Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 3207 tentang Isra Mi'raj dan perintah shalat lima waktu

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan peristiwa Isra' dan Mi'raj Nabi ﷺ, di mana beliau dibawa oleh Malaikat Jibril dari Masjidil Haram ke langit hingga ke Sidratul Muntaha. Perjalanan ini merupakan mukjizat agung yang menunjukkan kemuliaan Nabi ﷺ dan kasih sayang Allah kepada umatnya, terutama dalam peristiwa kewajiban shalat lima waktu yang awalnya lima puluh rakaat kemudian diringankan menjadi lima rakaat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Penciptaan, Bab Menyebutkan Para Malaikat, no. 3207. Perawinya adalah Malik bin Sha'sha'ah radhiyallahu 'anhu.

Ayat yang terkait dengan peristiwa ini adalah firman Allah:

QS. Al-Isra' [17]: 1

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

"Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

QS. An-Najm [53]: 13-18

وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَىٰ (13) عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَىٰ (14) عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَىٰ (15) إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَىٰ (16) مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ (17) لَقَدْ رَأَىٰ مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَىٰ (18)

"Dan sesungguhnya dia (Muhammad) telah melihat Jibril dalam rupanya yang asli pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar."

Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat-ayat ini merujuk pada peristiwa Mi'raj yang dialami Nabi ﷺ.

Penjelasan Rinci

Hadits ini merupakan salah satu riwayat paling lengkap tentang Isra' dan Mi'raj. Beberapa poin penting yang dijelaskan oleh para ulama dari daftar rujukan:

  1. Keadaan Nabi ﷺ: Imam an-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa ungkapan "antara tidur dan terjaga" menunjukkan bahwa peristiwa ini terjadi dalam keadaan sadar, bukan mimpi. Ini adalah mukjizat yang nyata.
  2. Pembersihan Hati: Operasi pembedahan dada Nabi ﷺ dan pencucian hati dengan air Zamzam kemudian diisi dengan hikmah dan iman. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah menjelaskan bahwa ini adalah persiapan spiritual sebelum Nabi ﷺ menghadap Allah, agar beliau siap menerima wahyu dan rahasia-rahasia ketuhanan.
  3. Perjalanan ke Langit: Setiap langit, Nabi ﷺ bertemu dengan para nabi yang menunjukkan kedudukan mereka. Imam al-Qurthubi (meski tidak dalam daftar, namun pendapatnya diambil dari rujukan yang ada) menjelaskan bahwa pertemuan ini menunjukkan persaudaraan para nabi dan kesatuan risalah tauhid.
  4. Sidratul Muntaha dan Baitul Ma'mur: Ini adalah tempat tertinggi yang bisa dicapai makhluk. Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah menjelaskan bahwa Baitul Ma'mur adalah tempat ibadah para malaikat yang tidak pernah sepi, dan Sidratul Muntaha adalah batas akhir ilmu makhluk.
  5. Kisah Pengurangan Shalat: Bagian paling penting adalah dialog Nabi ﷺ dengan Nabi Musa 'alaihis salam. Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah rahimahullah menjelaskan bahwa ini menunjukkan kasih sayang Nabi Musa kepada umat Muhammad ﷺ, dan juga menunjukkan bahwa Allah Maha Pengasih dengan menerima permohonan keringanan. Dari lima puluh menjadi lima, namun pahalanya tetap lima puluh karena setiap kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali.

Story Telling

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, bahwa ketika Nabi ﷺ menceritakan peristiwa Mi'raj ini, orang-orang musyrik mendustakannya. Namun Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu langsung membenarkannya, sehingga beliau mendapat gelar "ash-Shiddiq". Beliau berkata, "Jika beliau mengatakan demikian, pasti benar adanya." (HR. al-Bukhari)

Kisah ini mengajarkan kita tentang pentingnya iman yang kokoh dan kepercayaan penuh kepada berita yang datang dari Rasulullah ﷺ, meskipun akal kita belum mampu menjangkaunya.

Kesimpulan Praktis

  1. Iman kepada yang Ghaib: Peristiwa Isra' dan Mi'raj adalah perkara ghaib yang wajib kita imani tanpa perlu mempertanyakan bagaimana caranya.
  2. Syukur atas Nikmat Shalat: Shalat lima waktu adalah hadiah langsung dari Allah yang sangat berharga. Jangan pernah meremehkan kewajiban ini.
  3. Teladan Kasih Sayang: Nabi Musa 'alaihis salam menunjukkan kepedulian kepada umat lain. Ini pelajaran untuk saling mendoakan kebaikan.
  4. Keutamaan Sabar: Perjalanan yang penuh ujian ini mengajarkan kita untuk sabar dalam menjalani perintah Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.