Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ mengizinkan Hassan bin Tsabit radhiyallahu 'anhu untuk membalas syair-syair kaum musyrikin yang mencela Islam, dan beliau mengabarkan bahwa Jibril 'alaihissalam menyertainya. Ini menunjukkan bolehnya membela agama dengan syair yang benar, serta kemuliaan Hassan karena didukung malaikat Jibril. Namun ini bukan izin untuk mencaci sembarangan, melainkan membela kebenaran dengan cara yang dibenarkan syariat.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Penciptaan (Bad'ul Khalq), Bab Penyebutan Malaikat, no. 3213, dari Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu.
Teks hadits:
حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ، عَنِ الْبَرَاءِ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ ﷺ لِحَسَّانَ " اهْجُهُمْ ـ أَوْ هَاجِهِمْ ـ وَجِبْرِيلُ مَعَكَ "
Terjemahan: "Telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Umar, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Adi bin Tsabit, dari Al-Bara' radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Nabi ﷺ berkata kepada Hassan: 'Hujatlah mereka — atau seranglah mereka — dan Jibril bersamamu.'"
Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan syair dan pembelaan:
وَالشُّعَرَاءُ يَتَّبِعُهُمُ الْغَاوُونَ ۞ أَلَمْ تَرَ أَنَّهُمْ فِي كُلِّ وَادٍ يَهِيمُونَ ۞ وَأَنَّهُمْ يَقُولُونَ مَا لَا يَفْعَلُونَ ۞ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَذَكَرُوا اللَّهَ كَثِيرًا وَانتَصَرُوا مِن بَعْدِ مَا ظُلِمُوا ۚ
QS. Asy-Syu'ara' [26]: 224–227
Terjemahan ringkas: "Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat... kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, banyak mengingat Allah, dan mereka membela diri setelah dizalimi."
Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini mengecualikan para penyair mukmin seperti Hassan bin Tsabit, Ka'ab bin Malik, dan Abdullah bin Rawahah yang menggunakan syair untuk membela Islam dan menjawab serangan kaum musyrikin.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting:
Pertama: Bolehnya membela agama dengan syair yang benar.
Imam Al-Bukhari menempatkan hadits ini dalam Kitab Penciptaan, Bab Penyebutan Malaikat, yang menunjukkan kaitan antara dukungan Jibril dan pembelaan terhadap agama. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa penyebutan Jibril di sini menunjukkan bahwa pembelaan Hassan terhadap Nabi ﷺ adalah pembelaan yang diridhai Allah, sehingga malaikat pun mendukungnya.
Kedua: Kemuliaan Hassan bin Tsabit radhiyallahu 'anhu.
Hassan adalah penyair Rasulullah ﷺ. Dalam riwayat lain di Shahih Al-Bukhari dan Muslim, Nabi ﷺ bersabda: "Ya Allah, dukunglah Hassan dengan Ruhul Qudus (Jibril)." Ini menunjukkan kedudukan tinggi Hassan karena lisan beliau digunakan untuk membela wahyu.
Ketiga: Syair bukanlah tujuan, melainkan sarana.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya menjelaskan bahwa syair itu seperti pedang: bisa digunakan untuk kebaikan atau keburukan. Jika untuk membela kebenaran dan menjawab kezaliman, maka itu terpuji. Jika untuk mencela tanpa hak atau memuji kebatilan, maka tercela.
Keempat: Perbedaan pendapat tentang kata "هَاجِهِمْ".
Sebagian ulama menjelaskan bahwa kata ini berarti "seranglah mereka dengan syair" atau "balaslah celaan mereka". Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa maknanya adalah membalas syair-syair mereka yang mencela Islam, bukan memulai permusuhan.
Kelima: Adab dalam membela agama.
Para ulama seperti Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa membela agama harus dengan cara yang benar, tidak dengan kebohongan atau celaan yang berlebihan. Yang dibela adalah kebenaran, bukan ego pribadi.
Story Telling
Dikisahkan bahwa kaum musyrikin Quraisy sering melontarkan syair-syair yang mencela Nabi ﷺ dan Islam. Mereka menggunakan penyair-penyair mereka seperti Abdullah bin Ziba'ra dan Amr bin Al-'As sebelum masuk Islam untuk menyerang dakwah.
Maka Nabi ﷺ memerintahkan Hassan bin Tsabit, Abdullah bin Rawahah, dan Ka'ab bin Malik untuk membalas. Hassan berdiri di atas mimbar dan melontarkan syair-syair yang membela Nabi ﷺ. Dalam sebuah riwayat, Nabi ﷺ berkata kepada Hassan: "Bagaimana engkau akan mencela mereka, sedangkan aku berasal dari mereka?" Hassan menjawab: "Aku akan mengeluarkan engkau dari mereka seperti mengeluarkan rambut dari adonan."
Imam Ibnu Katsir menyebutkan bahwa syair-syair Hassan ini sangat kuat hingga mengguncang kaum musyrikin, dan Jibril 'alaihissalam benar-benar mendukungnya sebagaimana sabda Nabi ﷺ.
Hikmahnya: ketika lisan digunakan untuk membela kebenaran, Allah akan menguatkannya, bahkan dengan dukungan yang tidak terlihat.
Kesimpulan Praktis
- Gunakan lisan untuk membela kebenaran, bukan untuk mencela tanpa hak.
- Syair, tulisan, atau media apa pun bisa menjadi sarana dakwah jika diniatkan untuk membela Islam.
- Jangan memulai permusuhan, tetapi boleh membalas kezaliman dengan cara yang benar.
- Yakinlah bahwa Allah mendukung hamba-Nya yang membela agama-Nya dengan ikhlas.
- Teladani Hassan bin Tsabit dalam keberanian membela Nabi ﷺ dengan bakat yang dimiliki.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.