Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa tembok pemisah yang dibangun oleh Dzulqarnain antara manusia dengan Ya’juj dan Ma’juj telah mulai terbuka, dan Rasulullah ﷺ mengisyaratkan bahwa yang telah terbuka adalah sebesar sembilan puluh (persen atau ukuran jari). Ini adalah tanda dekatnya hari Kiamat dan peringatan agar kita selalu bertobat dan bersiap.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur’an:
Allah Ta’ala berfirman:
> حَتَّىٰٓ إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُم مِّن كُلِّ حَدَبٍ يَنسِلُونَ
> (QS. Al-Anbiyā’ [21]: 96)
Terjemahan: “Hingga apabila dibuka (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.”
Hadits yang dimaksud:
> حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ، حَدَّثَنَا ابْنُ طَاوُسٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: "فَتَحَ اللَّهُ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مِثْلَ هَذَا" وَعَقَدَ بِيَدِهِ تِسْعِينَ.
> (HR. Bukhari, no. 3347)
Penjelasan Ulama:
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bāri (6/610) menjelaskan bahwa isyarat “sembilan puluh” dalam hadits ini menunjukkan ukuran lubang yang terbuka, yaitu sembilan puluh persen dari total dinding, atau sembilan puluh jari. Beliau menukil perkataan Ibn ‘Uyainah bahwa maksudnya adalah sebagian besar telah terbuka.
- Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (18/31) mengatakan bahwa hadits ini mengabarkan tentang pembukaan tembok Ya’juj dan Ma’juj yang merupakan salah satu tanda besar kiamat.
- Ibnu Katsir dalam An-Nihāyah fī al-Fitan wa al-Malāḥim dan Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm menegaskan bahwa setelah tembok terbuka, mereka akan keluar dengan cepat dan menyebar ke muka bumi, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Anbiyā’ Ayat 96. Beliau merujuk pada riwayat-riwayat dari Qatadah dan Mujahid yang menafsirkan ayat tersebut.
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Allah telah membuka dari tembok atau “radm” Ya’juj dan Ma’juj seperti ini (beliau mengisyaratkan dengan tangannya sebanyak sembilan puluh). Makna “radm” di sini adalah dinding penghalang yang dibangun oleh Dzulqarnain (lihat QS. Al-Kahfi [18]: 93-97).
Para ulama berbeda pendapat tentang ukuran “sembilan puluh” yang diisyaratkan. Sebagian besar berpendapat bahwa itu adalah sembilan puluh persen dari total dinding, sehingga hanya tersisa sepuluh persen lagi. Ibnu Hajar menguatkan pendapat bahwa yang dimaksud adalah sembilan puluh jari (ukuran panjang), karena ada riwayat lain bahwa beliau mengisyaratkan dengan sembilan puluh jari (lihat Fathul Bāri). Ini berarti tembok itu sudah hampir seluruhnya terbuka, dan yang tersisa hanyalah sedikit.
Ibnu ‘Uyainah (salah seorang tabi’ut tabi’in dalam daftar) mengatakan, “Maknanya adalah bahwa yang telah terbuka adalah sembilan puluh bagian dari seratus bagian.” Ini menunjukkan bahwa zaman kita saat ini adalah zaman di mana fitnah Ya’juj dan Ma’juj sudah mendekat, meskipun keluarnya mereka secara besar-besaran masih di masa depan.
Al-Hasan al-Bashri dan Qatadah (keduanya ulama tabi’in) menafsirkan bahwa “pembukaan” ini adalah isyarat bahwa mereka (Ya’juj dan Ma’juj) akan keluar menjelang hari Kiamat, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Anbiyā’ Ayat 96. Mereka juga mengingatkan bahwa ketika mereka keluar, manusia akan berlindung kepada Allah.
Hadits ini juga menguatkan bahwa tanda-tanda kiamat sudah berurutan, dan kita diperintahkan untuk selalu waspada dan memperbanyak amal saleh.
Story Telling
Kisah Dzulqarnain dan Ya’juj Ma’juj (dari tafsir Ibnu Katsir):
Kisah ini diabadikan dalam QS. Al-Kahfi [18]: 93-97. Dzulqarnain adalah seorang raja shalih yang diberi kekuasaan oleh Allah. Ketika ia sampai di antara dua gunung, ia bertemu suatu kaum yang mengeluhkan kerusakan yang disebabkan oleh Ya’juj dan Ma’juj. Mereka meminta Dzulqarnain untuk membuatkan tembok penghalang. Dengan izin Allah, Dzulqarnain membangun dinding dari potongan-potongan besi yang dicairkan dengan tembaga. Tembok itu sangat kokoh, sehingga Ya’juj dan Ma’juj tidak dapat mendaki atau melubanginya. Namun Nabi ﷺ mengabarkan bahwa tembok itu akan terbuka sedikit demi sedikit hingga akhirnya roboh total menjelang kiamat. Hikmah dari kisah ini: kekuasaan Allah di atas segalanya, dan manusia hendaknya bertawakal serta tidak sombong dengan teknologi atau kekuatan fisik.
Kesimpulan Praktis
- Yakinlah bahwa tanda-tanda kiamat semakin dekat, termasuk terbukanya tembok Ya’juj dan Ma’juj.
- Perbanyaklah taubat dan istigfar, serta persiapkan bekal akhirat, karena kita tidak tahu kapan kiamat tiba.
- Janganlah sibuk dengan urusan duniawi sehingga melupakan tujuan hidup yang sebenarnya.
- Ambillah pelajaran dari kekuasaan Allah yang Maha Perkasa, dan janganlah durhaka kepada-Nya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur’an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.