Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan keutamaan besar sahabat 'Umar bin al-Khaththab رضي الله عنه, yaitu bahwa setan selalu menghindar dan mencari jalan lain bila bertemu dengannya. Hadits ini juga mengajarkan adab kepada Nabi ﷺ, kelembutan beliau, dan bahwa rasa takut kepada Allah serta kehati-hatian terhadap setan adalah bagian dari keimanan. Keberanian dan ketegasan 'Umar dalam kebenaran menjadi sebab setan menjauh darinya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari, Kitab Permulaan Penciptaan, Bab Sifat Iblis dan Pasukannya (no. 3294), dari sahabat Sa'd bin Abi Waqqash رضي الله عنه.
Teks hadits yang relevan:
عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ قَالَ: اسْتَأْذَنَ عُمَرُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ، وَعِنْدَهُ نِسَاءٌ مِنْ قُرَيْشٍ يُكَلِّمْنَهُ وَيَسْتَكْثِرْنَهُ، عَالِيَةً أَصْوَاتُهُنَّ، فَلَمَّا اسْتَأْذَنَ عُمَرُ، قُمْنَ يَبْتَدِرْنَ الْحِجَابَ... فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا لَقِيَكَ الشَّيْطَانُ قَطُّ سَالِكًا فَجًّا إِلَّا سَلَكَ فَجًّا غَيْرَ فَجِّكَ»
Terjemahan ringkas: "Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah setan bertemu denganmu (Umar) sedang menempuh suatu jalan, kecuali ia akan menempuh jalan lain selain jalanmu."
Adapun ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan permusuhan setan dan tipu dayanya:
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ
QS. Fathir [35]: 6
Terjemahan: "Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala."
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan 'Umar dan bahwa setan tidak mampu mendekatinya atau menyesatkannya. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim juga menyebutkan bahwa maknanya adalah setan menjauhi jalan yang ditempuh 'Umar karena kekuatan iman dan ketegasannya dalam kebenaran.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting:
Pertama: Keutamaan 'Umar bin al-Khaththab رضي الله عنه.
Nabi ﷺ bersumpah dengan nama Allah bahwa setan tidak pernah menempuh jalan yang sama dengan 'Umar, melainkan setan mengambil jalan lain. Ini menunjukkan bahwa 'Umar memiliki kekuatan iman, ketegasan dalam kebenaran, dan keikhlasan yang membuat setan tidak berdaya menghadapinya. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa ini adalah keutamaan khusus bagi 'Umar, dan bukan berarti 'Umar ma'shum (terjaga dari dosa) seperti para nabi, melainkan bahwa setan tidak mampu menguasainya sebagaimana manusia lain.
Kedua: Adab terhadap Nabi ﷺ.
Para wanita Quraisy yang berada di rumah Nabi ﷺ berbicara dengan suara tinggi dan meminta lebih banyak nafkah. Ketika 'Umar meminta izin, mereka segera bergegas menutupi diri. Ini menunjukkan bahwa mereka menghormati 'Umar, namun Nabi ﷺ lebih berhak untuk dihormati dan ditakuti. 'Umar sendiri mengatakan: "Wahai Rasulullah, Anda lebih berhak untuk ditakuti oleh mereka." Ini adalah pengakuan 'Umar akan kedudukan Nabi ﷺ yang agung.
Ketiga: Kelembutan Nabi ﷺ.
Nabi ﷺ tersenyum ketika 'Umar masuk, dan tidak marah kepada para wanita tersebut. Ini menunjukkan akhlak beliau yang lembut dan penuh kasih sayang. Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa senyum Nabi ﷺ dalam situasi ini menunjukkan kelembutan beliau dan tidak adanya kemarahan, meskipun para wanita itu bersuara tinggi.
Keempat: Setan menjauhi orang yang kuat imannya.
Hadits ini mengajarkan bahwa setan memiliki strategi untuk menyesatkan manusia, tetapi ia akan menjauh dari orang yang memiliki kekuatan iman, ketegasan dalam kebenaran, dan keikhlasan. Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah dalam Ighatsatul Lahfan menjelaskan bahwa setan menjauhi orang-orang yang hatinya penuh dengan iman dan tauhid, karena tidak ada celah bagi setan untuk masuk.
