Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini memberitakan tentang turunnya Nabi Isa 'alaihis salam di akhir zaman sebagai tanda besar hari kiamat. Beliau akan turun di tengah-tengah umat Islam yang saat itu dipimpin oleh seorang imam dari kalangan mereka sendiri, yaitu Al-Mahdi. Turunnya Nabi Isa membawa misi menegakkan keadilan, menghancurkan salib, membunuh Dajjal, dan beliau akan berhukum dengan syariat Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang terkait:
Allah Ta'ala berfirman:
وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا
"Dan tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan pada hari Kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi terhadap mereka." (QS. An-Nisa' [4]: 159)
Hadits terkait:
Hadits riwayat Shahih Al-Bukhari nomor 3449 dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Bagaimana keadaan kalian ketika putra Maryam (yaitu Isa) turun di antara kalian dan imam kalian adalah di antara kalian."
Kaitan dengan ulama:
- Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits ini dalam kitabnya yang paling shahih, menunjukkan keyakinan beliau akan kebenaran turunnya Nabi Isa di akhir zaman.
- Al-Imam Al-Auza'i (salah satu ulama tabi'ut tabi'in dalam daftar) disebut dalam sanad sebagai salah satu perawi yang menguatkan (mutaba'ah) hadits ini.
- Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa turunnya Nabi Isa adalah salah satu tanda besar kiamat yang wajib diimani.
- Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan imam yang memimpin umat saat itu, dan bahwa Nabi Isa akan shalat di belakang imam tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada syariat Nabi Muhammad ﷺ.
Penjelasan Rinci
Hadits ini merupakan salah satu berita ghaib yang disampaikan oleh Nabi Muhammad ﷺ tentang peristiwa di akhir zaman. Beberapa poin penting dari penjelasan para ulama:
1. Makna "Bagaimana keadaan kalian"
Para ulama seperti Ibnu Hajar al-Asqalani (yang merujuk pada penjelasan ulama sebelumnya) mengatakan bahwa pertanyaan ini mengandung makna keheranan dan kegembiraan. Ini adalah kabar gembira bahwa umat Islam akan mengalami masa yang penuh keberkahan ketika Nabi Isa turun.
2. Makna "Putra Maryam turun di antara kalian"
Imam an-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa turunnya Nabi Isa dari langit adalah secara fisik dan nyata, bukan sekadar metafora. Beliau akan turun di menara putih di Damaskus, dengan kedua tangannya memegang sayap dua malaikat.
3. Makna "Imam kalian dari kalian"
Para ulama seperti Ibnu Katsir dan Syaikh al-Utsaimin menjelaskan bahwa ini menunjukkan bahwa imam yang memimpin umat saat itu (yaitu Al-Mahdi) adalah dari kalangan umat Islam sendiri. Ketika Nabi Isa turun, beliau akan shalat di belakang imam tersebut sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan bahwa syariat Nabi Muhammad ﷺ tetap berlaku.
4. Hikmah di balik peristiwa ini
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah menjelaskan bahwa turunnya Nabi Isa memiliki beberapa hikmah:
- Menegakkan keadilan dan memberantas kezaliman
- Membunuh Dajjal yang merupakan fitnah terbesar di akhir zaman
- Menghancurkan salib dan membatalkan ajaran Nasrani yang menyimpang
- Menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang benar dan final
5. Perbedaan pendapat tentang siapa imam tersebut
Mayoritas ulama seperti Ibnu Katsir dan Imam al-Qurthubi berpendapat bahwa imam tersebut adalah Al-Mahdi yang akan muncul sebelum turunnya Nabi Isa. Namun ada juga yang berpendapat bahwa imam tersebut adalah Nabi Isa sendiri. Pendapat yang lebih kuat adalah bahwa imam tersebut adalah Al-Mahdi, berdasarkan hadits-hadits lain yang shahih.
Story Telling
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, suatu hari Rasulullah ﷺ bersabda kepada para sahabat:
"Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh putra Maryam akan segera turun di antara kalian sebagai hakim yang adil. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, dan menghapus jizyah. Harta akan melimpah ruah sehingga tidak ada seorang pun yang mau menerima sedekah. Satu sujud lebih baik dari dunia dan seisinya."
Kemudian Abu Hurairah berkata: "Bacalah jika kalian mau: 'Dan tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya.'" (HR. Bukhari dan Muslim)
Hikmah dari kisah ini:
Kisah ini mengajarkan kita untuk selalu beriman kepada perkara ghaib yang telah diberitakan oleh Nabi ﷺ. Turunnya Nabi Isa adalah salah satu tanda kebesaran Allah yang pasti terjadi. Ini juga mengingatkan kita bahwa Islam adalah agama yang sempurna dan akan tetap menjadi pedoman hingga akhir zaman.
Kesimpulan Praktis
- Wajib beriman kepada turunnya Nabi Isa 'alaihis salam di akhir zaman sebagai salah satu tanda hari kiamat.
- Bersyukur karena kita termasuk umat yang akan menyaksikan peristiwa agung ini jika kita termasuk orang-orang beriman di akhir zaman.
- Mempersiapkan diri dengan memperkuat iman dan amal shalih, karena masa itu adalah masa penuh ujian dan fitnah.
- Menjaga akidah agar tidak terpengaruh oleh ajaran-ajaran yang menyimpang tentang Nabi Isa.
- Mencintai Nabi Isa sebagai nabi dan rasul yang mulia, bukan sebagai anak Tuhan sebagaimana keyakinan kaum Nasrani.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.