Penjelasan Hadits Bukhari No. 3471 tentang Mukjizat nabi berupa binatang berbicara dan keimanan Abu Bakar serta Umar

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengabarkan tentang dua mukjizat Nabi ﷺ: berbicaranya seekor sapi kepada penggembalanya dan berbicaranya seekor serigala kepada penggembala domba. Ini adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang nyata, dan Nabi ﷺ menegaskan bahwa beliau, Abu Bakar, dan Umar mempercayainya meskipun tidak menyaksikan langsung. Hadits ini juga menunjukkan keutamaan Abu Bakar dan Umar serta dorongan untuk membenarkan berita-berita gaib yang disampaikan oleh Rasulullah ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Hadits Para Nabi, Bab "Qauluhu Ta'ala: Wa Kaffala-ha Allah" (atau bab tentang tanda-tanda kenabian), no. 3471, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Tidak ada ayat Al-Qur'an yang secara khusus membahas peristiwa ini, tetapi ada ayat yang menguatkan bahwa hewan dapat berbicara dengan izin Allah, seperti kisah semut yang berbicara kepada Nabi Sulaiman:

QS. An-Naml [27]: 18

حَتّٰىٓ اِذَآ اَتَوْا عَلٰى وَادِ النَّمْلِۙ قَالَتْ نَمْلَةٌ يّٰٓاَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوْا مَسٰكِنَكُمْۙ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمٰنُ وَجُنُوْدُهٗۙ وَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ

"Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, 'Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.'"

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah mampu membuat hewan berbicara sebagai mukjizat bagi para nabi-Nya.

Penjelasan ulama tentang hadits ini:

  • Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini termasuk tanda-tanda kenabian yang nyata, dan beliau menukil perkataan para ulama bahwa pembicaraan sapi dan serigala ini adalah kejadian nyata, bukan sekadar perumpamaan.
  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menegaskan bahwa hadits ini adalah mukjizat nyata dan wajib diimani tanpa menakwilkannya secara berlebihan.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Abu Bakar dan Umar, karena Nabi ﷺ menyebut mereka berdua sebagai orang yang membenarkan berita ini, padahal mereka tidak hadir.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Mukjizat Kenabian yang Nyata

Para ulama Ahlus Sunnah sepakat bahwa Allah mampu melakukan apa saja, termasuk membuat hewan berbicara. Ini bukan hal yang mustahil bagi Allah. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (6/563) menjelaskan bahwa peristiwa ini adalah mukjizat yang Allah perlihatkan untuk menguatkan kebenaran Nabi Muhammad ﷺ. Sapi yang berbicara dan serigala yang berbicara adalah bukti kekuasaan Allah yang tidak bisa ditolak oleh akal sehat.

2. Keutamaan Abu Bakar dan Umar

Nabi ﷺ bersabda, "Aku percaya ini, dan Abu Bakar serta Umar juga mempercayainya, meskipun mereka tidak hadir di sana." Ini menunjukkan bahwa Abu Bakar dan Umar memiliki keimanan yang kuat terhadap berita-berita gaib yang disampaikan Nabi ﷺ. Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits ini dalam bab keutamaan para sahabat, dan para ulama menjadikannya sebagai dalil keutamaan Abu Bakar dan Umar di atas sahabat lainnya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Minhajus Sunnah menyebutkan bahwa hadits ini termasuk dalil bahwa Abu Bakar dan Umar adalah manusia terbaik setelah para nabi, karena Nabi ﷺ secara khusus menyebut mereka berdua dalam konteks pembenaran terhadap mukjizat ini.

3. Hikmah dari Perkataan Sapi dan Serigala

  • Sapi berkata: "Kami tidak diciptakan untuk ini, tetapi kami diciptakan untuk bertani." Ini menunjukkan bahwa Allah menciptakan setiap makhluk dengan tujuan tertentu. Sapi diciptakan untuk membantu manusia dalam bercocok tanam, bukan untuk ditunggangi atau disiksa. Ini juga mengandung pelajaran adab terhadap hewan: kita tidak boleh membebani hewan di luar kemampuannya atau menggunakannya bukan pada fungsinya.
  • Serigala berkata: "Siapa yang akan menjaga domba itu pada hari binatang buas, ketika tidak ada gembala yang menjaganya selain aku?" Ini adalah isyarat tentang hari kiamat, ketika manusia akan ditinggalkan oleh para penolongnya, dan hanya Allah yang bisa menjaga. Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami'ul Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa perkataan serigala ini mengandung peringatan tentang hari ketika manusia tidak memiliki pelindung selain Allah.

4. Sikap Orang-Orang yang Mendengar

Orang-orang yang hadir berkata dengan takjub, "Subhanallah! Seekor sapi berbicara!" Mereka heran karena ini di luar kebiasaan. Namun Nabi ﷺ menegaskan bahwa beliau dan dua sahabat terbaiknya mempercayainya. Ini mengajarkan kita bahwa iman kepada berita-berita gaib yang disampaikan Nabi ﷺ adalah bagian dari keimanan, meskipun akal kita tidak mampu menjangkaunya.

Story Telling

Ada kisah yang diriwayatkan dari Imam Ahmad bin Hanbal tentang seorang laki-laki yang bertanya kepada beliau tentang hadits-hadits mukjizat seperti ini. Imam Ahmad menjawab dengan tenang, "Kami mengimani dan membenarkannya, tanpa menanyakan bagaimana caranya. Karena Allah jika berkehendak menjadikan sesuatu, maka jadilah ia."

Kisah ini menunjukkan sikap para ulama salaf dalam menghadapi hadits-hadits tentang hal-hal gaib: mereka menerima dengan penuh keimanan, tanpa mempertanyakan bagaimana caranya, karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Kesimpulan Praktis

  1. Wajib mengimani mukjizat para nabi, termasuk berbicaranya hewan dengan izin Allah, karena ini adalah bagian dari keimanan kepada hal-hal gaib.
  2. Hadits ini menunjukkan keutamaan Abu Bakar dan Umar, karena Nabi ﷺ menyebut mereka berdua sebagai orang yang membenarkan berita ini meskipun tidak hadir.
  3. Kita harus menjaga adab terhadap hewan, tidak membebaninya di luar kemampuannya, karena Allah menciptakan setiap makhluk dengan tujuan dan fungsinya masing-masing.
  4. Jangan tergesa-gesa mengingkari berita-berita gaib yang disampaikan oleh Nabi ﷺ, meskipun akal kita tidak mampu menjangkaunya. Iman kepada yang gaib adalah ciri orang bertakwa.
  5. Teladani sikap Nabi ﷺ yang tenang dan tegas dalam membenarkan berita-berita mukjizat, tanpa ragu dan tanpa takut terhadap celaan orang-orang yang heran.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?