Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengabarkan tentang satu umat dari Bani Israil yang telah hilang dan tidak diketahui nasibnya. Nabi ﷺ berpendapat bahwa mereka kemungkinan besar telah diubah menjadi tikus (fārah) sebagai hukuman dari Allah. Tanda yang beliau sebutkan adalah bahwa tikus tidak mau meminum susu unta, tetapi mau meminum susu domba. Ini adalah bagian dari berita ghaib yang hanya diketahui melalui wahyu, dan menunjukkan bahwa perubahan bentuk (maskh) itu benar adanya sebagai bentuk azab.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda cantumkan) adalah:
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ، عَنْ خَالِدٍ، عَنْ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ " فُقِدَتْ أُمَّةٌ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ لاَ يُدْرَى مَا فَعَلَتْ، وَإِنِّي لاَ أُرَاهَا إِلاَّ الْفَارَ إِذَا وُضِعَ لَهَا أَلْبَانُ الإِبِلِ لَمْ تَشْرَبْ، وَإِذَا وُضِعَ لَهَا أَلْبَانُ الشَّاءِ شَرِبَتْ " . فَحَدَّثْتُ كَعْبًا فَقَالَ أَنْتَ سَمِعْتَ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُهُ قُلْتُ نَعَمْ . قَالَ لِي مِرَارًا . فَقُلْتُ أَفَأَقْرَأُ التَّوْرَاةَ
Terjemahan: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: "Satu umat dari Bani Israil telah hilang, tidak diketahui apa yang mereka lakukan. Dan aku tidak menyangka mereka itu melainkan tikus. Karena jika diletakkan di hadapannya susu unta, ia tidak meminumnya, dan jika diletakkan di hadapannya susu kambing/domba, ia meminumnya." Maka aku (Abu Hurairah) menceritakan hal ini kepada Ka'ab, lalu ia bertanya: "Apakah engkau mendengarnya langsung dari Nabi ﷺ?" Aku menjawab: "Ya." Ia bertanya kepadaku berkali-kali. Maka aku berkata: "Apakah aku membaca Taurat? (Tentu tidak, aku mendapatkannya dari Nabi ﷺ)."
Ayat Al-Qur'an yang Terkait:
Allah ﷺ berfirman tentang hukuman maskh (perubahan bentuk) bagi Bani Israil:
فَلَمَّا عَتَوْا عَنْ مَا نُهُوا عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ
"Maka ketika mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang, Kami katakan kepada mereka: 'Jadilah kalian kera yang hina.'" (QS. Al-A'raf [7]: 166)
Juga firman Allah:
قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِنْ ذَٰلِكَ مَثُوبَةً عِنْدَ اللَّهِ مَنْ لَعَنَهُ اللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ
"Katakanlah: 'Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang orang-orang yang lebih buruk balasannya di sisi Allah? Yaitu orang-orang yang dilaknat Allah dan dimurkai-Nya, dan di antara mereka ada yang dijadikan kera dan babi.'" (QS. Al-Ma'idah [5]: 60)
Rujukan Ulama:
- Imam Al-Bukhari memuat hadits ini dalam Shahih-nya sebagai bukti bahwa perubahan bentuk (maskh) itu benar terjadi.
- Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan kebenaran adanya maskh, dan bahwa tikus yang kita kenal sekarang adalah salah satu bentuk hukuman tersebut menurut zhahir hadits.
- Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (karena hadits ini juga diriwayatkan Muslim) menjelaskan bahwa para ulama sepakat maskh itu benar terjadi pada umat terdahulu, dan setelah diutusnya Nabi Muhammad ﷺ tidak ada lagi maskh, karena hal itu termasuk bentuk azab yang hanya terjadi pada umat-umat sebelum kita.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
1. Berita Ghaib dari Nabi ﷺ
Nabi ﷺ mengabarkan tentang satu kelompok dari Bani Israil yang "hilang" — artinya mereka tidak diketahui lagi keberadaan dan nasib mereka. Ini adalah berita ghaib yang tidak mungkin diketahui kecuali melalui wahyu. Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah satu kabilah atau kelompok yang telah diubah bentuknya menjadi tikus.
