Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan keutamaan besar berinfak di jalan Allah dengan ikhlas. Barangsiapa yang menginfakkan dua jenis harta (misalnya dua kuda, dua unta, atau dua barang dari jenis apa pun) di jalan Allah, maka para penjaga surga akan memanggilnya dengan penuh keramahan untuk masuk ke dalam surga. Ini adalah kabar gembira yang sangat besar, dan Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu langsung meresponnya dengan keyakinan bahwa orang yang melakukan hal ini tidak akan pernah merugi. Nabi ﷺ pun mendoakan agar Abu Bakar termasuk di antara mereka.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Teks hadits yang Anda berikan adalah riwayat Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Awal Penciptaan, Bab Penyebutan Para Malaikat, no. 3216. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya.
Ayat Al-Qur'an yang Relevan:
Allah Ta'ala berfirman:
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
"Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah [2]: 261)
Kaitan dengan Ulama:
Para ulama dari kalangan salaf dan khalaf menjelaskan bahwa hadits ini adalah dalil tentang keberadaan malaikat penjaga surga yang bertugas memanggil orang-orang beriman yang layak masuk surga. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (syarah Shahih Bukhari) menjelaskan bahwa panggilan ini adalah bentuk penghormatan dan kabar gembira bagi mereka yang bersungguh-sungguh dalam berinfak. Beliau juga menukil perkataan ulama bahwa yang dimaksud "zaujain" (dua pasang) adalah dua ekor dari jenis hewan tunggangan, atau dua barang dari jenis harta apa pun yang diinfakkan.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa sabda Nabi ﷺ, "Man anfaqa zaujain fi sabilillah" (Barangsiapa menginfakkan dua pasang di jalan Allah), maknanya adalah barangsiapa menginfakkan dua ekor kuda, atau dua ekor unta, atau dua ekor sapi, atau dua helai pakaian, atau dua dirham, atau dua jenis harta apa pun yang dia miliki—semuanya masuk dalam keumuman lafaz ini. Ini menunjukkan bahwa Allah tidak membatasi pada jenis harta tertentu, tetapi yang terpenting adalah keikhlasan dan kesungguhan dalam berinfak.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam syarahnya menjelaskan bahwa kata "zaujain" dalam bahasa Arab berarti dua pasang atau dua dari jenis yang sama. Maka, jika seseorang menginfakkan dua ekor kuda, dua ekor unta, atau dua barang lain yang sejenis, maka dia termasuk dalam cakupan hadits ini. Namun, perlu digarisbawahi bahwa pahala yang disebutkan bukanlah terbatas hanya pada jumlah tersebut, melainkan ini adalah bentuk dorongan agar seorang muslim bersemangat untuk berinfak lebih banyak.
Yang lebih penting lagi, hadits ini menunjukkan bahwa para malaikat penjaga surga memanggil orang-orang mukmin yang berhak masuk surga. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa panggilan para malaikat ini adalah panggilan penghormatan dan kegembiraan. Mereka berkata, "Wahai fulan, kemarilah!" Ini adalah kabar gembira yang tiada tara bagi seorang hamba.
Kemudian, respon Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu sangat menarik. Beliau berkata, "Dzaka alladzi la tawa 'alaih" — orang yang seperti itu tidak akan binasa atau tidak akan merugi. Kata "tawa" berarti kerugian atau kebinasaan. Maksud Abu Bakar adalah orang yang telah dijamin masuk surga oleh para malaikat, maka dia tidak akan pernah celaka atau merugi selamanya.
Lalu, Nabi ﷺ menjawab dengan sabda yang sangat mulia, "Araju an takuna minhum" — "Saya berharap kamu termasuk di antara mereka." Ini adalah pujian dan doa dari Nabi ﷺ untuk Abu Bakar. Para ulama menjelaskan bahwa ini adalah salah satu keutamaan besar Abu Bakar yang disebutkan langsung oleh Nabi ﷺ. Bahkan, dalam riwayat lain disebutkan bahwa Abu Bakar adalah orang yang paling banyak berinfak di jalan Allah, hingga Nabi ﷺ bersabda, "Tidaklah harta Abu Bakar bermanfaat bagiku sebagaimana manfaat harta Abu Bakar." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah Ta'ala tidak akan menyia-nyiakan amal hamba-Nya yang ikhlas. Setiap infak yang dikeluarkan karena Allah, sekecil apa pun, akan dibalas dengan balasan yang berlipat ganda. Dan panggilan para malaikat ini adalah salah satu bentuk balasan yang Allah siapkan bagi mereka yang bersungguh-sungguh dalam ketaatan.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu adalah sahabat yang paling dermawan. Pada peristiwa Tabuk, ketika Nabi ﷺ meminta para sahabat untuk berinfak, Umar bin Khattab berkata, "Hari ini aku akan mengalahkan Abu Bakar." Maka Umar membawa separuh hartanya. Lalu Abu Bakar membawa seluruh hartanya. Nabi ﷺ bertanya kepada Abu Bakar, "Apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?" Abu Bakar menjawab, "Aku tinggalkan untuk mereka Allah dan Rasul-Nya." Maka Umar pun berkata, "Demi Allah, aku tidak akan pernah bisa mengalahkannya dalam kebaikan selamanya." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)
Kisah ini menunjukkan bahwa Abu Bakar adalah orang yang paling layak mendapatkan doa Nabi ﷺ dalam hadits di atas. Beliau tidak pernah ragu untuk mengorbankan hartanya di jalan Allah, dan Allah pun membalasnya dengan kemuliaan di dunia dan akhirat.
Kesimpulan Praktis
- Bersemangatlah untuk berinfak di jalan Allah, baik dengan harta yang banyak maupun sedikit, karena Allah melihat keikhlasan hati, bukan jumlahnya.
- Jadikan infak sebagai kebiasaan, bukan hanya saat lapang, tetapi juga saat sempit, karena infak di jalan Allah akan menjadi saksi kebaikan bagi kita di akhirat.
- Teladani Abu Bakar ash-Shiddiq yang tidak pernah ragu memberikan seluruh hartanya karena cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya.
- Yakinlah bahwa orang yang berinfak di jalan Allah tidak akan pernah merugi, baik di dunia maupun di akhirat, karena Allah Maha Membalas dan tidak akan menyia-nyiakan amal hamba-Nya.
- Perbanyak doa agar Allah menjadikan kita termasuk golongan yang dipanggil oleh para malaikat penjaga surga.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.