Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan bahwa demam berasal dari panasnya api neraka, dan salah satu cara meredakannya adalah dengan air, terutama air Zamzam. Ini adalah petunjuk Nabi ﷺ yang menggabungkan aspek spiritual (mengingatkan pada neraka) dan medis (pendinginan fisik). Kita dianjurkan untuk berobat dengan cara yang diajarkan syariat dan tidak menganggap demam sebagai sesuatu yang sia-sia.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an:
Allah ﷻ berfirman tentang neraka:
<p>إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا (21) لِلطَّاغِينَ مَآبًا (22) لَابِثِينَ فِيهَا أَحْقَابًا (23) لَا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا (24) إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا (25)</p>
QS. An-Naba' [78]: 21-25
Terjemahan: "Sesungguhnya neraka Jahannam itu (sebagai) tempat pengintai (21) lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas (22). Mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya (23). Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (mendapat) minuman (24) selain air yang mendidih dan nanah (25)."
Hadits:
Hadits riwayat Imam Al-Bukhari (no. 3261) dari Abu Jamrah Ad-Dabi' dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Demam itu dari panasnya api neraka, maka dinginkanlah ia dengan air." Atau beliau bersabda: "dengan air Zamzam." (Perawi, Hammam, ragu-ragu).
Kaitan dengan Ulama:
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (kitab syarah Shahih Bukhari) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa demam adalah bagian dari panas yang ada hubungannya dengan api neraka, dan air adalah penawarnya karena sifatnya yang mendinginkan. Beliau juga menyebutkan keutamaan air Zamzam yang diberkahi.
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (hadits serupa) menegaskan bahwa perintah "dinginkanlah" adalah sunnah dan bukan kewajiban, serta menunjukkan bolehnya berobat dengan hal-hal yang mubah.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memiliki beberapa faedah penting:
- Hubungan Demam dengan Neraka: Sabda Nabi ﷺ "demam itu dari panasnya api neraka" tidak berarti demam itu keluar dari neraka secara fisik, tetapi merupakan peringatan bahwa panas demam adalah bagian dari panas yang ada di neraka. Ini adalah bentuk tarbiyah (pendidikan) dari Nabi ﷺ agar kita selalu ingat kepada akhirat dan tidak meremehkan dosa. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa musibah di dunia, termasuk demam, adalah pengingat bagi orang mukmin akan siksa akhirat dan menjadi kafarah (penghapus dosa).
- Anjuran Berobat: Hadits ini adalah dalil bahwa berobat itu diperbolehkan dan dianjurkan dalam Islam. Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam asy-Syafi'i menggunakan hadits-hadits semacam ini sebagai landasan bolehnya berobat, selama tidak dengan cara yang haram. Ini membantah anggapan bahwa tawakal berarti tidak boleh berobat.
- Keutamaan Air Zamzam: Khusus penyebutan air Zamzam oleh Ibnu Abbas (meskipun ragu dalam sanad), menunjukkan keutamaan air Zamzam. Ibnu Hajar menukil dari para ulama bahwa air Zamzam adalah air yang diberkahi dan bisa menjadi penawar bagi penyakit, sebagaimana disebutkan dalam hadits lain: "Air Zamzam sesuai dengan niat peminumnya."
- Hikmah di Balik Demam: Para ulama seperti Al-Hasan al-Bashri dan Ibnu Qayyim al-Jawziyyah (dalam Zad al-Ma'ad) menjelaskan bahwa demam bagi orang mukmin adalah pembersih dosa dan pengangkat derajat. Oleh karena itu, selain berobat, seorang mukmin juga bersabar dan mengharap pahala.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal pernah ditanya tentang seorang yang sakit demam. Beliau menjawab, "Demam adalah bagian dari panasnya neraka, dan ia adalah kafarah bagi dosa-dosa. Maka, bersabarlah dan mintalah kesejukan dengan air." (Diriwayatkan oleh Al-Khallal dalam Al-Amru bi al-Ma'ruf dengan sanad yang hasan). Kisah ini menunjukkan bahwa para ulama salaf menggabungkan antara ikhtiar berobat (dengan air) dan kesabaran dalam menghadapi takdir Allah.
Kesimpulan Praktis
- Jangan meremehkan demam, tetapi jangan pula berputus asa. Anggap ia sebagai pengingat akan neraka dan penghapus dosa.
- Berobatlah dengan cara yang dibolehkan syariat, seperti mendinginkan badan dengan air atau air Zamzam. Ini adalah sunnah Nabi ﷺ.
- Perbanyak doa dan istighfar saat sakit, karena sakit adalah waktu mustajab untuk berdoa.
- Yakinlah bahwa setiap penyakit ada obatnya, dan kesembuhan sejati hanya dari Allah ﷻ.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.