Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menceritakan bahwa Nabi ﷺ pernah diganggu oleh jin ifrit saat shalat, namun Allah memberi beliau kekuatan untuk mengalahkannya. Beliau sempat ingin mengikat jin itu di tiang masjid agar dilihat para sahabat, tetapi beliau mengurungkan niat itu karena mengingat doa Nabi Sulaiman عليه السلام yang meminta kerajaan istimewa. Hadits ini mengajarkan bahwa gangguan jin itu nyata, namun pertolongan Allah selalu lebih kuat bagi orang yang shalat dengan sungguh-sungguh.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Hadits-hadits Para Nabi, dari sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه.
Teks hadits (potongan utama):
إِنَّ عِفْرِيتًا مِنَ الْجِنِّ تَفَلَّتَ الْبَارِحَةَ لِيَقْطَعَ عَلَيَّ صَلَاتِي، فَأَمْكَنَنِي اللَّهُ مِنْهُ، فَأَخَذْتُهُ، فَأَرَدْتُ أَنْ أَرْبُطَهُ عَلَى سَارِيَةٍ مِنْ سَوَارِي الْمَسْجِدِ حَتَّى تَنْظُرُوا إِلَيْهِ كُلُّكُمْ، فَذَكَرْتُ دَعْوَةَ أَخِي سُلَيْمَانَ: رَبِّ هَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي، فَرَدَدْتُهُ خَاسِئًا
Terjemahan: "Sesungguhnya seorang ifrit dari kalangan jin tadi malam melompat untuk memutus shalatku, lalu Allah memberiku kemampuan mengatasinya, aku menangkapnya, dan aku ingin mengikatnya di salah satu tiang masjid agar kalian semua melihatnya. Tetapi aku teringat doa saudaraku Sulaiman: 'Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku kerajaan yang tidak layak bagi siapa pun setelahku,' maka aku melepaskannya dalam keadaan hina."
Ayat yang diisyaratkan dalam hadits ini:
رَبِّ هَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي
QS. Shad [38]: 35 — "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku kerajaan yang tidak layak bagi siapa pun setelahku."
Penjelasan Rinci
Makna umum hadits. Nabi ﷺ mengabarkan bahwa seorang jin yang sangat kuat dan licik (disebut ifrit) berusaha mengganggu shalat beliau. Namun Allah menolong beliau sehingga beliau mampu menangkapnya. Beliau sempat berniat mengikatnya di tiang masjid sebagai pelajaran bagi para sahabat, tetapi beliau mengurungkan niat itu karena mengingat doa Nabi Sulaiman عليه السلام yang memohon kerajaan yang tidak diberikan kepada siapa pun setelahnya. Karena itu, beliau melepaskan jin tersebut dalam keadaan hina dan terusir.
Bagaimana para ulama memahami hadits ini.
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa setan dan jin benar-benar nyata dan bisa mengganggu manusia, termasuk para nabi. Namun Allah menjaga para nabi dari gangguan yang bisa merusak risalah mereka. Beliau juga menjelaskan bahwa Nabi ﷺ diberi kemampuan luar biasa untuk mengalahkan jin tersebut, dan ini adalah salah satu bentuk mukjizat beliau.
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan beberapa poin penting:
- Hadits ini menunjukkan bahwa jin ifrit itu benar-benar ada dan berusaha mengganggu shalat Nabi ﷺ.
- Nabi ﷺ menangkapnya, dan ini menunjukkan kekuatan fisik serta pertolongan Allah kepada beliau.
- Niat beliau mengikat jin di tiang masjid adalah untuk menunjukkan kepada para sahabat tanda kekuasaan Allah dan kebenaran kenabian beliau.
- Beliau mengurungkan niat itu karena mengingat doa Nabi Sulaiman yang meminta kerajaan yang tidak layak bagi siapa pun setelahnya. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa Nabi ﷺ tidak ingin mengambil sesuatu yang menjadi keistimewaan Nabi Sulaiman, yaitu kemampuan menundukkan jin secara mutlak dan memperlihatkannya kepada manusia.
