Bab Apa yang Dikatakan Mengenai Sifat Surga dan Bahwa Surga Itu Diciptakan
Shahih
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، قَالَ حَدَّثَنِي عُقَيْلٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ بَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ إِذْ قَالَ " بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ رَأَيْتُنِي فِي الْجَنَّةِ، فَإِذَا امْرَأَةٌ تَتَوَضَّأُ إِلَى جَانِبِ قَصْرٍ، فَقُلْتُ لِمَنْ هَذَا الْقَصْرُ فَقَالُوا لِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ، فَذَكَرْتُ غَيْرَتَهُ، فَوَلَّيْتُ مُدْبِرًا ". فَبَكَى عُمَرُ وَقَالَ أَعَلَيْكَ أَغَارُ يَا رَسُولَ اللَّهِ.
Diriwayatkan dari Abu Huraira: Sementara kami berada di hadapan Nabi, beliau berkata, "Ketika saya tidur, saya melihat diri saya di Surga dan di sana saya melihat seorang wanita berwudhu di samping sebuah istana, saya bertanya, 'Kepunyaan siapa istana ini?' Mereka menjawab, 'Untuk Umar bin Al-Khattab.' Maka saya teringat akan Ghairah Umar, dan saya segera pergi menjauh dari istana itu." (Ketika Umar mendengar ini dari Nabi), ia menangis dan berkata, "Apakah mungkin saya merasa Ghairah karena Anda, wahai Utusan Allah?"