Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa kesempurnaan iman dan akhlak bisa dicapai oleh siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Namun, secara khusus Nabi ﷺ menyebutkan dua wanita yang mencapai puncak kesempurnaan, yaitu Asiyah istri Fir'aun dan Maryam binti Imran. Hadits ini juga menegaskan keutamaan Aisyah radhiyallahu 'anha yang sangat istimewa di antara para wanita, sebagaimana keistimewaan hidangan tsarid (roti dengan kuah daging) dibanding makanan lainnya.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang terkait:
Allah Ta'ala berfirman tentang Maryam:
وَإِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَىٰ نِسَاءِ الْعَالَمِينَ
"Dan (ingatlah) ketika para malaikat berkata: 'Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas segala wanita di dunia (pada masamu).'" (QS. Ali Imran [3]: 42)
Allah juga berfirman tentang Asiyah:
وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِّلَّذِينَ آمَنُوا امْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِندَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِن فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
"Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir'aun, ketika dia berkata: 'Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.'" (QS. At-Tahrim [66]: 11)
Hadits terkait:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Hadits Para Nabi, Bab Perkataan Allah Ta'ala: Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir'aun... (no. 3411). Juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 2431) dari jalur lain.
Penjelasan ulama:
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (15/196) menjelaskan bahwa makna "kamala" (sempurna) di sini adalah kesempurnaan dalam keimanan, ketaatan, akhlak, dan sifat-sifat terpuji. Beliau juga menegaskan bahwa keutamaan Aisyah radhiyallahu 'anha sangat besar, dan perumpamaan dengan tsarid menunjukkan keistimewaannya karena tsarid adalah makanan yang paling lezat dan utama di kalangan orang Arab.
Penjelasan Rinci
Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:
Pertama: Makna kesempurnaan dalam hadits
Imam Ibn Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari (6/478) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "kamala" (sempurna) di sini bukanlah kesempurnaan kenabian, karena tidak ada wanita yang menjadi nabi. Akan tetapi yang dimaksud adalah kesempurnaan dalam keimanan, ketakwaan, kesabaran, dan akhlak mulia.
Imam Ibn Rajab Al-Hanbali rahimahullah dalam Fathul Bari (3/312) menambahkan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa kesempurnaan yang bersifat mutlak dalam kemanusiaan hanya bisa dicapai oleh para nabi. Adapun selain mereka, kesempurnaannya bersifat nisbi sesuai dengan kadar keimanan dan ketakwaan mereka.
Kedua: Keistimewaan Asiyah dan Maryam
Asiyah binti Muzahim, istri Fir'aun, disebut sebagai wanita sempurna karena keimanannya yang kokoh di tengah lingkungan kekufuran dan kezaliman. Ia rela meninggalkan kemewahan istana dan menghadapi siksaan demi mempertahankan imannya kepada Allah.
Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah rahimahullah dalam Majmu' Al-Fatawa (4/312) menjelaskan bahwa Maryam binti Imran mencapai kesempurnaan karena kesuciannya, ketaatannya yang luar biasa, dan kesabarannya menghadapi ujian berat ketika mengandung dan melahirkan Nabi Isa 'alaihis salam tanpa suami.
Ketiga: Keutamaan Aisyah radhiyallahu 'anha
Imam Al-Qurthubi rahimahullah (w. 671 H) dalam Al-Mufhim (6/95) menjelaskan bahwa perumpamaan Aisyah dengan tsarid menunjukkan keutamaannya yang sangat besar. Tsarid adalah makanan favorit Nabi ﷺ dan merupakan hidangan yang paling lezat di kalangan Arab. Demikian pula Aisyah adalah wanita yang paling utama di antara umat ini dalam hal ilmu, pemahaman agama, dan kedudukannya di sisi Nabi ﷺ.
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (15/197) menegaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Aisyah atas seluruh wanita di dunia setelah Maryam dan Asiyah. Keutamaannya terletak pada ilmunya yang luas, periwayatan haditsnya yang banyak, dan kedudukannya sebagai istri Nabi ﷺ yang paling dicintai.
Keempat: Pelajaran tentang keadilan Islam
Hadits ini juga mengajarkan bahwa Islam memberikan penghargaan yang tinggi kepada wanita. Kesempurnaan iman tidak terbatas pada laki-laki saja, tetapi juga bisa dicapai oleh wanita. Ini membantah pandangan jahiliyah yang merendahkan wanita.
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
"Banyak di antara laki-laki yang mencapai kesempurnaan, tetapi tidak ada di antara perempuan yang mencapai tingkat ini kecuali Asiyah, istri Fir'aun, dan Maryam, putri 'Imran..."
Kisah Asiyah adalah pelajaran berharga tentang kekuatan iman. Ia hidup di bawah kekuasaan Fir'aun yang zalim dan mengaku sebagai tuhan. Setiap hari ia menyaksikan kekejaman suaminya terhadap Bani Israil. Namun, ketika ia melihat mukjizat Nabi Musa 'alaihis salam, hatinya terbuka untuk menerima kebenaran.
Fir'aun mengetahui keimanan istrinya dan menyiksanya dengan siksaan yang pedih. Ia diikat dan dijemur di bawah terik matahari, lalu ditindih dengan batu besar. Namun Asiyah tetap teguh, dan ia berdoa kepada Allah sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an: "Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga..."
Imam Ibn Katsir rahimahullah dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim (8/175) menceritakan bahwa ketika Asiyah disiksa, ia melihat rumahnya di surga, lalu ia tersenyum. Malaikat Jibril 'alaihis salam datang dan menyampaikan kabar gembira bahwa Allah telah menyediakan baginya rumah di surga. Maka ia pun meninggal dalam keadaan tenang dan bahagia.
Kesimpulan Praktis
- Kesempurnaan iman bisa dicapai oleh siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan, dengan syarat keimanan yang kokoh dan ketaatan kepada Allah.
- Teladanilah Asiyah dan Maryam dalam kesabaran, keteguhan iman, dan ketaatan kepada Allah meskipun menghadapi ujian berat.
- Hormati dan cintai Aisyah radhiyallahu 'anha sebagai Ummul Mu'minin yang memiliki keutamaan besar dan ilmu yang bermanfaat bagi umat.
- Jangan meremehkan kaum wanita, karena Islam memuliakan mereka dan memberikan kesempatan yang sama untuk mencapai derajat tinggi di sisi Allah.
- Jadikanlah keimanan sebagai prioritas utama, karena itulah yang akan menyelamatkan kita di dunia dan akhirat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.