Penjelasan Hadits Bukhari No. 3292 tentang Mimpi baik dari Allah, mimpi buruk dari setan

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa mimpi yang baik berasal dari Allah sebagai kabar gembira, sedangkan mimpi buruk (al-hulm) berasal dari setan untuk menakut-nakuti. Jika seseorang mengalami mimpi buruk, hendaklah ia meludah kecil ke arah kiri dan berlindung kepada Allah dari kejahatannya, maka mimpi itu tidak akan membahayakannya. Ini adalah bentuk pengajaran adab dan tawakal kepada Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Permulaan Penciptaan, Bab Ciri-ciri Iblis dan Pasukannya, dari Abu Qatadah radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits:

الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ مِنَ اللَّهِ، وَالْحُلُمُ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِذَا حَلَمَ أَحَدُكُمْ حُلُمًا يَخَافُهُ فَلْيَبْصُقْ عَنْ يَسَارِهِ، وَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّهَا، فَإِنَّهَا لَا تَضُرُّهُ

Terjemahan: "Mimpi yang baik adalah dari Allah, dan mimpi buruk adalah dari setan; jika salah satu dari kalian bermimpi buruk yang menakutkan, hendaklah ia meludah ke sebelah kirinya dan berlindung kepada Allah dari kejahatannya, karena itu tidak akan membahayakannya."

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan:

إِذْ يُرِيكَهُمُ اللَّهُ فِي مَنَامِكَ قَلِيلًا ۖ وَلَوْ أَرَاكَهُمْ كَثِيرًا لَّفَشِلْتُمْ وَلَتَنَازَعْتُمْ فِي الْأَمْرِ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ سَلَّمَ ۗ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

QS. Al-Anfal [8]: 43

Terjemahan: "(Ingatlah) ketika Allah menampakkan mereka kepadamu dalam mimpimu berjumlah sedikit. Sekiranya Allah menampakkan mereka kepadamu berjumlah banyak, niscaya kamu menjadi lemah dan berselisih dalam urusan itu, tetapi Allah menyelamatkan. Sungguh, Dia Maha Mengetahui isi hati."

Ayat ini menunjukkan bahwa mimpi bisa menjadi sarana Allah untuk memberi petunjuk atau kabar kepada hamba-Nya, sebagaimana Nabi ﷺ melihat kaum musyrikin berjumlah sedikit dalam mimpi sebelum Perang Badar.

Penjelasan Rinci

Makna Hadits:

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa ar-ru'ya ash-shalihah (mimpi yang baik) adalah mimpi yang benar dan membawa kabar gembira, yang berasal dari Allah. Sedangkan al-hulm (mimpi buruk) adalah mimpi yang menakutkan dan berasal dari setan. Setan bertujuan menakut-nakuti dan menyedihkan hati manusia.

Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini mengajarkan tiga adab saat mengalami mimpi buruk:

  1. Meludah kecil (bukan meludah dengan air liur banyak) ke arah kiri sebanyak tiga kali.
  2. Berlindung kepada Allah dari kejahatan mimpi tersebut (membaca ta'awwudz).
  3. Tidak menceritakannya kepada orang lain.

Penjelasan Ulama:

Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah dalam Ighatsatul Lahfan menjelaskan bahwa mimpi buruk adalah bagian dari gangguan setan. Setan diperintahkan untuk mengganggu manusia, namun dengan dzikir dan ta'awwudz, gangguan itu menjadi tidak berbahaya. Ini menunjukkan kekuasaan Allah yang melindungi hamba-Nya yang berlindung kepada-Nya.

Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa mimpi yang baik adalah salah satu dari 46 bagian kenabian, sebagaimana disebutkan dalam hadits lain. Mimpi yang baik bisa menjadi kabar gembira dari Allah, sedangkan mimpi buruk adalah bisikan setan yang harus dihadapi dengan dzikir dan ta'awwudz.

Imam Al-Bukhari dalam kitabnya menempatkan hadits ini di bab tentang ciri-ciri Iblis dan pasukannya, menunjukkan bahwa mimpi buruk adalah salah satu cara setan mengganggu manusia. Namun, dengan mengikuti petunjuk Nabi ﷺ, gangguan itu tidak akan membahayakan.

Perbedaan Pendapat:

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum meludah ke kiri. Jumhur ulama (mayoritas) seperti Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar menyatakan bahwa meludah di sini adalah meludah kecil (nafkh) tanpa air liur, sebagai simbol mengusir setan. Sedangkan sebagian ulama seperti Ibnu Taymiyyah menegaskan bahwa ini adalah perintah yang harus diikuti sesuai sunnah, tanpa perlu memperdebatkan hikmahnya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa seorang sahabat pernah mengalami mimpi buruk yang sangat menakutkan. Ia datang kepada Nabi ﷺ dan menceritakannya. Nabi ﷺ mengajarkan kepadanya untuk meludah ke kiri dan berlindung kepada Allah. Sahabat itu pun melakukannya, dan mimpi buruk itu tidak lagi mengganggunya. Kisah ini menunjukkan betapa Nabi ﷺ sangat memperhatikan keadaan jiwa para sahabatnya dan memberikan solusi yang mudah dan praktis.

Imam Muslim juga meriwayatkan dari Jabir radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Jika salah satu dari kalian bermimpi buruk, hendaklah ia meludah ke kiri tiga kali dan berlindung kepada Allah dari setan, karena itu tidak akan membahayakannya."

Kesimpulan Praktis

  1. Mimpi baik adalah dari Allah — syukuri dan jangan sombong, karena itu karunia dari-Nya.
  2. Mimpi buruk adalah dari setan — jangan panik, ikuti petunjuk Nabi ﷺ.
  3. Saat mimpi buruk:
  • Meludah kecil ke arah kiri (3 kali).
  • Membaca ta'awwudz: A'udzu billahi minasy syaithanir rajim.
  • Tidak menceritakannya kepada orang lain.
  • Berpaling ke sisi lain dan lanjutkan tidur.
  1. Perbanyak dzikir sebelum tidur, karena dzikir melindungi dari gangguan setan.
  2. Jangan percaya ramalan mimpi — hanya Allah yang mengetahui makna sebenarnya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?