Ibnu Katsir dalam tafsirnya ketika menjelaskan QS. Shad [38]: 35 menyebutkan bahwa Nabi Sulaiman memohon kepada Allah kerajaan yang tidak diberikan kepada siapa pun setelahnya, termasuk kemampuan menundukkan jin, angin, dan berbagai makhluk lainnya. Doa ini dikabulkan Allah, dan Nabi ﷺ mengingat doa ini sehingga beliau tidak jadi mengikat jin tersebut.
Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa gangguan jin terhadap orang yang shalat itu nyata, dan seorang muslim hendaknya berlindung kepada Allah dari gangguan tersebut. Beliau juga menjelaskan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan kepada umatnya untuk membaca ta'awudz dan menjaga shalat dengan khusyuk.
Perbedaan pendapat di antara ulama daftar. Sebagian ulama menjelaskan bahwa Nabi ﷺ melepaskan jin itu karena beliau tidak ingin memiliki keistimewaan yang menjadi milik Nabi Sulaiman. Sebagian lain menjelaskan bahwa beliau melepaskannya karena kasihan atau karena tidak ingin menyibukkan diri dengan hal itu. Namun pendapat yang paling kuat, sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar dan Ibnu Katsir, adalah bahwa beliau mengurungkan niat itu karena mengingat doa Nabi Sulaiman yang meminta kerajaan yang tidak layak bagi siapa pun setelahnya.
Pelajaran penting. Hadits ini mengajarkan bahwa:
- Jin dan setan benar-benar ada dan bisa mengganggu manusia, termasuk dalam shalat.
- Allah memberi pertolongan kepada hamba-Nya yang shalat dengan sungguh-sungguh.
- Nabi ﷺ memiliki akhlak yang sangat mulia, beliau tidak ingin mengambil hak atau keistimewaan yang menjadi milik nabi lain.
- Doa Nabi Sulaiman عليه السلام adalah doa yang dikabulkan Allah, dan itu menjadi tanda kenabian beliau.
Story Telling
Diceritakan bahwa suatu malam Nabi ﷺ sedang shalat, lalu datanglah seorang jin ifrit yang sangat kuat dan licik. Jin itu berusaha mengganggu shalat beliau, mungkin dengan cara melintas di depan beliau atau mengganggu kekhusyukan beliau. Namun Allah memberi kekuatan kepada Nabi ﷺ sehingga beliau mampu menangkap jin tersebut.
Bayangkan, seorang manusia menangkap jin yang tidak terlihat oleh mata biasa. Nabi ﷺ berniat mengikatnya di salah satu tiang masjid agar para sahabat bisa melihatnya dan mengambil pelajaran. Namun di tengah niat itu, beliau teringat doa Nabi Sulaiman عليه السلام, "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku kerajaan yang tidak layak bagi siapa pun setelahku." Nabi ﷺ sadar bahwa kemampuan menundukkan jin secara mutlak dan memperlihatkannya kepada manusia adalah keistimewaan yang Allah berikan kepada Nabi Sulaiman. Maka beliau pun melepaskan jin itu dalam keadaan hina dan terusir.
Para sahabat yang mendengar kisah ini tentu semakin yakin akan kebenaran kenabian beliau, dan semakin sadar bahwa gangguan jin itu nyata. Ibnu Hajar menyebutkan bahwa dalam riwayat lain, Nabi ﷺ bersabda bahwa Allah menolong beliau mengalahkan jin tersebut, dan beliau tidak jadi mengikatnya karena mengingat doa Nabi Sulaiman.
Kesimpulan Praktis
- Perbanyak ta'awudz dan doa perlindungan sebelum dan selama shalat, karena gangguan jin dan setan itu nyata.
- Jaga kekhusyukan shalat dengan menghadirkan hati dan memahami bacaan.
- Teladani akhlak Nabi ﷺ yang tidak ingin mengambil keistimewaan yang menjadi milik nabi lain.
- Yakinlah bahwa Allah menolong hamba-Nya yang shalat dengan sungguh-sungguh, sebagaimana Allah menolong Nabi ﷺ mengalahkan jin ifrit.
- Pelajari kisah para nabi untuk menambah keimanan dan mengambil pelajaran.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.