Penjelasan Hadits Bukhari No. 3349 tentang Manusia dibangkitkan tanpa pakaian dan Ibrahim diberi pakaian pertama

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengabarkan bahwa manusia akan dibangkitkan pada Hari Kiamat dalam keadaan telanjang kaki, telanjang badan, dan tidak disunat, sebagaimana Allah memulai penciptaan pertama. Nabi ﷺ juga mengabarkan bahwa orang pertama yang diberi pakaian pada Hari Kiamat adalah Nabi Ibrahim عليه السلام, dan bahwa sebagian orang yang pernah bersama beliau akan digiring ke kiri (neraka) karena mereka murtad setelah beliau wafat. Nabi ﷺ menyerahkan urusan mereka kepada Allah dengan mengucapkan doa Nabi Isa عليه السلام yang tercantum dalam QS. Al-Ma'idah [5]: 117–118.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

Firman Allah Ta'ala:

يَوْمَ نَطْوِي السَّمَاءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ ۚ كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ ۚ وَعْدًا عَلَيْنَا ۚ إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ

"Pada hari ketika langit Kami gulung seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sungguh, Kamilah yang akan melaksanakannya." (QS. Al-Anbiya' [21]: 104)

Firman Allah Ta'ala:

مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلَّا مَا أَمَرْتَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۚ وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْ ۖ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنْتَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ ۝ إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ ۖ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

"Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (yaitu), 'Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu,' dan aku menjadi saksi atas mereka selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau mewafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana." (QS. Al-Ma'idah [5]: 117–118)

Hadits:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Hadis-Hadis Para Nabi, Bab Firman Allah: "Dan Allah menjadikan Ibrahim sebagai kekasih" (hadits no. 3349), dari jalur Muhammad bin Katsir → Sufyan (ats-Tsauri) → Al-Mughirah bin An-Nu'man → Sa'id bin Jubair → Ibnu Abbas رضي الله عنهما.

Hadits senada juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah رضي الله عنه dengan lafaz yang semakna, dan Imam An-Nawawi menyebutkannya dalam Syarh Shahih Muslim.

Penjelasan Rinci

1. Kebangkitan manusia dalam keadaan telanjang kaki, telanjang badan, dan tidak disunat

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa manusia dibangkitkan pada Hari Kiamat dalam kondisi:

  • حُفَاةً (telanjang kaki): tidak memakai alas kaki.
  • عُرَاةً (telanjang): tidak memakai pakaian.
  • غُرْلًا (tidak disunat): sebagaimana keadaan ketika dilahirkan.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa keadaan ini menunjukkan kekuasaan Allah yang mengembalikan manusia seperti penciptaan pertama, dan bahwa tidak ada seorang pun yang memiliki keistimewaan duniawi pada saat itu. Beliau juga menyebutkan bahwa para ulama berbeda pendapat apakah kebangkitan ini terjadi di padang Mahsyar secara umum atau hanya pada saat awal kebangkitan; namun yang jelas, manusia akan dikumpulkan dalam keadaan demikian.

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa hikmahnya adalah agar manusia menyadari kehinaan dirinya di hadapan Allah, dan agar tidak ada yang menyombongkan diri dengan pakaian, harta, atau kedudukan duniawi.

2. Ayat yang dibaca Nabi ﷺ: QS. Al-Anbiya' [21]: 104

Nabi ﷺ membaca ayat ini sebagai dalil bahwa Allah yang memulai penciptaan pertama pasti mampu mengulanginya. Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat ini menegaskan janji Allah yang pasti, dan bahwa pengulangan penciptaan itu mudah bagi Allah sebagaimana penciptaan pertama.

3. Orang pertama yang diberi pakaian pada Hari Kiamat adalah Nabi Ibrahim عليه السلام

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa Nabi Ibrahim عليه السلام adalah orang pertama yang diberi pakaian pada Hari Kiamat. Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan beberapa hikmah, di antaranya:

  • Karena Nabi Ibrahim adalah khalilullah (kekasih Allah), sebagaimana disebutkan dalam judul bab hadits ini.
  • Karena Nabi Ibrahim pernah mengalami ujian berat, termasuk ketika dilemparkan ke dalam api, dan Allah menyelamatkannya.
  • Sebagai penghormatan khusus dari Allah kepada beliau.

Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa ini menunjukkan keutamaan Nabi Ibrahim yang sangat tinggi di sisi Allah.

4. Sebagian sahabat Nabi ﷺ digiring ke kiri (neraka)

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa sebagian orang yang pernah bersamanya akan diambil ke arah kiri, dan beliau akan berkata: "Sahabatku! Sahabatku!" Lalu dikatakan: "Mereka telah murtad setelah kamu meninggalkan mereka."

