Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa masjid pertama yang dibangun di muka bumi adalah Masjidil Haram di Makkah, kemudian disusul Masjidil Aqsa di Palestina dengan jarak waktu empat puluh tahun. Hadits ini juga mengajarkan bahwa ketika waktu salat tiba, di mana pun kita berada, hendaknya kita segera salat di tempat itu, karena keutamaan salat adalah menunaikannya tepat pada waktunya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Teks hadits yang Anda sampaikan adalah riwayat dari Abu Dzar radhiyallahu 'anhu. Imam Al-Bukhari meriwayatkannya dalam Shahih-nya pada Kitab Ahaditsil Anbiya' (Kitab Hadis Para Nabi), Bab "Qauluhu Ta'ala: Wa maa ja'alnal qiblatallatii kaana 'alaihaa..." atau bab tentang Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa.
Dalil Al-Qur'an yang Terkait:
Allah Ta'ala berfirman:
إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ
"Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam."
(QS. Ali 'Imran [3]: 96)
Kaitan dengan Ulama:
Para ulama dari kalangan salaf dan khalaf menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "masjid" dalam hadits ini adalah tempat ibadah yang dibangun oleh para nabi. Imam Ibn Katsir dalam Tafsir-nya menukil perkataan para ulama bahwa Masjidil Haram dibangun oleh Nabi Adam 'alaihis salam, kemudian diperbarui oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail 'alaihimas salam. Adapun Masjidil Aqsa dibangun oleh Nabi Sulaiman 'alaihis salam, dan jarak antara keduanya adalah empat puluh tahun.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
1. Keutamaan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan dua masjid suci ini. Masjidil Haram adalah masjid pertama yang dibangun di bumi, dan Masjidil Aqsa adalah masjid kedua. Keduanya memiliki keutamaan yang besar di sisi Allah.
2. Makna "Empat Puluh Tahun"
Para ulama berbeda pendapat mengenai siapa yang membangun kedua masjid tersebut. Pendapat yang kuat, sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibn Katsir dan Imam As-Sa'di, adalah bahwa Masjidil Haram dibangun oleh Nabi Adam 'alaihis salam, dan Masjidil Aqsa juga dibangun oleh Nabi Adam 'alaihis salam. Jarak empat puluh tahun antara keduanya adalah masa pembangunan atau jarak waktu antara keduanya.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin menjelaskan bahwa hadits ini tidak bertentangan dengan fakta bahwa Nabi Ibrahim membangun Ka'bah, karena Nabi Ibrahim memperbarui bangunan yang sudah ada sebelumnya, bukan membangun dari awal.
3. Pelajaran tentang Salat Tepat Waktu
Bagian akhir hadits, "Di mana pun kamu berada, dan waktu salat telah tiba, lakukanlah salat di sana" adalah pelajaran penting. Imam Ibnu Hajar Al-'Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya salat di mana saja selama tempat tersebut suci dan bersih. Tidak ada syarat harus di masjid. Namun, salat berjamaah di masjid tetap lebih utama bagi laki-laki.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan bahwa makna "fainnal fadla fiihi" (karena keutamaannya ada di dalamnya) adalah keutamaan salat tepat pada waktunya. Ini menunjukkan bahwa menyegerakan salat di awal waktu adalah lebih utama daripada menunda-nundanya.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa ketika Abu Dzar radhiyallahu 'anhu bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang masjid pertama di bumi, beliau menjawab dengan tegas. Abu Dzar adalah sahabat yang terkenal dengan kejujurannya dan kecintaannya pada ilmu. Pertanyaan ini menunjukkan semangat para sahabat untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan ibadah dan tempat-tempat suci.
Hikmah dari kisah ini adalah pentingnya bertanya tentang ilmu agama. Para sahabat tidak malu bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang hal-hal yang mereka tidak ketahui. Ini menjadi teladan bagi kita untuk senantiasa belajar dan bertanya kepada para ulama.
Kesimpulan Praktis
- Masjidil Haram adalah masjid pertama di bumi, dan Masjidil Aqsa adalah masjid kedua yang dibangun dengan jarak empat puluh tahun.
- Kedua masjid ini memiliki keutamaan yang besar, dan salat di dalamnya memiliki pahala yang berlipat ganda.
- Salat tepat waktu adalah amalan yang paling utama. Di mana pun kita berada, ketika waktu salat tiba, hendaknya kita segera menunaikannya.
- Kita boleh salat di tempat mana pun yang suci, namun salat berjamaah di masjid tetap lebih utama bagi laki-laki.
- Semangat para sahabat dalam bertanya tentang agama hendaknya menjadi motivasi bagi kita untuk terus belajar.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.