2. Penegasan Abu Hurairah kepada Ka'ab
Dalam hadits ini, Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu menceritakan hadits ini kepada Ka'ab al-Ahbar (seorang ulama Yahudi yang masuk Islam). Ka'ab bertanya berulang kali: "Apakah engkau benar-benar mendengarnya dari Nabi ﷺ?" Maka Abu Hurairah menjawab dengan tegas: "Apakah aku membaca Taurat?" — maksudnya, "Aku tidak mendapat berita ini dari Taurat, tetapi langsung dari Nabi ﷺ." Ini menunjukkan kehati-hatian para sahabat dalam menyampaikan hadits dan penegasan bahwa ilmu mereka bersumber dari wahyu, bukan dari kitab-kitab terdahulu.
3. Hikmah Tanda Susu Unta dan Susu Domba
Para ulama menjelaskan bahwa tanda ini adalah mukjizat Nabi ﷺ — beliau menyebutkan ciri khas yang bisa diamati pada tikus. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menyebutkan bahwa ini adalah salah satu bentuk keajaiban ilmiah, karena tikus memang tidak menyukai susu unta. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ tidak berbicara dari hawa nafsu, tetapi dari wahyu.
4. Maskh (Perubahan Bentuk) adalah Azab yang Benar
Para ulama Ahlus Sunnah sepakat bahwa maskh benar terjadi pada umat-umat terdahulu sebagai bentuk azab. Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah mengubah sebagian Bani Israil menjadi kera dan babi karena pelanggaran mereka terhadap larangan berburu di hari Sabtu. Adapun hadits ini menunjukkan bahwa ada juga yang diubah menjadi tikus.
5. Apakah Tikus Sekarang adalah Bani Israil yang Dimaskh?
Ini adalah pendapat yang disebutkan dalam hadits, namun para ulama berbeda dalam memastikannya. Imam Al-Bukhari sendiri memasukkannya dalam bab ini sebagai isyarat bahwa beliau cenderung membenarkan zhahir hadits. Namun Ibnu Hajar menukil bahwa sebagian ulama mengatakan: "Kita tidak bisa memastikan bahwa semua tikus adalah Bani Israil yang dimaskh, karena tikus juga diciptakan sebagai hewan biasa. Namun hadits ini menunjukkan bahwa setidaknya ada satu kelompok yang diubah menjadi tikus." Yang terpenting adalah kita mengimani berita ini tanpa memperdalam hal yang tidak bermanfaat.
6. Pelajaran Aqidah: Mengimani yang Ghaib
Hadits ini mengajarkan kita untuk mengimani berita-berita ghaib yang disampaikan Nabi ﷺ, meskipun akal kita tidak menjangkaunya. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh al-Aqidah al-Wasithiyyah menekankan bahwa wajib mengimani segala yang dikabarkan oleh Nabi ﷺ, baik itu masuk akal maupun tidak, karena beliau tidak berbicara dari hawa nafsu.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal pernah ditanya tentang hadits-hadits yang mengabarkan hal-hal ghaib seperti ini. Beliau menjawab: "Kami mengimaninya dan membenarkannya. Kami tidak berkata 'mengapa' dan 'bagaimana'. Karena Rasulullah ﷺ tidak berbicara kecuali dengan kebenaran." (Diriwayatkan oleh Al-Khallal dalam As-Sunnah)
Kisah ini mengajarkan kita adab seorang muslim terhadap berita Nabi ﷺ: menerima dengan penuh keimanan, tidak menolak dengan akal yang terbatas, dan tidak memperdalam hal-hal yang tidak membawa manfaat bagi amal kita.
Kesimpulan Praktis
- Mengimani berita ghaib yang disampaikan Nabi ﷺ, termasuk kisah Bani Israil yang diubah menjadi tikus.
- Tidak memperdebatkan hal-hal yang tidak bermanfaat — fokus pada ibadah dan akhlak.
- Meneladani sikap Abu Hurairah yang tegas dalam menyampaikan hadits dan tidak mencampuradukkan dengan sumber lain.
- Mengambil pelajaran bahwa maksiat dan melanggar larangan Allah bisa mendatangkan azab yang dahsyat, meskipun bentuknya berbeda-beda.
- Bersyukur karena umat ini tidak lagi terkena maskh, sebab Nabi ﷺ telah bersabda bahwa setelah diutusnya beliau, tidak ada lagi azab berupa maskh (HR. Muslim).
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.