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa yang dimaksud bukanlah para sahabat utama yang telah dijamin masuk surga, melainkan orang-orang yang pernah bersama Nabi ﷺ secara lahiriah tetapi kemudian murtad atau berbuat kemunafikan setelah beliau wafat. Beliau juga menyebutkan bahwa ini bukanlah celaan terhadap para sahabat secara umum, karena para sahabat yang mulia telah dipuji oleh Allah dalam Al-Qur'an.

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa hadits ini tidak boleh dijadikan dalil untuk mencela para sahabat, karena yang dimaksud adalah orang-orang tertentu yang murtad, bukan para sahabat secara keseluruhan.

5. Doa Nabi Isa عليه السلام yang diucapkan Nabi ﷺ

Nabi ﷺ mengucapkan doa Nabi Isa عليه السلام dalam QS. Al-Ma'idah [5]: 117–118, yang intinya menyerahkan urusan kepada Allah: jika Allah menyiksa mereka, mereka adalah hamba-Nya; jika Allah mengampuni mereka, Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Ibnu Katsir dalam Tafsir menjelaskan bahwa Nabi Isa عليه السلام menyerahkan urusan umatnya kepada Allah, dan Nabi ﷺ juga menyerahkan urusan orang-orang yang murtad itu kepada Allah. Ini menunjukkan adab seorang nabi yang tidak menghukumi sendiri, tetapi menyerahkan kepada Allah yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa pada suatu hari, Nabi ﷺ berdiri di hadapan para sahabat dan menyampaikan kabar tentang Hari Kiamat. Beliau menggambarkan bagaimana manusia akan dibangkitkan dalam keadaan telanjang, tanpa alas kaki, dan tidak disunat. Para sahabat mendengarkan dengan penuh perhatian, dan hati mereka bergetar membayangkan keadaan tersebut.

Kemudian Nabi ﷺ membaca ayat: "Sebagaimana Kami memulai penciptaan pertama, Kami akan mengulanginya." Beliau menegaskan bahwa Allah yang menciptakan manusia dari ketiadaan pasti mampu membangkitkan mereka kembali.

Nabi ﷺ juga menyebutkan bahwa Nabi Ibrahim عليه السلام akan menjadi orang pertama yang diberi pakaian pada Hari Kiamat. Ini adalah penghormatan dari Allah kepada kekasih-Nya.

Namun, Nabi ﷺ juga menyampaikan kabar yang menyedihkan: sebagian orang yang pernah bersamanya akan digiring ke kiri karena mereka murtad setelah beliau wafat. Nabi ﷺ akan memanggil mereka: "Sahabatku! Sahabatku!" tetapi dikatakan kepadanya bahwa mereka telah berubah setelah beliau meninggalkan mereka.

Mendengar itu, Nabi ﷺ tidak menghukumi mereka dengan sendiri, tetapi beliau mengucapkan doa Nabi Isa عليه السلام: "Jika Engkau menyiksa mereka, mereka adalah hamba-Mu; jika Engkau mengampuni mereka, Engkau Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa kita harus berpegang teguh pada Islam sampai akhir hayat, dan tidak menyombongkan diri dengan amal atau kedudukan. Kita juga belajar adab dari Nabi ﷺ yang menyerahkan urusan kepada Allah, tidak menghukumi sendiri, dan tetap berdoa dengan penuh tawadhu.

Kesimpulan Praktis

  1. Ingatlah Hari Kiamat: Manusia akan dibangkitkan dalam keadaan telanjang, tanpa alas kaki, dan tidak disunat. Hendaklah kita mempersiapkan diri dengan amal saleh.
  2. Jangan sombong dengan dunia: Pakaian, harta, dan kedudukan tidak akan berguna pada Hari Kiamat. Yang berguna adalah iman dan amal saleh.
  3. Teladani Nabi Ibrahim عليه السلام: Beliau adalah kekasih Allah yang mendapat penghormatan khusus. Kita harus meneladani ketauhidan dan ketawakalannya.
  4. Berpegang teguh pada Islam sampai akhir: Jangan sampai kita tergelincir setelah mengenal kebenaran. Mintalah kepada Allah agar tetap istiqamah.
  5. Serahkan urusan kepada Allah: Seperti Nabi Isa dan Nabi Muhammad ﷺ, kita harus menyerahkan urusan kepada Allah yang Maha Bijaksana, tidak menghukumi sendiri, dan tetap berdoa dengan penuh adab.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?