Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan bahwa orang miskin yang sabar dan beriman akan menjadi mayoritas penghuni surga, sementara banyak wanita menjadi penghuni neraka karena sebab-sebab tertentu seperti banyak mengeluh, kufur terhadap suami, dan kurang bersyukur. Namun ini bukan berarti semua wanita masuk neraka, karena banyak juga wanita shalihah yang masuk surga. Hadits ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk memperbaiki iman, kesabaran, dan rasa syukur.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an terkait:
QS. Al-Baqarah [2]: 155
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar."
Hadits terkait:
Hadits riwayat Imran bin Husain radhiyallahu 'anhu, Shahih Al-Bukhari no. 3241, Kitab Permulaan Penciptaan, Bab Apa yang Dikatakan tentang Ciri-Ciri Surga dan Bahwa Surga itu Diciptakan.
Penjelasan ulama:
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (kitab syarah Shahih Al-Bukhari) menjelaskan bahwa yang dimaksud "mayoritas penghuni surga adalah orang miskin" karena mereka lebih sedikit memiliki hal-hal yang melalaikan dari akhirat, dan mereka lebih mudah bersabar serta tawakkal kepada Allah. Sedangkan tentang wanita, beliau menjelaskan bahwa banyak wanita masuk neraka karena mereka banyak mengutuk dan kufur terhadap kebaikan suami, sebagaimana dijelaskan dalam hadits lain.
Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim juga menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan orang miskin yang sabar dan beriman, serta peringatan bagi wanita agar menjaga lisan dan rasa syukur.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung dua berita penting dari Nabi ﷺ yang beliau sampaikan berdasarkan ilham atau penyaksian dari Allah:
Pertama: Mayoritas penghuni surga adalah orang-orang miskin.
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani (w. 852 H) dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa maksudnya adalah orang-orang miskin dari kalangan mukminin yang sabar atas kefakiran mereka dan tidak berbuat maksiat karenanya. Mereka lebih sedikit memiliki kesibukan duniawi sehingga lebih mudah beribadah dan lebih sedikit godaan untuk berbuat dosa besar seperti kesombongan dan kezaliman yang sering menimpa orang kaya.
Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah (w. 751 H) dalam Madarijus Salikin menjelaskan bahwa orang miskin yang bersabar memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah karena mereka diuji dengan kekurangan harta namun tetap beriman dan bersyukur. Beliau mengutip perkataan Al-Hasan al-Bashri: "Kami mendapati bahwa orang-orang miskin lebih dahulu masuk surga daripada orang kaya dengan selisih lima ratus tahun."
Namun perlu dipahami bahwa ini bukan berarti semua orang miskin otomatis masuk surga. Yang dimaksud adalah orang miskin yang beriman dan bersabar. Sebaliknya, orang kaya pun bisa masuk surga jika ia bersyukur dan menggunakan hartanya di jalan Allah.
Kedua: Mayoritas penghuni neraka adalah wanita.
Imam an-Nawawi (w. 676 H) dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa penyebabnya adalah karena banyak wanita yang memiliki dua sifat tercela: banyak mengutuk (melaknat) dan kufur terhadap kebaikan suami. Dalam hadits lain riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi ﷺ bersabda: "Aku melihat neraka, maka aku tidak pernah melihat pemandangan seperti itu sebelumnya. Aku melihat mayoritas penghuninya adalah wanita." Para sahabat bertanya: "Mengapa wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Karena mereka banyak mengutuk dan kufur terhadap suami."
Imam Ibn Rajab al-Hanbali (w. 795 H) dalam Jami'ul 'Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa yang dimaksud "kufur" di sini bukanlah kufur kepada Allah, tetapi kufur terhadap kebaikan dan pengorbanan suami. Banyak wanita yang melupakan kebaikan suami hanya karena satu kesalahan kecil, sehingga mereka tidak bersyukur.
Namun perlu ditegaskan bahwa ini bukan berarti semua wanita masuk neraka. Banyak wanita shalihah yang menjadi penghuni surga, seperti Khadijah, Aisyah, Fatimah, Maryam, dan Asiyah. Hadits ini adalah peringatan agar kaum wanita menjaga lisan, memperbanyak syukur, dan taat kepada Allah serta suami dalam kebaikan.
Story Telling
Diriwayatkan dari Imran bin Husain radhiyallahu 'anhu, beliau adalah seorang sahabat yang mulia. Suatu hari, Nabi ﷺ bersabda kepada para sahabat tentang hadits ini. Para sahabat pun merenungkan maknanya. Mereka melihat bahwa orang-orang miskin di kalangan mereka lebih bersemangat dalam beribadah dan lebih sedikit terikat dengan dunia. Sementara itu, para wanita yang hadir pun merasa khawatir. Maka Nabi ﷺ pun memberikan nasihat khusus kepada mereka agar memperbanyak sedekah, istigfar, dan bersyukur kepada suami.
Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam kitabnya bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda kepada para wanita: "Bersedekahlah kalian dan perbanyaklah istigfar, karena aku melihat kalian menjadi mayoritas penghuni neraka." Maka seorang wanita bertanya: "Mengapa kami menjadi mayoritas penghuni neraka?" Beliau menjawab: "Karena kalian banyak mengutuk dan kufur terhadap suami." (HR. Bukhari no. 304)
Kisah ini mengajarkan bahwa Islam sangat memperhatikan kaum wanita dan memberikan nasihat yang jelas agar mereka selamat dari neraka. Bukan untuk merendahkan, tetapi untuk membimbing.
Kesimpulan Praktis
- Bagi yang miskin: Bersabarlah dan jangan iri dengan orang kaya. Kesabaranmu bisa menjadi jalan menuju surga. Jangan sampai kefakiran membuatmu putus asa atau berbuat dosa.
- Bagi yang kaya: Bersyukurlah dan jangan sombong. Gunakan harta untuk kebaikan agar tidak termasuk dalam golongan yang lalai.
- Bagi kaum wanita: Jagalah lisan dari mengutuk dan mengeluh. Perbanyaklah bersyukur kepada Allah dan kepada suami atas kebaikan-kebaikannya. Perbanyak sedekah dan istigfar.
- Bagi semua: Jangan meremehkan orang miskin, dan jangan merendahkan wanita. Setiap orang memiliki potensi masuk surga jika beriman dan beramal shalih.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.