Kelima: Perbedaan pendapat ulama.
Sebagian ulama menjelaskan bahwa makna "setan menjauhi jalan 'Umar" adalah secara hakiki, yaitu setan benar-benar menghindar. Sebagian lain memahami bahwa ini adalah kinayah (kiasan) tentang kekuatan iman 'Umar yang membuat setan tidak mampu menyesatkannya. Pendapat yang paling kuat adalah pendapat pertama, karena Nabi ﷺ bersumpah dengan nama Allah, dan zahir hadits menunjukkan makna hakiki. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menguatkan bahwa ini adalah keutamaan khusus 'Umar yang disebutkan secara eksplisit oleh Nabi ﷺ.
Story Telling
Dikisahkan oleh Sa'd bin Abi Waqqash رضي الله عنه, suatu hari 'Umar bin al-Khaththab رضي الله عنه datang meminta izin untuk menemui Rasulullah ﷺ. Di dalam rumah beliau, ada beberapa wanita Quraisy yang sedang berbicara dengan Nabi ﷺ dan meminta tambahan nafkah dengan suara yang tinggi. Mereka adalah wanita-wanita yang berani dan bersemangat, namun ketika mendengar suara 'Umar meminta izin, mereka segera bergegas menutupi diri mereka karena rasa hormat dan sedikit rasa takut kepada ketegasan 'Umar.
Nabi ﷺ tersenyum melihat kejadian itu. 'Umar pun masuk dan berkata, "Wahai Rasulullah, semoga Allah selalu menjaga Anda dalam kebahagiaan." Nabi ﷺ menjawab, "Aku heran dengan wanita-wanita ini. Begitu mereka mendengar suaramu, mereka segera menutupi diri." 'Umar berkata, "Wahai Rasulullah, Anda lebih berhak untuk ditakuti oleh mereka." Kemudian 'Umar menegur para wanita itu, "Wahai musuh-musuh jiwa kalian sendiri! Apakah kalian takut kepadaku dan tidak takut kepada Rasulullah ﷺ?" Mereka menjawab dengan jujur, "Ya, karena Anda lebih menakutkan dan lebih keras daripada Rasulullah ﷺ."
Mendengar itu, Nabi ﷺ bersabda dengan penuh kelembutan dan pujian kepada 'Umar, "Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah setan bertemu denganmu sedang menempuh suatu jalan, kecuali ia akan menempuh jalan lain selain jalanmu."
Kisah ini menunjukkan betapa besar keutamaan 'Umar, dan bagaimana Nabi ﷺ mengakui ketegasan 'Umar sebagai sesuatu yang membuat setan menjauh. Ini juga mengajarkan kita bahwa kelembutan Nabi ﷺ dan ketegasan 'Umar adalah dua sifat yang saling melengkapi dalam membangun umat.
Kesimpulan Praktis
- Teladani keutamaan 'Umar: Kuatkan iman, tegakkan kebenaran dengan tegas, dan jauhi kemaksiatan agar setan tidak memiliki jalan untuk menyesatkan kita.
- Hormati Nabi ﷺ: Nabi ﷺ lebih berhak untuk dihormati dan ditakuti daripada manusia mana pun. Tanamkan rasa cinta dan hormat kepada beliau dalam hati.
- Belajar dari kelembutan Nabi ﷺ: Hadapi situasi dengan senyum dan kelembutan, tidak mudah marah, terutama dalam urusan rumah tangga dan keluarga.
- Waspadai tipu daya setan: Setan adalah musuh yang nyata. Perkuat iman, perbanyak dzikir, dan lakukan amal saleh agar setan menjauh.
- Jangan ghuluw (berlebihan): Keutamaan 'Umar tidak berarti ia ma'shum. Kita tetap menghormati para sahabat tanpa mengangkat mereka melebihi kedudukan yang Allah berikan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.