Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 3467 tentang Kisah pelacur diampuni karena memberi minum anjing

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa amal kebaikan sekecil apapun, termasuk memberi minum kepada hewan yang kehausan, bisa menjadi sebab diampuninya dosa-dosa besar. Ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah dan betapa besarnya pahala berbuat baik kepada makhluk ciptaan-Nya, meskipun pelakunya adalah orang yang penuh dosa.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang terkait:

QS. Az-Zumar [39]: 53

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

"Katakanlah: 'Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'"

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Hadis-Hadis Para Nabi, Bab tentang Kisah Bani Israil, no. 3467. Juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab As-Salam, Bab Keutamaan Memberi Minum Hewan, no. 2245.

Kaitan dengan ulama:

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari (6/520) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan memberi minum kepada makhluk yang kehausan, dan bahwa amal kebaikan dapat menghapus dosa-dosa besar dengan kehendak Allah. Beliau juga menukil perkataan Imam Al-Bukhari bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa seorang muslim tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dari daftar rujukan:

1. Tentang Pelaku (Pelacur Bani Israil)

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (14/241) menjelaskan bahwa kata "bāghiy" (بَغِيّ) berarti wanita pezina. Ini menunjukkan bahwa dosa zina termasuk dosa besar, namun Allah tetap mengampuninya karena satu amal kebaikan yang ikhlas. Ini bukan berarti meremehkan dosa zina, tetapi menunjukkan betapa besar rahmat Allah.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhus Shalihin (1/234) menegaskan bahwa ampunan ini adalah keistimewaan dari Allah, bukan berarti amalnya sebanding dengan dosanya. Ini adalah karunia Allah semata.

2. Tentang Anjing dan Cara Memberi Minum

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (6/521) menjelaskan bahwa kata "yuthīfu" (يُطِيفُ) berarti berkeliling dengan gelisah karena kehausan. Wanita itu melepas "mūqahā" (مُوقَهَا) yaitu sepatu atau khuf (alas kaki) untuk mengambil air dari sumur. Ini menunjukkan kesungguhan dan pengorbanan dalam berbuat baik.

3. Tentang Sebab Ampunan

Imam Al-Qurthubi (meski tidak dalam daftar, namun pendapatnya dikutip oleh ulama dalam daftar) melalui penjelasan Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami'ul 'Ulum wal Hikam (1/234) mengatakan bahwa ampunan ini karena:

  • Keikhlasan wanita tersebut dalam membantu makhluk yang lemah
  • Rasa kasih sayang yang tulus kepada hewan yang menderita
  • Tidak mengharap balasan dari makhluk, hanya mengharap ridha Allah

4. Pelajaran tentang Hewan

Imam Al-Bukhari sendiri dalam Shahih-nya (Kitab Al-Musaqah, Bab Fadhli Saqil Mai) menempatkan hadits ini sebagai dalil tentang keutamaan memberi minum kepada hewan. Ini menunjukkan bahwa hewan adalah makhluk yang harus diperlakukan dengan baik.

Story Telling

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (6/522) menceritakan sebuah kisah yang diriwayatkan dari jalur lain:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda:

"Seorang laki-laki sedang berjalan di padang pasir, lalu ia mendengar suara dari awan: 'Siramilah kebun si Fulan.' Maka awan itu pergi dan menumpahkan air di tanah berbatu. Sebuah saluran air menampung air itu seluruhnya. Laki-laki itu mengikuti air tersebut hingga sampai ke sebuah kebun. Di sana ia melihat pemilik kebun sedang berdiri dengan cangkulnya mengalirkan air. Laki-laki itu bertanya, 'Wahai hamba Allah, siapa namamu?' Ia menjawab, 'Fulan' (sesuai dengan nama yang didengar dari awan). Pemilik kebun bertanya, 'Mengapa engkau bertanya tentang namaku?' Laki-laki itu menjawab, 'Aku mendengar suara dari awan yang mengatakan, "Siramilah kebun si Fulan," maka aku ingin tahu apa yang engkau lakukan dengan air ini?' Pemilik kebun menjawab, 'Sekarang karena engkau bertanya, aku akan memberitahumu. Aku melihat hasil panen kebunku, lalu aku bersedekah sepertiganya, aku makan bersama keluargaku sepertiganya, dan aku kembalikan sepertiganya untuk kebun ini.'" (HR. Muslim no. 2984)

Kisah ini menunjukkan bahwa amal kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas, meskipun sederhana, bisa menjadi sebab turunnya rahmat Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apapun – Memberi minum hewan yang kehausan bisa menjadi sebab ampunan dosa besar.
  2. Jangan berputus asa dari rahmat Allah – Meskipun seseorang bergelimang dosa, pintu taubat dan ampunan selalu terbuka selama ia masih hidup.
  3. Berbuat baiklah kepada semua makhluk – Kebaikan kepada hewan, tumbuhan, dan manusia adalah amal yang dicintai Allah.
  4. Ikhlas dalam beramal – Lakukan kebaikan tanpa mengharap pujian atau balasan dari manusia.
  5. Jadikan setiap kesempatan sebagai ladang amal – Air, makanan, atau bantuan sekecil apapun bisa menjadi kebaikan yang besar di sisi Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.