Penjelasan Hadits Bukhari No. 3255 tentang Surga telah disiapkan untuk bayi yang meninggal dunia

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengabarkan bahwa putra Nabi ﷺ yang bernama Ibrahim, yang wafat saat masih menyusu, akan disempurnakan Allah ﷻ dengan diberikan seorang wanita yang menyusuinya di dalam surga. Ini adalah kabar gembira tentang kemuliaan Nabi ﷺ dan rahmat Allah kepada anak-anak yang wafat sebelum baligh, serta menunjukkan bahwa surga itu benar-benar ada dan telah diciptakan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Permulaan Penciptaan, Bab Apa yang Dikatakan tentang Ciri-Ciri Surga dan Bahwa Surga Itu Diciptakan, no. 3255, dari sahabat Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu.

Teks Hadits (dengan harakat):

<p dir="rtl">حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ عَدِيُّ بْنُ ثَابِتٍ أَخْبَرَنِي قَالَ سَمِعْتُ الْبَرَاءَ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ لَمَّا مَاتَ إِبْرَاهِيمُ قَالَ " إِنَّ لَهُ مُرْضِعًا فِي الْجَنَّةِ ".</p>

Terjemahan: Dari Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda ketika Ibrahim (putra beliau) wafat: "Sesungguhnya ia memiliki seorang wanita penyusu (yang akan menyusuinya) di surga."

Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:

Allah ﷻ berfirman tentang kenikmatan surga yang telah disediakan:

<p dir="rtl">أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ</p>

"…yang telah disediakan untuk orang-orang yang bertakwa." (QS. Ali 'Imran [3]: 133)

Ayat ini menunjukkan bahwa surga telah diciptakan dan disiapkan. Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa surga telah diciptakan dan tidak akan binasa, sebagaimana disebutkan dalam banyak ayat dan hadits.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:

  1. Ibrahim adalah putra bungsu Nabi ﷺ dari istri beliau, Maria al-Qibthiyyah. Beliau wafat ketika masih kecil, belum genap berusia dua tahun. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa Ibrahim wafat pada bulan Rajab tahun ke-10 Hijriyah.
  2. Makna "مُرْضِعًا" (murdi'an) adalah wanita yang menyusui. Karena Ibrahim wafat dalam usia yang masih membutuhkan air susu, maka Allah ﷻ dengan rahmat dan karunia-Nya menyiapkan seorang wanita yang akan menyusuinya di surga sebagai bentuk penyempurnaan kenikmatan baginya. Ini menunjukkan bahwa Allah ﷻ tidak menyia-nyiakan hamba-Nya yang kecil, bahkan memberikan kenikmatan yang sempurna di akhirat.
  3. Hadits ini juga menjadi dalil bahwa surga itu telah diciptakan. Karena Nabi ﷺ mengabarkan adanya seorang wanita yang menyusui di dalam surga, maka ini menunjukkan surga sudah ada dan berpenghuni. Imam Al-Bukhari meletakkan hadits ini di bab yang menjelaskan bahwa surga telah diciptakan, sebagai bantahan terhadap kelompok yang mengingkari hal tersebut.
  4. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini adalah kabar gembira bagi orang tua yang kehilangan anak kecil. Anak yang wafat sebelum baligh akan mendapatkan rahmat Allah, dan orang tuanya pun akan mendapatkan keutamaan jika bersabar. Beliau juga menegaskan bahwa hadits ini menunjukkan kesempurnaan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
  5. Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya tentang kelembutan dan kabar gembira bagi orang yang bersabar atas musibah menyebutkan bahwa anak-anak kaum mukminin akan berada di surga, dan hadits tentang Ibrahim ini adalah salah satu dalilnya.
  6. Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang status anak-anak orang musyrik yang wafat sebelum baligh. Namun, untuk anak-anak kaum mukminin, para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah sepakat bahwa mereka berada di dalam surga berdasarkan dalil-dalil yang shahih, di antaranya hadits ini. Adapun anak-anak orang musyrik, terdapat perbedaan pendapat, namun pendapat yang kuat menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah adalah bahwa mereka berada di bawah kehendak Allah ﷻ, dan yang lebih tepat adalah mereka diuji pada hari kiamat sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih.

Story Telling

Ketika Ibrahim bin Nabi ﷺ wafat, Rasulullah ﷺ sangat bersedih. Air mata beliau mengalir. Lalu para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, engkau menangis?" Beliau menjawab, "Ini adalah rahmat (kasih sayang). Mataku menangis, hatiku bersedih, dan kami tidak mengucapkan kecuali apa yang diridhai Rabb kami. Sungguh, kami wahai Ibrahim, bersedih karena berpisah denganmu." (HR. Al-Bukhari no. 1303)

Dalam kesedihan itu, beliau tetap memberikan kabar gembira kepada umatnya bahwa putranya yang kecil akan mendapatkan seorang penyusu di surga. Ini menunjukkan bahwa kesedihan karena kehilangan orang yang dicintai adalah hal yang wajar dan tidak bertentangan dengan kesabaran, selama tidak disertai ucapan atau perbuatan yang tidak diridhai Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah bahwa surga itu benar-benar ada dan telah diciptakan oleh Allah ﷻ, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an dan hadits-hadits shahih.
  2. Bersabarlah ketika tertimpa musibah, terutama kehilangan anak. Kesedihan itu wajar, tetapi tetaplah mengucapkan kalimat yang diridhai Allah seperti Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.
  3. Berbahagialah dengan kabar gembira bahwa anak-anak kaum mukminin yang wafat sebelum baligh akan berada di surga dengan penjagaan Allah ﷻ.
  4. Jadikan hadits ini sebagai penguat keimanan kepada hal-hal ghaib, bahwa Allah ﷻ Maha Kuasa memberikan kenikmatan yang sempurna kepada siapa saja yang Dia kehendaki di surga-Nya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?