ulama besar tabi'ut tabi'in — sangat memperhatikan masalah kesombongan ini. Beliau berkata: "Aku tidak pernah melihat sesuatu yang lebih berat bagi jiwa daripada kesombongan. Jika seseorang berjalan di pasar dan merasa dirinya lebih baik dari orang lain, maka itu sudah termasuk kesombongan."

Beliau juga sering mengingatkan murid-muridnya dengan hadits ini, bahwa kesombongan bisa menghancurkan amal seseorang meskipun dia rajin beribadah. Karena itu, para salaf sangat berhati-hati dalam setiap gerak-gerik mereka, termasuk cara berjalan dan berpakaian.

Kesimpulan Praktis

  1. Jauhi kesombongan dalam segala bentuknya, terutama dalam berpakaian dan berjalan.
  2. Jaga pakaian tidak melebihi mata kaki bagi laki-laki, karena ini adalah sunnah dan menghindarkan dari kesombongan.
  3. Periksa niat kita: Apakah kita berpakaian karena ingin dipuji, atau karena mengikuti sunnah dan menutup aurat?
  4. Rendah hatilah dalam berjalan dan bersikap, karena Allah membenci orang-orang yang sombong dan angkuh.
  5. Ingatlah bahwa azab Allah itu nyata, baik di dunia maupun di akhirat, bagi orang-orang yang sombong.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.