Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan adab bangun tidur yang sangat penting: ketika seseorang bangun tidur dan hendak berwudhu, ia dianjurkan untuk beristinsyaq (menghirup air ke hidung) dan beristintsar (mengeluarkannya) sebanyak tiga kali. Hal ini karena setan bermalam di bagian atas hidung orang yang tidur. Tujuannya adalah untuk membersihkan diri dari gangguan setan dan memulai hari dengan kesucian serta perlindungan dari Allah.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang Relevan:
QS. Al-A'raf [7]: 27
<p>يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا ۗ إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ</p>
"Wahai anak cucu Adam! Janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya. Sesungguhnya ia dan pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman."
Hadits:
Hadits yang dimaksud diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Permulaan Penciptaan, Bab Ciri-ciri Iblis dan Pasukannya, no. 3295, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Penjelasan Ulama:
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari (syarah Shahih Al-Bukhari) menjelaskan bahwa makna "setan bermalam di bagian atas hidungnya" adalah bahwa setan senantiasa berada di tempat tersebut selama orang itu tidur. Oleh karena itu, ketika bangun, dianjurkan untuk membersihkannya dengan istinsyaq dan istintsar. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim juga menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan kebersihan fisik dan spiritual, serta sebagai bentuk perlindungan dari gangguan setan.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung hikmah yang dalam, baik dari segi fisik maupun spiritual. Mari kita pahami bersama:
- Makna "Setan Bermalam di Hidung": Imam Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah menjelaskan bahwa ungkapan ini adalah bentuk tasybih (perumpamaan) atau bisa juga bermakna hakiki. Maksudnya, setan memiliki keterkaitan khusus dengan hidung manusia saat tidur. Ini bukan berarti setan secara fisik masuk ke dalam hidung, tetapi lebih kepada adanya pengaruh setan yang mengendap di sana. Al-Hafizh Ibnu Hajar juga menukil perkataan Al-Khaththabi bahwa hidung adalah tempat masuknya nafas, dan setan senang dengan tempat yang gelap dan lembab.
- Hikmah Istinsyaq dan Istintsar:
- Kebersihan Fisik: Secara medis, membersihkan hidung dari kotoran dan debu yang menempel selama tidur sangat baik untuk kesehatan saluran pernapasan.
- Kebersihan Spiritual: Ini adalah bentuk ibadah dan ketaatan kepada perintah Nabi ﷺ. Dengan melakukannya, seorang muslim telah mengusir pengaruh setan dari dirinya dan memulai aktivitas dengan nama Allah.
- Perlindungan: Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Al-Majmu' menyebutkan bahwa istinsyaq dan istintsar setelah bangun tidur adalah sunnah yang sangat dianjurkan karena menjadi sebab terhindar dari gangguan setan.
- Pendapat Ulama Lain:
- Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah sangat menekankan amalan ini. Beliau termasuk ulama yang memahami hadits ini secara zhahir (tekstual) bahwa setan benar-benar berada di hidung, namun kita tidak perlu memperdebatkan hakikatnya. Yang penting adalah mengamalkan perintah Nabi ﷺ.
- Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan perhatian Islam terhadap kebersihan dan perlindungan diri dari kejahatan setan. Beliau juga menegaskan bahwa amalan ini adalah bagian dari wudhu yang sempurna.
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau adalah salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Suatu ketika, beliau melihat seseorang berwudhu dengan tergesa-gesa dan tidak menyempurnakan istinsyaq. Maka Abu Hurairah pun menegurnya dengan lembut dan mengajarkan cara berwudhu yang benar, termasuk di dalamnya istinsyaq dan istintsar yang sempurna. Beliau bersabda, "Sesungguhnya aku melihat Rasulullah ﷺ melakukan hal ini." (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari hadits Utsman bin Affan dan lainnya).
Kisah ini mengajarkan kita bahwa para sahabat sangat perhatian terhadap detail ibadah, termasuk adab bangun tidur dan berwudhu. Mereka tidak menganggap remeh sunnah-sunnah ini karena mereka tahu di dalamnya terdapat keberkahan dan perlindungan dari Allah.
Kesimpulan Praktis
- Amalkan Setiap Bangun Tidur: Ketika bangun tidur dan hendak berwudhu, jangan lupa untuk beristinsyaq (menghirup air ke hidung) dan beristintsar (mengeluarkannya) sebanyak tiga kali.
- Niatkan Karena Allah: Lakukan amalan ini dengan niat mengikuti sunnah Nabi ﷺ dan memohon perlindungan Allah dari gangguan setan.
- Sempurnakan Wudhu: Jadikan istinsyaq dan istintsar sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari wudhu, karena wudhu yang sempurna akan menghapus dosa-dosa.
- Jaga Kebersihan: Amalan ini juga mengingatkan kita untuk selalu menjaga kebersihan fisik, terutama bagian-bagian tubuh yang rentan terhadap kotoran.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.