Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan adab yang halus: ketika mendengar kokok ayam jantan, kita dianjurkan memohon karunia kepada Allah karena ayam itu melihat malaikat; dan ketika mendengar suara keledai, kita dianjurkan berlindung kepada Allah dari setan karena keledai itu melihat setan. Intinya, seorang mukmin diajak peka terhadap tanda-tanda di sekitarnya dan menjadikannya sarana berdoa serta berlindung kepada Allah.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Permulaan Penciptaan, Bab Harta Terbaik Seorang Muslim adalah Kambing yang Mengikuti Lereng Gunung (no. 3303), dari sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه, melalui jalur Al-Layts bin Sa'd (salah satu ulama dalam daftar) dari Ja'far bin Rabi'ah dari Al-A'raj.
Teks hadits:
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ رَبِيعَةَ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ "إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ، فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا، وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًا"
Terjemahan: "Jika kalian mendengar suara ayam jantan, mintalah kepada Allah dari karunia-Nya, karena ia telah melihat malaikat. Dan jika kalian mendengar suara keledai, berlindunglah kepada Allah dari setan, karena ia telah melihat setan."
Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan memohon karunia Allah:
وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ
QS. An-Nahl [16]: 53 — "Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah."
Juga firman Allah:
وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
QS. Al-A'raf [7]: 200 — "Dan jika setan mengganggumu dengan suatu godaan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
Penjelasan Rinci
Hadits ini menunjukkan dua adab yang diajarkan Nabi ﷺ kepada umatnya:
Pertama: Ketika mendengar kokok ayam jantan. Nabi ﷺ memerintahkan kita memohon karunia Allah, karena ayam jantan tersebut melihat malaikat. Para ulama menjelaskan bahwa malaikat yang dilihat ayam jantan ini adalah malaikat yang datang membawa kebaikan, rahmat, atau keberkahan. Karena itu, momen tersebut menjadi waktu yang baik untuk memohon karunia Allah. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa ayam jantan memiliki keistimewaan dapat melihat malaikat, sedangkan sebagian hewan lain tidak. Ini adalah karunia khusus dari Allah kepada makhluk-Nya. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim juga menyebutkan bahwa hadits ini mendorong kita untuk berdoa dan memohon kepada Allah pada saat-saat yang mulia, termasuk ketika ayam berkokok.
Kedua: Ketika mendengar suara keledai. Nabi ﷺ memerintahkan kita berlindung kepada Allah dari setan, karena keledai melihat setan. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa setan dapat dilihat oleh sebagian hewan, dan keledai adalah salah satunya. Karena itu, ketika keledai meringkik, kita dianjurkan membaca ta'awwudz (A'udzu billahi minasy-syaithanir-rajim). Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam Zaadul Ma'ad menjelaskan bahwa ini adalah bentuk perlindungan yang diajarkan syariat ketika ada tanda-tanda kehadiran setan di sekitar kita.
Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa hadits ini mengajarkan kita untuk selalu menghubungkan setiap peristiwa dengan Allah — baik dalam memohon kebaikan maupun berlindung dari keburukan. Ini adalah bentuk tauhid yang praktis dalam kehidupan sehari-hari.
Perbedaan pendapat: Sebagian ulama seperti Al-Bayhaqi dalam Syu'ab al-Iman menyebutkan bahwa hikmah di balik ini adalah bahwa hewan-hewan tersebut memiliki kemampuan melihat makhluk halus yang tidak bisa dilihat manusia. Namun, tidak ada perbedaan pendapat yang signifikan di antara ulama daftar tentang validitas hadits ini dan pengamalannya. Yang paling kuat adalah pendapat yang menerima hadits ini secara zahir dan mengamalkannya sebagai bagian dari sunnah Nabi ﷺ.
Story Telling
Diceritakan bahwa Abu Hurairah رضي الله عنه, sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits, sangat memperhatikan sunnah-sunnah kecil seperti ini. Beliau tidak hanya meriwayatkan, tetapi juga mengamalkannya. Dalam sebuah riwayat, beliau pernah berkata bahwa beliau membagi malamnya menjadi tiga bagian: untuk tidur, untuk shalat, dan untuk mengingat Allah. Salah satu bentuk dzikirnya adalah memperhatikan tanda-tanda alam sebagaimana diajarkan Nabi ﷺ.
Al-Hasan al-Bashri pernah mengatakan bahwa seorang mukmin adalah orang yang hatinya selalu terjaga, peka terhadap tanda-tanda kebesaran Allah, dan tidak menyia-nyiakan momen-momen untuk berdoa dan berlindung kepada-Nya. Beliau mengajarkan bahwa kokok ayam dan ringkikan keledai bukanlah sekadar suara biasa, tetapi isyarat yang mengandung makna spiritual.
Kesimpulan Praktis
- Ketika mendengar kokok ayam jantan, ucapkanlah doa memohon karunia Allah, misalnya: "Allahumma inni as'aluka min fadhlika" (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dari karunia-Mu).
- Ketika mendengar suara keledai, bacalah ta'awwudz: "A'udzu billahi minasy-syaithanir-rajim" (Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk).
- Jadikanlah setiap peristiwa sehari-hari sebagai sarana untuk mengingat Allah, baik dengan doa maupun dzikir.
- Tanamkan dalam hati bahwa segala kebaikan datangnya dari Allah, dan segala keburukan harus kita hindari dengan berlindung kepada-Nya.
- Amalkan sunnah-sunnah kecil ini sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi ﷺ dan upaya mendekatkan diri kepada Allah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.