Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan kita adab Islam yang sangat detail, bahkan dalam hal yang sering dianggap sepele seperti menguap. Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa menguap itu berasal dari setan, dan seorang mukmin diperintahkan untuk menahannya semampunya. Jika tidak bisa dan mengeluarkan suara "haa" (karena menguap), maka setan akan tertawa. Ini menunjukkan bahwa setan sangat ingin melihat seorang mukmin dalam keadaan yang buruk dan tidak beradab, dan kita diperintahkan untuk melawan godaan tersebut dengan adab yang diajarkan Nabi ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Teks Arab hadits (sesuai yang Anda berikan):
حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ عَلِيٍّ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ " التَّثَاؤُبُ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا قَالَ هَا. ضَحِكَ الشَّيْطَانُ "
Makna ringkas: Menguap itu dari setan. Jika salah seorang dari kalian menguap, hendaklah ia menahannya semampunya. Karena jika salah seorang dari kalian mengeluarkan suara "haa" (saat menguap), setan akan tertawa.
Hadits pendukung dari Shahih Muslim:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
"إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ، فَإِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ وَحَمِدَ اللهَ كَانَ حَقًّا عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يَقُولَ لَهُ: يَرْحَمُكَ اللهُ، وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ، فَإِنْ قَالَ: هَا، ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ"
Artinya: "Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Apabila salah seorang dari kalian bersin dan memuji Allah, maka wajib bagi setiap muslim yang mendengarnya untuk mengucapkan 'yarhamukallah' (semoga Allah merahmatimu). Adapun menguap, sesungguhnya ia berasal dari setan. Maka apabila salah seorang dari kalian menguap, hendaklah ia menahannya semampunya. Jika ia mengucapkan 'haa', maka setan tertawa kepadanya." (HR. Muslim no. 2994)
Kaitan dengan ulama:
- Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari (Syarah Shahih Al-Bukhari) menjelaskan makna "menguap dari setan" dan adab-adab terkaitnya secara panjang lebar.
- Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim juga menjelaskan hikmah dan adab menguap ini.
- Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa menguap dinisbatkan kepada setan karena setanlah yang mendorongnya, dan ini adalah ujian bagi manusia.
Penjelasan Rinci
1. Makna "Menguap dari Setan"
Para ulama menjelaskan bahwa penisbahan menguap kepada setan bukan berarti setan menciptakan menguap secara fisik, tetapi karena menguap adalah perbuatan yang disukai setan dan menjadi sarana baginya untuk mempermainkan manusia. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa maksudnya adalah setan mendorong manusia untuk menguap, karena setan senang melihat manusia dalam keadaan yang tidak elok, mulutnya terbuka lebar, dan mengeluarkan suara yang tidak pantas.
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menambahkan bahwa menguap dinisbatkan kepada setan karena beberapa alasan:
- Menguap biasanya terjadi karena rasa malas dan beratnya badan, yang merupakan kondisi yang disukai setan.
- Menguap membuat wajah seseorang menjadi tidak elok dipandang.
- Menguap seringkali disertai suara yang tidak pantas, yang membuat setan tertawa.
2. Perintah Menahan Menguap
Rasulullah ﷺ memerintahkan kita untuk menahan menguap semampunya. Ini menunjukkan bahwa menguap adalah sesuatu yang bisa ditahan. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa jika seseorang merasakan akan menguap, hendaklah ia menahannya dengan cara menutup mulutnya atau berusaha menahannya semampunya. Jika tidak mampu, maka ia boleh meletakkan tangannya di atas mulutnya.
3. Setan Tertawa Saat Kita Mengeluarkan Suara "Haa"
Makna "setan tertawa" adalah bentuk kegembiraan setan karena berhasil membuat seorang anak Adam berperilaku tidak sopan. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa tertawanya setan adalah tanda kebahagiaannya atas apa yang ia perbuat terhadap manusia. Ini adalah peringatan keras bagi kita agar tidak memberikan kesempatan kepada setan untuk bergembira karena ulah kita.
4. Adab Menguap dalam Islam
Dari hadits ini dan hadits-hadits lainnya, para ulama menyimpulkan beberapa adab menguap:
- Menahan menguap semampunya - sebagaimana perintah dalam hadits ini.
- Menutup mulut dengan tangan - berdasarkan hadits dari Abu Sa'id Al-Khudri, Nabi ﷺ bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian menguap, hendaklah ia menutup mulutnya dengan tangannya, karena sesungguhnya setan masuk melalui mulutnya." (HR. Muslim no. 2995)
- Tidak mengeluarkan suara saat menguap, karena itu membuat setan tertawa.
- Tidak mengucapkan "haa" dengan suara keras, karena itu adalah suara yang tidak disukai.
5. Perbedaan dengan Adab Bersin
Menariknya, dalam Islam, bersin justru disukai Allah dan dianjurkan untuk memuji Allah setelahnya, serta orang yang mendengarnya dianjurkan mendoakannya. Ini menunjukkan keseimbangan Islam dalam mengajarkan adab: bersin yang membawa kebaikan (mengeluarkan udara yang tidak baik dari tubuh) disukai, sedangkan menguap yang biasanya karena malas dan membuat wajah tidak elok tidak disukai.
Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Jami'ul Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa perbedaan ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan adab dan akhlak, bahkan dalam hal-hal yang dianggap kecil oleh manusia.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Imam Sufyan ats-Tsauri - salah seorang ulama besar tabi'ut tabi'in - sangat memperhatikan adab-adab kecil ini. Beliau berkata: "Aku tidak pernah menguap di majelis ilmu, karena aku takut dimurkai oleh Allah karena perbuatan yang tidak disukai-Nya."
Kisah ini menunjukkan bahwa para ulama salaf sangat serius dalam mengamalkan sunnah-sunnah Nabi ﷺ, bahkan dalam hal-hal yang dianggap remeh oleh kebanyakan orang. Mereka memahami bahwa ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya ﷺ harus mencakup seluruh aspek kehidupan, tidak terkecuali hal-hal kecil seperti menguap.
Hikmah: Ketakwaan bukan hanya tentang ibadah besar seperti shalat dan puasa, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga adab dalam setiap gerak-gerik kita, karena setan selalu mencari celah untuk membuat kita berperilaku buruk.
Kesimpulan Praktis
- Sadari bahwa menguap adalah godaan setan - jangan menganggapnya sepele, karena ini adalah bagian dari perang melawan setan.
- Tahan menguap semampunya - jika terasa akan menguap, berusahalah menahannya.
- Tutup mulut dengan tangan jika menguap tidak bisa ditahan, agar setan tidak masuk melalui mulut.
- Jangan mengeluarkan suara "haa" saat menguap, karena itu membuat setan tertawa.
- Jaga adab di majelis ilmu dan di hadapan orang lain - jangan sampai kita menjadi bahan tertawaan setan karena perilaku yang tidak sopan.
- Bersungguh-sungguh dalam melawan godaan setan dalam segala bentuknya, baik yang besar maupun yang kecil.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.