Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengabarkan tentang dua perkara gaib yang berkaitan dengan hikmah Allah dalam penciptaan. Pertama, tentang Bani Israel yang menyebabkan daging menjadi cepat busuk sebagai ujian dan pelajaran. Kedua, tentang Hawa yang menjadi asal mula tabiat sebagian wanita yang berkhianat kepada suaminya. Hadits ini bukanlah celaan terhadap seluruh wanita, melainkan kabar tentang asal mula tabiat buruk tersebut. Kita wajib mengimani kebenaran berita Nabi ﷺ tanpa mempertanyakannya, dan mengambil pelajaran darinya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Teks Arab hadits (sesuai yang Anda berikan):
حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْجُعْفِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ هَمَّامٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ ﷺ " لَوْلاَ بَنُو إِسْرَائِيلَ لَمْ يَخْنَزِ اللَّحْمُ، وَلَوْلاَ حَوَّاءُ لَمْ تَخُنْ أُنْثَى زَوْجَهَا الدَّهْرَ "
Terjemahan: Abu Hurairah (ra) berkata: Nabi ﷺ bersabda, "Seandainya bukan karena Bani Israel, daging tidak akan busuk; dan seandainya bukan karena Hawa, tidak ada wanita yang akan berkhianat kepada suaminya."
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
QS. Al-Baqarah [2]: 30 tentang penciptaan Adam dan Hawa:
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, 'Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi.'"
Kaitan dengan ulama:
Imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam kitab Fath al-Bari menjelaskan hadits ini secara panjang lebar, termasuk makna "Bani Israel" dan "Hawa" dalam konteks ini. Beliau menukil penjelasan para ulama terdahulu tentang sebab-sebab di balik sabda Nabi ﷺ ini.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan hadits ini dengan beberapa penafsiran:
1. Makna "Seandainya bukan karena Bani Israel, daging tidak akan busuk"
Imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menyebutkan beberapa pendapat tentang makna ini:
- Ada yang mengatakan bahwa Bani Israel pernah meminta kepada Allah agar daging tidak busuk ketika mereka menyimpan manna (makanan dari langit) untuk keesokan harinya, padahal Allah telah melarang mereka menimbun. Maka sebagai ujian dan pelajaran, Allah menjadikan daging tersebut busuk.
- Pendapat lain mengatakan bahwa ini adalah doa Nabi Musa 'alaihis salam terhadap Bani Israel ketika mereka membangkang, sehingga daging menjadi cepat busuk bagi mereka.
- Ada juga yang menafsirkan bahwa kata "Bani Israel" di sini bermakna khusus, yaitu orang-orang yang menyimpan daging qurban hingga menjadi busuk, lalu mereka menyangka bahwa hal itu adalah bagian dari ibadah.
Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini adalah kabar berita (ikhbar) tentang apa yang terjadi, bukan perintah atau larangan. Maknanya: karena perbuatan Bani Israel yang menimbun makanan, Allah menjadikan daging cepat busuk sebagai hukuman bagi mereka.
2. Makna "Seandainya bukan karena Hawa, tidak ada wanita yang akan berkhianat kepada suaminya"
Imam Ibn Hajar menjelaskan bahwa ini berkaitan dengan kisah Hawa yang menggoda Adam untuk memakan buah terlarang, dan ketika Allah bertanya kepada Adam, beliau berkata, "Ya Rabb, Hawa yang menggodaku." Maka Allah menjadikan tabiat sebagian wanita memiliki kecenderungan untuk berkhianat, sebagai akibat dari peristiwa tersebut.
Namun perlu ditegaskan: ini bukan berarti semua wanita berkhianat, dan bukan pula celaan terhadap seluruh wanita. Banyak wanita shalihah yang justru menjadi penjaga kehormatan suaminya. Yang dimaksud adalah asal mula tabiat buruk ini muncul dari peristiwa Hawa, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama.
3. Pelajaran dari hadits ini:
- Wajib mengimani semua berita Nabi ﷺ, baik kita memahami hikmahnya atau tidak.
- Hadits ini menunjukkan bahwa perbuatan dosa memiliki akibat yang meluas, bahkan bisa memengaruhi tabiat keturunan.
- Pentingnya menjaga lisan dan perbuatan, karena dampaknya bisa dirasakan oleh generasi berikutnya.
- Hadits ini juga mengajarkan kita untuk tidak meremehkan dosa kecil, karena bisa membawa akibat besar.
Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa berita-berita gaib dari Nabi ﷺ harus diterima dengan penuh keyakinan, karena beliau tidak berbicara dari hawa nafsunya.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa ketika Bani Israel berada di padang pasir, Allah menurunkan kepada mereka manna (makanan manis) dan salwa (burung puyuh). Mereka diperintahkan untuk mengambil secukupnya setiap hari dan tidak menimbun untuk esok hari. Namun sebagian mereka melanggar dan menimbun daging burung tersebut. Maka Allah menjadikan daging itu busuk sebagai hukuman bagi mereka. Peristiwa ini menjadi pelajaran bahwa melanggar perintah Allah, sekecil apa pun, akan mendatangkan akibat buruk.
Imam Ibn Katsir dalam Tafsir al-Qur'an al-'Azhim menceritakan kisah ini ketika menafsirkan QS. Thaha [20]: 80-81 tentang manna dan salwa.
Kesimpulan Praktis
- Imani semua berita Nabi ﷺ tanpa ragu, karena beliau tidak berbicara dari hawa nafsu.
- Jangan menimbun atau melanggar perintah Allah dalam bentuk apa pun, karena akibatnya bisa meluas.
- Jaga kehormatan dan amanah dalam rumah tangga, dan jadilah pasangan yang saling menjaga.
- Jangan menyalahkan seluruh wanita karena perbuatan sebagian, karena banyak wanita shalihah yang mulia di sisi Allah.
- Ambil pelajaran dari kisah umat terdahulu agar kita tidak terjerumus pada kesalahan yang sama.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.