Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa tidur panjang hingga meninggalkan shalat malam atau shalat Subuh adalah perbuatan yang sangat tercela. Setan memiliki pengaruh terhadap orang yang lalai dari mengingat Allah, bahkan digambarkan dengan "kencing di telinga" sebagai bentuk penghinaan dan penguasaan setan atas dirinya. Ini adalah peringatan keras agar kita menjaga shalat malam dan tidak terlena dengan tidur.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an:
QS. Al-Isra' [17]: 78-79
أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا (٧٨) وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا (٧٩)
"Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat). Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."
Hadits:
Hadits riwayat Al-Bukhari (3270) dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, sebagaimana teks di atas.
Penjelasan Ulama:
Imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari (Kitab Permulaan Penciptaan, Bab Sifat Iblis dan Pasukannya) menjelaskan bahwa makna "kencing setan di telinga" adalah metafora untuk menunjukkan bahwa setan telah menguasai orang tersebut sehingga ia sangat berat untuk bangun. Beliau juga menukil perkataan Imam Al-Khattabi bahwa ini adalah bentuk penghinaan dan celaan bagi orang yang malas beribadah.
Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (Kitab Shalat, Bab Keutamaan Shalat Isya' dan Subuh) menegaskan bahwa hadits ini menunjukkan besarnya dosa meninggalkan shalat Subuh berjamaah atau shalat malam karena tidur yang berlebihan. Setan benar-benar menguasai orang yang lalai.
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, dan juga oleh Imam Muslim dengan redaksi serupa. Konteksnya adalah ketika para sahabat membicarakan seseorang yang tidur semalaman hingga pagi tanpa bangun untuk shalat malam atau shalat Subuh. Nabi ﷺ lalu memberikan gambaran yang sangat keras: "Setan telah kencing di telinganya."
Para ulama dari kalangan salaf, seperti Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Madarij as-Salikin, menjelaskan bahwa "kencing setan" adalah ungkapan yang menunjukkan bahwa setan telah menguasai anggota tubuh orang tersebut, khususnya telinga yang merupakan pintu masuknya peringatan dan nasihat. Ketika setan menguasai telinga, maka hati menjadi keras dan malas untuk taat.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menjelaskan bahwa tidur yang tercela adalah tidur yang menyebabkan seseorang meninggalkan kewajiban, seperti shalat Subuh atau shalat malam. Adapun tidur yang tidak menghalangi kewajiban, maka tidak termasuk dalam ancaman ini.
Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menekankan bahwa hadits ini mengajarkan kita untuk waspada terhadap tipu daya setan yang membuat manusia malas beribadah. Setan sangat senang jika manusia meninggalkan shalat, terutama shalat Subuh dan shalat malam.
Perlu dipahami bahwa ungkapan ini bukanlah hakikat secara fisik, melainkan kiasan yang menunjukkan kehinaan dan kelalaian. Namun, ini adalah peringatan yang sangat serius. Orang yang terbiasa tidur hingga pagi tanpa shalat Subuh, atau tidur sepanjang malam tanpa shalat malam, berarti telah membiarkan setan menguasai dirinya.
Story Telling
Diriwayatkan dari Imam Ahmad bin Hanbal (dalam Kitab az-Zuhd) bahwa beliau pernah ditanya tentang seseorang yang sulit bangun untuk shalat malam. Maka Imam Ahmad berkata, "Itu karena dosa-dosanya. Jika seorang hamba melakukan dosa, maka ia akan dihalangi dari shalat malam." Kisah ini menunjukkan bahwa kelalaian dalam ibadah seringkali disebabkan oleh dosa-dosa yang kita lakukan, dan setan memanfaatkan kondisi tersebut.
Kesimpulan Praktis
- Jaga shalat Subuh berjamaah dan jangan sampai tidur melalaikannya. Gunakan alarm, minta tolong keluarga, atau lakukan sebab-sebab yang membantu bangun.
- Usahakan shalat malam meskipun hanya dua rakaat. Ini adalah kebiasaan orang shalih yang dijaga oleh para ulama.
- Hindari tidur setelah Isya' tanpa ada keperluan, karena waktu setelah Isya' adalah waktu yang penuh berkah untuk ibadah malam.
- Bertaubat dari kelalaian dan perbanyak istighfar, karena dosa dapat menghalangi kita dari ketaatan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.