Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa setelah seseorang meninggal, ia akan diperlihatkan tempat kembalinya—surga atau neraka—setiap pagi dan sore, sebagai gambaran keadaan yang akan ia alami di alam barzakh. Ini menunjukkan bahwa surga dan neraka itu sudah diciptakan dan nyata, serta menjadi pengingat agar kita mempersiapkan diri dengan amal saleh.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Permulaan Penciptaan, Bab Apa yang Dikatakan tentang Sifat Surga dan Bahwa Surga Itu Diciptakan, dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma.
Teks hadits:
إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمْ فَإِنَّهُ يُعْرَضُ عَلَيْهِ مَقْعَدُهُ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ، فَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْلِ النَّارِ
Terjemahan: "Ketika salah satu dari kalian meninggal, maka ia akan diperlihatkan tempatnya baik di pagi hari maupun sore hari, dan jika ia termasuk penghuni surga, maka ia akan diperlihatkan tempatnya di surga, dan jika ia dari penghuni neraka, maka ia akan diperlihatkan tempatnya di neraka."
Dalil Al-Qur'an yang berkaitan:
QS. Al-Mu'minun [23]: 99-100
حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ ﴿٩٩﴾ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّا ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا ۖ وَمِن وَرَائِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ ﴿١٠٠﴾
Terjemahan: "Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: 'Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.' Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding (barzakh) sampai hari mereka dibangkitkan."
Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan adanya alam barzakh, yaitu masa antara kematian dan kebangkitan, di mana seseorang sudah mulai merasakan balasan amalnya.
Penjelasan Rinci
Hadits ini menerangkan salah satu keadaan di alam barzakh. Setelah ruh berpisah dari jasad, amal seseorang akan diperlihatkan kepadanya dalam bentuk tempatnya di surga atau neraka, dan ini terjadi setiap pagi dan sore. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa ini adalah bentuk penyiksaan atau kenikmatan bagi ruh sebelum hari kiamat, sebagai gambaran awal dari balasan yang akan diterima secara sempurna nanti.
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa surga dan neraka sudah diciptakan dan ada sekarang, bukan hanya akan diciptakan nanti. Ini juga menunjukkan bahwa ruh tetap memiliki kesadaran dan bisa merasakan kenikmatan atau siksa setelah kematian.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam kitabnya menjelaskan bahwa memperlihatkan tempat kepada ruh setiap pagi dan sore adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang beriman, agar ia merasa tenang dan rindu kepada surga, sekaligus peringatan bagi yang lalai agar segera bertaubat.
Para ulama seperti Imam Al-Bukhari, Imam Muslim, dan lainnya menegaskan bahwa hadits ini shahih dan menjadi dasar keyakinan Ahlus Sunnah tentang adanya nikmat dan siksa kubur. Imam Ibnul Qayyim dalam Ar-Ruh menjelaskan bahwa ruh orang mukmin akan merasakan kenikmatan, sedangkan ruh orang kafir atau ahli maksiat akan merasakan siksa, sesuai dengan amal perbuatannya.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, perawi hadits ini, adalah seorang sahabat yang sangat zuhud dan sering menangis ketika mengingat kematian. Beliau pernah berkata, "Jika seseorang mengetahui apa yang akan terjadi setelah kematian, ia tidak akan pernah tidur nyenyak." Ini menunjukkan betapa para sahabat sangat memahami hadits-hadits seperti ini dan menjadikannya sebagai pendorong untuk beramal saleh. (Disebutkan dalam kitab-kitab zuhud seperti Az-Zuhd karya Imam Ahmad dan Sifat Ash-Shafwah).
Kesimpulan Praktis
- Iman kepada alam barzakh: Meyakini bahwa setelah mati, ruh akan diperlihatkan tempatnya di surga atau neraka setiap pagi dan sore.
- Muhasabah diri: Gunakan waktu pagi dan sore untuk mengingat akhirat dan memperbaiki amal.
- Perbanyak amal saleh: Karena tempat di surga hanya diperuntukkan bagi orang yang beriman dan beramal saleh.
- Jauhi maksiat: Karena neraka adalah tempat yang diperlihatkan bagi orang yang durhaka.
- Doa: Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.