Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 3367 tentang Madinah ditetapkan sebagai tanah suci oleh Nabi

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan kota Madinah dan gunung Uhud. Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa Uhud adalah gunung yang mencintai kita dan kita mencintainya. Beliau juga mendoakan Madinah dengan menjadikannya tanah suci (haram) sebagaimana Nabi Ibrahim menjadikan Makkah sebagai tanah suci. Ini adalah kabar gembira dan keutamaan besar bagi penduduk Madinah serta siapa saja yang mencintai kota Nabi ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Teks Arab hadits (dengan harakat lengkap):

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي عَمْرٍو، مَوْلَى الْمُطَّلِبِ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ـ رضى الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ طَلَعَ لَهُ أُحُدٌ فَقَالَ " هَذَا جَبَلٌ يُحِبُّنَا وَنُحِبُّهُ، اللَّهُمَّ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ حَرَّمَ مَكَّةَ، وَإِنِّي أُحَرِّمُ مَا بَيْنَ لاَبَتَيْهَا "

Terjemahan: Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, bahwa ketika gunung Uhud muncul di hadapan Rasulullah ﷺ, beliau bersabda: "Ini adalah gunung yang mencintai kami dan kami mencintainya. Ya Allah! Sesungguhnya Ibrahim telah menjadikan Makkah sebagai tanah suci, dan sesungguhnya aku menjadikan (daerah) di antara dua gunung (Madinah) ini sebagai tanah suci." (HR. Al-Bukhari, Kitab Hadits Para Nabi, no. 3367)

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Ali 'Imran [3]: 121

وَإِذْ غَدَوْتَ مِنْ أَهْلِكَ تُبَوِّئُ الْمُؤْمِنِينَ مَقَاعِدَ لِلْقِتَالِ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

"Dan (ingatlah) ketika engkau berangkat pada pagi hari dari keluargamu untuk mengatur posisi orang-orang mukmin pada tempat-tempat untuk berperang. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui."

Ayat ini turun berkaitan dengan peristiwa Perang Uhud, yang menunjukkan bahwa gunung Uhud adalah saksi sejarah perjuangan umat Islam.

Penjelasan Ulama:

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan gunung Uhud dan kota Madinah. Beliau menukil perkataan ulama bahwa gunung Uhud mencintai orang-orang yang mencintai Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya, karena gunung tersebut menjadi saksi perjuangan mereka.

Penjelasan Rinci

1. Makna "Gunung yang Mencintai Kita"

Para ulama menjelaskan bahwa gunung Uhud adalah salah satu gunung di surga. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Uhud adalah gunung yang mencintai kita dan kita mencintainya." (HR. Al-Bukhari no. 3367)

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa makna cinta di sini adalah cinta yang hakiki yang Allah ciptakan pada gunung tersebut, sebagaimana Allah menjadikan gunung-gunung bertasbih bersama Nabi Dawud. Ini menunjukkan kebesaran Allah yang mampu menjadikan benda mati memiliki perasaan cinta kepada kekasih-Nya.

2. Doa Rasulullah ﷺ untuk Madinah

Rasulullah ﷺ mendoakan Madinah sebagaimana Nabi Ibrahim mendoakan Makkah. Namun ada perbedaan:

  • Nabi Ibrahim mendoakan Makkah agar menjadi kota yang aman dan diberkahi, serta penduduknya diberi rezeki buah-buahan (QS. Ibrahim [14]: 35-37).
  • Rasulullah ﷺ menjadikan Madinah sebagai tanah haram (suci) yang tidak boleh diburu binatangnya, tidak boleh ditebang pohonnya, dan tidak boleh diambil barang temuannya kecuali untuk diumumkan.

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa penetapan Madinah sebagai tanah haram adalah khusus untuk Madinah, dan ini adalah keutamaan yang tidak dimiliki kota lain selain Makkah.

3. Pelajaran dari Hadits Ini

Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa kecintaan Rasulullah ﷺ kepada Madinah dan gunung Uhud adalah bentuk kecintaan kepada tempat yang menjadi saksi perjuangan dakwah Islam. Ini mengajarkan kita untuk mencintai tempat-tempat yang memiliki keutamaan dalam Islam, seperti Masjid Nabawi dan kota Madinah.

Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini juga menunjukkan bolehnya seseorang mengungkapkan kecintaan kepada tempat-tempat yang memiliki keutamaan, selama hal itu tidak berlebihan hingga jatuh pada kesyirikan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika Perang Uhud terjadi, gunung Uhud menjadi saksi pertempuran sengit antara kaum muslimin dan kaum musyrikin. Para sahabat gugur di sekitarnya, termasuk Hamzah bin Abdul Muththalib, paman Rasulullah ﷺ yang dijuluki "Singa Allah".

Setelah perang usai, Rasulullah ﷺ berdiri di atas gunung Uhud bersama Abu Bakar, Umar, dan Utsman, lalu gunung itu bergetar. Rasulullah ﷺ bersabda: "Tenanglah wahai Uhud! Sesungguhnya di atasmu ada seorang Nabi, seorang shiddiq, dan dua orang syahid." (HR. Al-Bukhari no. 3675)

Kisah ini menunjukkan bahwa gunung Uhud memiliki keistimewaan di sisi Allah, dan ia menjadi saksi perjuangan para sahabat dalam membela agama Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Mencintai kota Madinah dan tempat-tempat yang dicintai Rasulullah ﷺ adalah bagian dari iman dan kecintaan kepada beliau.
  2. Menghormati tanah haram Madinah dengan tidak berburu binatangnya, tidak menebang pohonnya, dan menjaga kesuciannya.
  3. Mengambil pelajaran dari sejarah Perang Uhud untuk menumbuhkan semangat perjuangan dan kesabaran dalam menghadapi ujian.
  4. Tidak berlebihan dalam mencintai tempat suci hingga jatuh pada kesyirikan, tetapi cukup dengan mengikuti sunnah dan adab yang diajarkan Rasulullah ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.