Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah peringatan agung dari Nabi ﷺ tentang fitnah Dajjal. Beliau menegaskan bahwa seluruh Nabi telah memperingatkan kaumnya tentang Dajjal, namun Nabi kita ﷺ memberikan informasi tambahan yang tidak diberikan oleh Nabi lain, yaitu bahwa Dajjal itu buta sebelah (a'war), sedangkan Allah Ta'ala tidak buta sebelah. Ini menunjukkan betapa besarnya bahaya fitnah Dajjal dan pentingnya kita mengenal tanda-tandanya agar selamat dari fitnah tersebut.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Teks hadits yang Anda sebutkan adalah riwayat dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya pada Kitab Hadits Para Nabi, Bab Firman Allah: "Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya" (HR. Al-Bukhari no. 3337).
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 2933) dengan lafaz yang semakna.
Ayat Al-Qur'an yang Terkait:
Allah Ta'ala berfirman tentang kisah Nabi Nuh 'alaihissalam:
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ
"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata: 'Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat.'" (QS. Al-A'raf [7]: 59)
Penjelasan Ulama:
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (Kitab Syarh Shahih Al-Bukhari) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Nabi kita Muhammad ﷺ, karena beliau diberikan ilmu khusus tentang Dajjal yang tidak diberikan kepada Nabi-nabi sebelumnya. Beliau juga menjelaskan bahwa penyebutan Nabi Nuh secara khusus dalam hadits ini karena beliau adalah Nabi pertama yang diutus kepada kaum yang durhaka, dan peringatannya tentang Dajjal adalah peringatan yang sangat keras.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:
1. Fitnah Dajjal adalah Fitnah Terbesar
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa Dajjal adalah fitnah terbesar yang akan terjadi di akhir zaman. Oleh karena itu, seluruh Nabi dari Nabi Nuh hingga Nabi Muhammad ﷺ telah memperingatkan umatnya tentang bahaya Dajjal. Ini menunjukkan bahwa fitnah Dajjal sangat berbahaya dan dapat menyesatkan banyak orang.
2. Keistimewaan Nabi Muhammad ﷺ
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keistimewaan Nabi kita ﷺ, karena beliau diberi pengetahuan khusus tentang Dajjal yang tidak dimiliki oleh Nabi-nabi sebelumnya. Pengetahuan ini adalah bahwa Dajjal buta sebelah matanya (a'war), sedangkan Allah Ta'ala tidak buta sebelah.
3. Makna "A'war" (Buta Sebelah)
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan bahwa kata "a'war" dalam bahasa Arab berarti buta sebelah matanya. Ini adalah tanda fisik yang jelas dari Dajjal yang disebutkan dalam hadits-hadits shahih. Tanda ini menjadi pembeda antara Dajjal dengan Allah Ta'ala, karena Allah Maha Sempurna dan tidak memiliki kekurangan sedikit pun.
4. Larangan Menggambarkan Allah dengan Sifat Kekurangan
Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah menjelaskan bahwa hadits ini juga mengandung pelajaran tentang akidah, yaitu kita tidak boleh menggambarkan Allah dengan sifat-sifat kekurangan. Allah Ta'ala berfirman:
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
"Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Asy-Syura [42]: 11)
5. Urgensi Berlindung dari Fitnah Dajjal
Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah rahimahullah dalam kitabnya Hadi al-Arwah menjelaskan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan kita untuk berlindung dari fitnah Dajjal dalam doa, terutama dalam tasyahhud akhir sebelum salam:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, dari azab neraka Jahanam, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal." (HR. Muslim)
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat 'Imran bin Hushain radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ أَمْرٌ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ
"Tidak ada antara penciptaan Adam hingga hari kiamat suatu perkara yang lebih besar daripada (fitnah) Dajjal." (HR. Muslim)
Kisah ini menunjukkan betapa dahsyatnya fitnah Dajjal. Bahkan para sahabat yang kuat imannya pun merasa khawatir terhadap fitnah ini. Suatu ketika, Nabi ﷺ bersabda kepada para sahabat tentang Dajjal, dan beliau menggambarkan berbagai keajaiban yang akan dibawa Dajjal. Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah hati kami pada hari itu seperti hati kami sekarang?" Beliau menjawab, "Atau bahkan lebih baik." (HR. Abu Dawud, hasan)
Hikmah dari kisah ini adalah bahwa keimanan yang kuat adalah benteng terbaik dalam menghadapi fitnah Dajjal. Semakin kuat iman seseorang, semakin selamat ia dari tipu daya Dajjal.
Kesimpulan Praktis
- Meyakini bahwa Dajjal akan muncul di akhir zaman sebagai fitnah terbesar, dan seluruh Nabi telah memperingatkan umatnya tentang hal ini.
- Mengenal tanda-tanda Dajjal, di antaranya buta sebelah mata, dan ini membedakannya dari Allah yang Maha Sempurna.
- Selalu berlindung kepada Allah dari fitnah Dajjal, terutama dalam doa tasyahhud akhir sebelum salam.
- Memperkuat iman dan ilmu agama, karena iman yang kuat adalah benteng terbaik dari segala fitnah.
- Tidak mudah tertipu dengan hal-hal yang tampak luar biasa, karena Dajjal akan membawa berbagai mukjizat palsu untuk menyesatkan manusia.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.