Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menceritakan peristiwa ketika Nabi ﷺ membagikan harta (sepotong emas) kepada beberapa pemimpin kabilah Najd untuk melunakkan hati mereka kepada Islam. Sebagian sahabat dari Quraisy dan Anshar merasa kurang senang. Lalu muncul seorang lelaki yang berani menegur Nabi ﷺ dengan kasar, dan Nabi ﷺ menjawab dengan tegas bahwa beliau tidak mendurhakai Allah. Nabi ﷺ kemudian mengabarkan bahwa akan muncul dari keturunan orang ini suatu kaum (Khawarij) yang rajin membaca Al-Qur'an tetapi tidak sampai ke hati mereka, mereka keluar dari agama, membunuh kaum Muslimin, dan membiarkan penyembah berhala.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
Allah Ta'ala berfirman:
وَمِنْهُمْ مَنْ يَلْمِزُكَ فِي الصَّدَقَاتِ فَإِنْ أُعْطُوا مِنْهَا رَضُوا وَإِنْ لَمْ يُعْطَوْا مِنْهَا إِذَا هُمْ يَسْخَطُونَ
(QS. At-Taubah [9]: 58)
Terjemahan: "Dan di antara mereka ada orang yang mencela engkau (Muhammad) tentang (pembagian) zakat. Jika mereka diberi sebagian darinya, mereka bersenang hati, tetapi jika mereka tidak diberi sebagian darinya, tiba-tiba mereka marah."
Hadits terkait:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Hadits Para Nabi, Bab Firman Allah Ta'ala: "Dan kepada 'Aad, saudara mereka Hud..." (no. 3344), dari sahabat Abu Sa'id Al-Khudri رضي الله عنه.
Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Imam Muslim bin Al-Hajjaj dalam Shahih Muslim dari Abu Sa'id Al-Khudri dan Jabir bin Abdillah رضي الله عنهما, dengan lafaz yang semakna.
Kaitan dengan ulama:
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan panjang lebar hadits ini, termasuk tentang sifat-sifat fisik lelaki tersebut (Dzul-Khuwaishirah) dan kaitannya dengan munculnya Khawarij.
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini adalah salah satu dalil pokok tentang munculnya Khawarij dan sifat-sifat mereka.
- Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah dan tafsirnya menyebutkan peristiwa ini dalam konteks pembagian harta dan munculnya fitnah Khawarij.
- Ibn Taymiyyah dalam Minhaj as-Sunnah dan kitab-kitabnya banyak membahas hadits-hadits Khawarij untuk membantah kelompok yang keluar dari jamaah Muslimin.
Penjelasan Rinci
Latar belakang peristiwa:
Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه mengirimkan sepotong emas (dzuhaybah) dari Yaman kepada Nabi ﷺ. Nabi ﷺ membagikannya kepada empat pemimpin kabilah dari Najd: Al-Aqra' bin Habis, 'Uyainah bin Badr, Zaid at-Tha'i, dan 'Alqamah bin 'Ulatsah. Tujuan Nabi ﷺ adalah ta'lif al-qulub — melunakkan hati mereka agar masuk Islam atau menguatkan keislaman mereka, karena mereka adalah pemimpin yang diikuti kaumnya.
Kemarahan sebagian sahabat:
Quraisy dan Anshar merasa kurang senang karena mereka lebih berhak dan lebih dahulu berjihad. Mereka berkata: "Dia memberi kepada pemimpin Najd dan meninggalkan kami." Nabi ﷺ menjawab dengan jelas: "إِنَّمَا أَتَأَلَّفُهُمْ" — "Sesungguhnya aku hanya melunakkan hati mereka."
Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ini adalah kebijaksanaan Nabi ﷺ dalam berdakwah: memberikan kepada orang yang hatinya perlu dikuatkan, sementara para sahabat Anshar dan Muhajirin sudah kuat imannya. Ini bukan berarti pilih kasih, tetapi strategi dakwah yang tepat.
Kemunculan lelaki Dzul-Khuwaishirah:
Seorang lelaki dengan ciri fisik: mata cekung, pipi menonjol, dahi tinggi, jenggot lebat, kepala dicukur — datang dan berkata dengan kasar: "اتَّقِ اللَّهَ يَا مُحَمَّدُ" — "Takutlah kepada Allah, wahai Muhammad!"
Ini adalah puncak kekurangajaran — menegur Nabi ﷺ yang ma'shum (terjaga dari dosa) seolah-olah beliau tidak adil. Nabi ﷺ menjawab dengan sangat tegas:
"مَنْ يُطِعِ اللَّهَ إِذَا عَصَيْتُ، أَيَأْمَنُنِي اللَّهُ عَلَى أَهْلِ الأَرْضِ فَلاَ تَأْمَنُونِي"
"Siapa yang akan taat kepada Allah jika aku mendurhakai-Nya? Allah telah mempercayakanku atas penduduk bumi, tetapi kalian tidak mempercayaiku?"
Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa jawaban Nabi ﷺ ini menunjukkan bahwa beliau adalah orang yang paling taat kepada Allah, dan tuduhan lelaki itu adalah kebatilan murni. Nabi ﷺ juga menunjukkan bahwa jika Allah saja mempercayakan wahyu kepada beliau, mengapa manusia meragukan keadilan beliau?
Permintaan Khalid bin Walid:
Khalid bin Walid رضي الله عنه (menurut perkiraan Abu Sa'id) meminta izin untuk membunuh lelaki itu, tetapi Nabi ﷺ mencegahnya. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa Nabi ﷺ tidak membunuhnya karena:
- Lelaki itu masih secara zhahir Muslim.
- Membunuhnya bisa menimbulkan fitnah yang lebih besar.
- Nabi ﷺ ingin menunjukkan bahwa beliau tidak membalas dengan emosi.
Nubuat tentang Khawarij:
Setelah lelaki itu pergi, Nabi ﷺ bersabda:
"إِنَّ مِنْ ضِئْضِئِ هَذَا — أَوْ فِي عَقِبِ هَذَا — قَوْمٌ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ، لاَ يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ، يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ مُرُوقَ السَّهْمِ مِنَ الرَّمِيَّةِ، يَقْتُلُونَ أَهْلَ الإِسْلاَمِ، وَيَدَعُونَ أَهْلَ الأَوْثَانِ، لَئِنْ أَنَا أَدْرَكْتُهُمْ لأَقْتُلَنَّهُمْ قَتْلَ عَادٍ"
"Di antara keturunan orang ini akan ada kaum yang membaca Al-Qur'an tetapi tidak melewati tenggorokan mereka, mereka keluar dari agama seperti anak panah menembus buruan. Mereka membunuh ahli Islam dan membiarkan penyembah berhala. Jika aku mendapati mereka, aku akan membunuh mereka seperti dibunuhnya kaum 'Ad."
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ini adalah nubuat yang terbukti: Khawarij muncul pada masa Ali bin Abi Thalib, mereka membunuh Abdullah bin Khabbab bin al-Aratt dan banyak Muslimin, tetapi membiarkan penyembah berhala. Mereka juga membaca Al-Qur'an tetapi tidak memahami dan tidak mengamalkannya.
Ibn Taymiyyah dalam Minhaj as-Sunnah menegaskan bahwa Khawarij adalah kelompok yang pertama kali keluar dari jamaah Muslimin, dan hadits ini adalah dalil utama tentang kewajiban memerangi mereka jika mereka memberontak.
Perbedaan pendapat di antara ulama:
Sebagian ulama berbeda pendapat tentang apakah Khawarij yang disebut dalam hadits ini adalah semua yang keluar dari jamaah atau hanya kelompok tertentu. Namun Ibnu Hajar dan Imam an-Nawawi menyimpulkan bahwa hadits ini mencakup semua kelompok yang memiliki sifat-sifat tersebut: rajin ibadah tetapi keluar dari pemahaman yang benar, mudah mengkafirkan Muslimin, dan menghalalkan darah mereka.
Story Telling
Dikisahkan oleh Abu Sa'id Al-Khudri رضي الله عنه — sebagaimana dalam Shahih Al-Bukhari — bahwa setelah peristiwa ini, Nabi ﷺ terus mengingatkan para sahabat tentang bahaya kelompok ini. Pada masa Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه, muncul kelompok yang disebut Khawarij. Mereka beribadah sangat rajin, membaca Al-Qur'an hingga malam, tetapi mereka mengkafirkan Ali dan Muawiyah serta para sahabat lainnya. Mereka membunuh Abdullah bin Khabbab bin al-Aratt dan istrinya yang sedang hamil, tetapi membiarkan penyembah berhala di sekitar mereka.
Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menceritakan bahwa Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه akhirnya memerangi mereka di Nahrawan, sesuai dengan perintah Nabi ﷺ dalam hadits ini. Ali berkata: "Demi Allah, aku tidak menyesal memerangi mereka. Mereka adalah orang-orang yang paling zalim terhadap umat ini."
Hikmahnya: Ibadah yang banyak tanpa pemahaman yang benar dan tanpa adab terhadap ulama bisa menjerumuskan seseorang ke dalam kesesatan. Nabi ﷺ sudah memperingatkan jauh sebelum kejadian.
Kesimpulan Praktis
- Bersikap lembut dan bijak dalam dakwah — Nabi ﷺ memberikan harta kepada pemimpin kabilah untuk melunakkan hati mereka, bukan karena pilih kasih.
- Jangan menuduh pemimpin yang adil dengan tuduhan yang tidak benar — lelaki itu menuduh Nabi ﷺ tidak adil, padahal beliau adalah manusia paling adil.
- Waspadai sifat Khawarij — rajin membaca Al-Qur'an tetapi tidak memahami, mudah mengkafirkan Muslimin, dan menghalalkan darah mereka.
- Belajar agama dengan pemahaman yang benar — dari Al-Qur'an, Sunnah, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah, bukan hanya dari bacaan tanpa ilmu.
- Jangan terburu-buru menghukumi orang lain — Nabi ﷺ menahan diri dari membunuh lelaki itu meskipun beliau tahu keburukan hatinya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.