Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengabarkan tentang peristiwa besar di hari kiamat, di mana Allah akan memerintahkan Nabi Adam untuk mengeluarkan sembilan ratus sembilan puluh sembilan dari setiap seribu manusia ke neraka. Namun, ini bukanlah vonis putus asa, melainkan kabar gembira bagi umat Nabi Muhammad ﷺ. Satu orang yang selamat dari setiap seribu itu adalah dari umat Islam, sementara sembilan ratus sembilan puluh sembilan lainnya adalah dari Ya'juj dan Ma'juj. Hadits ini juga menunjukkan keutamaan besar umat Islam yang akan menjadi seperempat, sepertiga, hingga setengah dari penghuni surga, meskipun jumlah mereka di dunia sangat sedikit dibandingkan dengan orang kafir.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Hadits Para Nabi, Bab Kisah Ya'juj dan Ma'juj, no. 3348, dari sahabat Abu Sa'id al-Khudri radhiyallahu 'anhu.
Ayat yang terkait dengan gambaran dahsyatnya hari kiamat dalam hadits ini adalah firman Allah Ta'ala:
QS. Al-Hajj [22]: 2
يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَىٰ وَمَا هُم بِسُكَارَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ
"Pada hari itu, setiap ibu yang menyusui akan lalai terhadap bayi yang disusuinya, dan setiap wanita hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah sangat keras."
Ayat ini persis menggambarkan kondisi yang disebutkan dalam hadits, menunjukkan kebenaran berita Nabi ﷺ.
Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah, seperti Imam Ibnu Katsir (w. 774 H) dalam tafsirnya dan Imam an-Nawawi (w. 676 H) dalam Syarh Shahih Muslim, menjelaskan bahwa hadits ini adalah mukjizat Nabi ﷺ yang mengabarkan tentang jumlah besar Ya'juj dan Ma'juj serta keutamaan umat Islam.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (w. 1421 H) dalam Syarh Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa makna "setiap seribu" adalah perbandingan antara jumlah umat Islam dengan jumlah orang kafir, khususnya Ya'juj dan Ma'juj, bukan berarti setiap orang memiliki peluang 1:1000 untuk selamat.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:
- Dialog antara Allah dan Nabi Adam: Ini menunjukkan kemuliaan Nabi Adam dan bahwa ia adalah bapak seluruh umat manusia. Perintah "keluarkan utusan neraka" adalah perintah untuk memisahkan mereka yang telah ditakdirkan masuk neraka berdasarkan ilmu dan keadilan Allah.
- Angka 999 dari 1000: Angka ini sangat besar dan bisa menimbulkan rasa takut. Namun, Imam Ibnu Hajar al-Asqalani (w. 852 H) dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa angka ini tidak berlaku untuk setiap kelompok manusia secara acak, melainkan khusus untuk perbandingan antara umat Nabi Muhammad ﷺ dengan Ya'juj dan Ma'juj. Ini dikuatkan oleh sabda Nabi ﷺ, "Satu orang dari kalian, dan seribu dari Ya'juj dan Ma'juj."
- Ya'juj dan Ma'juj: Mereka adalah dua suku besar dari keturunan Adam yang akan keluar di akhir zaman, merusak bumi, dan jumlah mereka sangat banyak. Imam Ibnu Katsir dalam An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim menjelaskan bahwa mereka adalah makhluk yang sangat banyak, tidak terhitung jumlahnya, dan hanya Allah yang tahu jumlah persisnya.
- Kabar Gembira bagi Umat Islam: Setelah para sahabat merasa cemas, Nabi ﷺ langsung memberikan kabar gembira. Beliau bersabda, "Bergembiralah..." Ini adalah metode pengajaran yang indah: setelah kabar yang menakutkan, langsung diikuti dengan kabar yang menggembirakan. Umat Islam akan menjadi seperempat, sepertiga, hingga setengah dari penghuni surga. Ini adalah keutamaan yang sangat besar.
- Perumpamaan Rambut: Perumpamaan ini menunjukkan bahwa jumlah orang mukmin yang benar-benar istiqomah di atas kebenaran itu sedikit dibandingkan dengan orang kafir dan ahli maksiat. Namun, meskipun sedikit, mereka memiliki kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di (w. 1376 H) menjelaskan bahwa ini adalah ujian bagi kesabaran dan keimanan, serta dorongan untuk bersyukur atas nikmat hidayah yang diberikan kepada kaum muslimin.
Story Telling
Para sahabat radhiyallahu 'anhum adalah orang-orang yang sangat cinta kepada Nabi ﷺ dan sangat antusias dengan kabar gembira. Dalam riwayat ini, setiap kali Nabi ﷺ menyebutkan peningkatan jumlah umat Islam di surga (dari seperempat menjadi sepertiga, lalu setengah), mereka langsung bertakbir dengan suara keras. Ini menunjukkan kegembiraan mereka yang luar biasa karena mendapatkan kabar baik dari Rasulullah ﷺ.
Kisah ini mengajarkan kita untuk selalu optimis dan tidak berputus asa dari rahmat Allah. Meskipun jumlah orang yang berpegang teguh pada sunnah mungkin sedikit, kita tidak boleh merasa rendah diri. Justru kita harus bersyukur dan berusaha menjadi bagian dari golongan yang sedikit namun mulia itu, sebagaimana sabda Nabi ﷺ, "Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana datangnya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing (ghuraba')." (HR. Muslim)
Kesimpulan Praktis
- Yakinlah dengan kebenaran berita Nabi ﷺ tentang hari kiamat, termasuk keluarnya Ya'juj dan Ma'juj.
- Jangan takut dengan jumlah orang kafir yang banyak. Jumlah yang banyak bukanlah ukuran kebenaran. Yang penting adalah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah.
- Bergembiralah dengan rahmat Allah yang luas. Umat Nabi Muhammad ﷺ memiliki keutamaan yang besar di sisi Allah. Ini adalah motivasi untuk terus beramal shalih.
- Bersyukurlah atas nikmat Islam dan Sunnah. Kita termasuk golongan yang sedikit namun dicintai Allah. Jagalah nikmat ini dengan istiqomah dalam ketaatan.
- Jadikan hadits ini sebagai penyemangat untuk berdakwah dan mengajak orang lain kepada kebaikan, karena kita ingin sebanyak mungkin manusia menjadi penghuni surga.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.