Penjelasan Hadits Bukhari No. 3283 tentang Doa perlindungan dari setan saat berhubungan intim

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan sebuah doa yang dibaca sebelum berhubungan suami-istri, yaitu memohon perlindungan Allah dari gangguan setan bagi diri dan anak yang dikaruniakan. Jika doa ini dibaca dengan ikhlas, setan tidak akan mampu membahayakan anak tersebut. Ini menunjukkan besarnya perhatian Islam terhadap keluarga dan keturunan sejak awal pembentukannya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Shahih Al-Bukhari no. 3283 — dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, Nabi ﷺ bersabda:

لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَتَى أَهْلَهُ قَالَ اللَّهُمَّ جَنِّبْنِي الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنِي فَإِنْ كَانَ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ لَمْ يَضُرُّهُ الشَّيْطَانُ وَلَمْ يُسَلَّطْ عَلَيْهِ

"Jika salah seorang di antara kalian ketika mendatangi istrinya membaca: 'Ya Allah, jauhkanlah aku dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau rezekikan kepadaku,' maka jika lahir anak di antara keduanya, setan tidak akan membahayakannya dan tidak akan diberi kekuasaan atasnya."

Ayat terkait — QS. Al-A'raf [7]: 200:

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

"Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Kaitan dengan ulama: Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan hadits ini secara panjang, termasuk makna "setan tidak akan membahayakannya." Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (hadits serupa juga diriwayatkan Muslim) menyebutkan bahwa doa ini disunnahkan dan merupakan sebab terjaganya anak dari gangguan setan. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad memasukkan doa ini dalam adab-adab jima' yang diajarkan Nabi ﷺ.

Penjelasan Rinci

Makna doa: "جَنِّبْنِي الشَّيْطَانَ" berarti "jauhkanlah aku dari setan" — yakni dari godaan, bisikan, dan kehadirannya. "وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنِي" berarti "jauhkanlah setan dari apa yang Engkau rezekikan kepadaku" — yaitu anak yang akan lahir dari hubungan tersebut.

Bagaimana ulama memahami hadits ini:

Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa makna "setan tidak akan membahayakannya" adalah setan tidak diberi jalan untuk menyesatkan atau merusak anak tersebut, khususnya dalam hal agama dan keimanannya. Sebagian ulama menjelaskan bahwa ini mencakup perlindungan dari gangguan fisik maupun spiritual.

Imam an-Nawawi menegaskan bahwa doa ini adalah sunnah yang dianjurkan, dan hadits ini menunjukkan keutamaan doa tersebut serta besarnya keberkahan menyebut nama Allah di awal setiap perkara baik.

Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa setan selalu berusaha hadir dalam setiap perkara yang tidak disebut nama Allah, termasuk dalam hubungan suami-istri. Karena itu, doa ini menjadi benteng perlindungan bagi kedua orang tua dan anak yang dikaruniakan.

Perbedaan pendapat: Sebagian ulama menjelaskan "لَمْ يَضُرُّهُ الشَّيْطَانُ" secara umum (tidak dibahayakan setan secara mutlak), sebagian lain memerincinya: tidak disesatkan dalam akidah, tidak diganggu fisiknya, atau tidak dikuasai setan. Pendapat yang paling kuat — sebagaimana ditegaskan Ibnu Hajar — adalah makna umum: setan tidak diberi kekuasaan untuk menyesatkannya, dan ini adalah keutamaan khusus yang Allah berikan sebagai balasan atas doa orang tuanya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa sebagian salaf sangat menjaga doa ini. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma — perawi hadits ini — adalah seorang yang sangat teliti dalam meriwayatkan sunnah Nabi ﷺ, sehingga hadits ini sampai kepada kita dengan sanad yang shahih. Imam Al-Bukhari menempatkannya dalam Kitab Permulaan Penciptaan, bab tentang sifat Iblis dan pasukannya, untuk menunjukkan bahwa setan memiliki pengaruh dan tipu daya, namun seorang mukmin dapat melindungi diri dan keluarganya dengan doa dan dzikir kepada Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Bacalah doa ini sebelum berhubungan suami-istri: Allahumma jannibnasy-syaithana wa jannibisy-syaithana ma razaqtani.
  2. Ikhlas dan hadirkan hati saat membaca doa, bukan sekadar lisan.
  3. Yakinlah bahwa Allah Maha Mendengar dan doa ini adalah sebab terjaganya anak dari gangguan setan.
  4. Ajarkan kepada keluarga dan pasangan agar menjadi kebiasaan dalam rumah tangga.
  5. Perbanyak dzikir dan doa dalam setiap aktivitas, karena setan selalu berusaha masuk melalui celah kelalaian.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?