Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menceritakan bahwa Nabi ﷺ diperlihatkan umat-umat terdahulu, dan beliau melihat jumlah yang sangat banyak memenuhi ufuk, lalu diberitahu bahwa itu adalah Musa عليه السلام beserta kaumnya. Ini menunjukkan kemuliaan Nabi Musa dan besarnya jumlah pengikut beliau, sekaligus menjadi penghiburan bagi Nabi ﷺ bahwa umat para nabi terdahulu pun banyak, dan umat beliau akan menjadi umat yang paling banyak di antara umat-umat tersebut.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Hadits-hadits Para Nabi, Bab Wafatnya Musa dan Penyebutannya Setelahnya, dari sahabat Ibnu Abbas رضي الله عنهما.
Teks hadits:
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا حُصَيْنُ بْنُ نُمَيْرٍ، عَنْ حُصَيْنِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: خَرَجَ عَلَيْنَا النَّبِيُّ ﷺ يَوْمًا قَالَ: «عُرِضَتْ عَلَيَّ الْأُمَمُ، وَرَأَيْتُ سَوَادًا كَثِيرًا سَدَّ الْأُفُقَ، فَقِيلَ: هَذَا مُوسَى فِي قَوْمِهِ»
Terjemahan: Ibnu Abbas berkata: "Nabi ﷺ pernah keluar kepada kami dan berkata, 'Semua umat ditampilkan di hadapanku, dan aku melihat banyak sekali orang yang menutupi ufuk. Seseorang berkata, 'Ini adalah Musa dan kaumnya.'"
Ayat yang berkaitan dengan keutamaan umat Nabi Muhammad ﷺ dan umat-umat sebelumnya:
QS. Al-Baqarah [2]: 143
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَٰكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَيَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا
Terjemahan: "Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat pertengahan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu."
Penjelasan Rinci
Hadits ini menjelaskan salah satu mukjizat dan keistimewaan Nabi ﷺ, yaitu diperlihatkannya umat-umat terdahulu kepada beliau. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa "عُرِضَتْ عَلَيَّ الْأُمَمُ" (ditampilkan kepadaku umat-umat) bermakna Allah memperlihatkan kepada Nabi ﷺ umat-umat para nabi sebelumnya beserta jumlah mereka, sebagai bentuk penghiburan dan penguatan bagi beliau.
Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah dan tafsirnya menyebutkan bahwa Nabi Musa عليه السلام memiliki pengikut yang sangat banyak dari Bani Israil. Ketika Nabi ﷺ melihat "سَوَادًا كَثِيرًا" (massa yang banyak) yang menutupi ufuk, beliau diberitahu bahwa itu adalah Musa dan kaumnya. Ini menunjukkan kedudukan Musa عليه السلام yang agung, sebagaimana Allah memuliakan beliau dengan kalimullah (berbicara langsung dengan Allah).
Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (ketika membahas hadits serupa) menjelaskan bahwa hadits ini mengandung pelajaran tentang keutamaan para nabi dan umat mereka, serta menunjukkan bahwa umat Nabi Muhammad ﷺ juga akan menjadi umat yang banyak dan mulia. Dalam riwayat lain di Shahihain, disebutkan bahwa Nabi ﷺ diperlihatkan umat-umat, dan beliau melihat umat beliau menutupi ufuk, yang merupakan kabar gembira.
Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa penampilan umat-umat kepada Nabi ﷺ adalah bagian dari tanda kenabian, karena beliau dapat melihat perkara ghaib yang tidak dapat dilihat manusia biasa. Ini juga menjadi penghiburan bahwa meskipun umat beliau datang terakhir, namun mereka adalah umat terbaik (khaira ummah) sebagaimana firman Allah dalam QS. Ali Imran [3]: 110.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa keutamaan umat Nabi Muhammad ﷺ bukan hanya pada jumlah, tetapi pada kualitas iman dan amal. Meskipun Musa memiliki kaum yang banyak, umat Nabi Muhammad ﷺ memiliki keistimewaan sebagai umat yang diutus untuk seluruh manusia (rahmatan lil 'alamin).
Perlu dicatat bahwa dalam sebagian riwayat, setelah peristiwa ini Nabi ﷺ juga diperlihatkan umat beliau, dan beliau bersyukur kepada Allah. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam bab ini sebagai bagian dari kisah-kisah para nabi, yang menunjukkan bahwa peristiwa ini terjadi dalam konteks perjalanan Isra' Mi'raj atau peristiwa lainnya yang Allah kehendaki.
Story Telling
Diceritakan bahwa suatu hari Nabi ﷺ keluar menemui para sahabatnya dengan wajah yang berseri-seri. Beliau menyampaikan kabar tentang apa yang baru saja Allah perlihatkan kepada beliau: umat-umat terdahulu dari para nabi, dan betapa banyaknya pengikut Nabi Musa عليه السلام hingga menutupi ufuk. Para sahabat mendengarkan dengan penuh perhatian, dan hati mereka semakin yakin akan kebenaran kenabian Muhammad ﷺ, karena beliau mampu menceritakan perkara ghaib yang tidak mungkin diketahui kecuali melalui wahyu.
Ibnu Abbas رضي الله عنهما, yang meriwayatkan hadits ini, adalah seorang sahabat yang sangat muda namun memiliki ilmu yang luas. Beliau dikenal sebagai "Turjumanul Qur'an" (penerjemah Al-Qur'an) dan doa Nabi ﷺ untuk beliau agar Allah memberinya pemahaman dalam agama terkabul. Hadits ini beliau riwayatkan dengan penuh amanah, menjadi bagian dari khazanah ilmu yang bermanfaat bagi umat setelahnya.
Kesimpulan Praktis
- Meyakini kenabian Muhammad ﷺ sebagai nabi terakhir yang diberi mukjizat, termasuk diperlihatkannya umat-umat terdahulu.
- Menghormati para nabi dan umat mereka, khususnya Nabi Musa عليه السلام yang memiliki kedudukan agung.
- Bersyukur menjadi umat Nabi Muhammad ﷺ yang meskipun datang terakhir, namun memiliki keistimewaan sebagai umat terbaik dan pertengahan.
- Meneladani kesabaran para nabi dalam berdakwah, karena mereka pun menghadapi umat yang banyak dengan berbagai karakter.
- Memperbanyak amal saleh agar termasuk dalam umat yang banyak dan mulia di hadapan Allah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.