Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 3194 tentang Rahmat Allah mengalahkan murka-Nya dalam penciptaan

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar yang sangat agung dan menenangkan hati. Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa sebelum atau ketika Allah menciptakan makhluk, Allah telah menulis dalam kitab yang ada di sisi-Nya di atas 'Arsy bahwa rahmat-Nya mengalahkan murka-Nya. Ini menunjukkan bahwa rahmat Allah adalah sifat yang mendominasi dan menjadi dasar perlakuan-Nya kepada makhluk, serta memberikan harapan besar bagi hamba-Nya untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Bad'ul Khalq (Permulaan Penciptaan), Bab "Ma Ja'a fi Qaulillahi Ta'ala: Wa Huwal Ladzi Yabda'ul Khalqa Tsumma Yu'iduhu" (Bab Apa yang Dikatakan dalam Firman Allah Ta'ala: Dan Dia-lah yang Memulai Penciptaan, kemudian mengulanginya), no. 3194, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Dalil Al-Qur'an yang Terkait:

Allah Ta'ala berfirman:

كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَىٰ نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ

"Rabbmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang (rahmat)." (QS. Al-An'am [6]: 54)

Ayat ini sangat erat kaitannya dengan hadits di atas. Allah menetapkan rahmat sebagai sifat yang pasti bagi diri-Nya, dan ini ditegaskan pula oleh sabda Nabi ﷺ dalam hadits yang sedang kita bahas.

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (kitab syarah Shahih Al-Bukhari) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan penetapan sifat rahmat bagi Allah dan bahwa rahmat-Nya mendahului murka-Nya. Beliau juga menyebutkan bahwa penulisan ini adalah penulisan qadha' (ketetapan) yang telah lampau dan tidak berubah.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin dan kitab-kitabnya menjelaskan bahwa hadits ini adalah dalil bahwa rahmat Allah sangat luas dan mendominasi. Beliau menekankan bahwa seorang hamba tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah, karena rahmat-Nya mengalahkan murka-Nya.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa poin penting dari hadits ini:

1. Makna "Ketika Allah menyelesaikan penciptaan" (لَمَّا قَضَى اللَّهُ الْخَلْقَ)

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa maknanya adalah ketika Allah selesai menciptakan makhluk, atau bisa juga bermakna ketika Allah menetapkan dan menentukan urusan penciptaan. Ini menunjukkan bahwa penulisan rahmat ini terjadi setelah penciptaan secara keseluruhan, sebagai bentuk ketetapan yang kekal.

2. Makna "Menulis dalam Kitab-Nya yang ada di sisi-Nya di atas 'Arsy"

Ini menunjukkan bahwa Allah memiliki kitab (catatan) yang berada di sisi-Nya, di atas 'Arsy, yang berisi ketetapan-ketetapan-Nya. Ini adalah kitab al-Mahfuzh atau catatan takdir. Penulisan ini bukan seperti tulisan makhluk, tetapi ini adalah kabar tentang ketetapan Allah yang telah lampau dan pasti terjadi.

3. Makna "Rahmat-Ku mengalahkan Murka-Ku" (إِنَّ رَحْمَتِي غَلَبَتْ غَضَبِي)

Para ulama menjelaskan bahwa ini adalah kabar tentang sifat Allah yang mulia. Rahmat Allah mendominasi dan mengalahkan murka-Nya. Ini bukan berarti murka Allah tidak ada, tetapi rahmat-Nya lebih luas dan lebih dahulu.

  • Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam kitab-kitabnya menjelaskan bahwa rahmat Allah mendahului murka-Nya dalam penciptaan, dalam takdir, dalam perintah, dan dalam balasan. Rahmat adalah sifat yang selalu menyertai Allah dalam segala perbuatan-Nya.
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa rahmat Allah meliputi segala sesuatu, dan murka-Nya hanya ditujukan kepada orang-orang yang berhak menerimanya karena kekafiran dan kemaksiatan mereka.

4. Pelajaran Aqidah dari Hadits Ini

Hadits ini menetapkan sifat ar-Rahmah (kasih sayang) dan al-Ghadhab (murka) bagi Allah Ta'ala, sesuai dengan keagungan-Nya, tanpa menyerupakan dengan makhluk dan tanpa menolak maknanya. Ini adalah madzhab Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang dipegang oleh para ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal, Al-Bukhari, dan ulama-ulama setelahnya.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Ketika Allah menetapkan penciptaan, Dia menulis di sisi-Nya di atas 'Arsy: 'Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku.'" (HR. Al-Bukhari)

Dalam riwayat lain yang juga shahih, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya Allah menciptakan rahmat pada hari Dia menciptakannya menjadi seratus rahmat. Dia menahan di sisi-Nya sembilan puluh sembilan rahmat, dan mengirim ke bumi satu rahmat. Dengan satu rahmat inilah seluruh makhluk saling menyayangi, sehingga seekor kuda mengangkat kakinya karena khawatir mengenai anaknya." (HR. Muslim)

Kisah ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah. Satu rahmat yang diturunkan ke bumi saja sudah cukup untuk membuat seluruh makhluk saling berkasih sayang, lalu bagaimana dengan sembilan puluh sembilan rahmat yang masih di sisi-Nya? Ini adalah harapan besar bagi kita untuk terus berbaik sangka kepada Allah dan tidak berputus asa dari rahmat-Nya.

Kesimpulan Praktis

Berikut poin-poin yang bisa kita amalkan dari hadits ini:

  1. Berbaik sangka kepada Allah - Yakinlah bahwa rahmat Allah lebih besar daripada murka-Nya, sehingga kita tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah, betapa pun besar dosa kita.
  2. Tidak berputus asa dari rahmat Allah - Allah sendiri yang mengabarkan bahwa rahmat-Nya mengalahkan murka-Nya, maka jangan pernah merasa bahwa dosa kita terlalu besar untuk diampuni.
  3. Meneladani sifat rahmat - Sebagai hamba yang beriman, kita juga harus menumbuhkan sifat kasih sayang kepada sesama makhluk, sebagaimana Allah mencurahkan rahmat-Nya kepada seluruh makhluk-Nya.
  4. Menjauhi sebab-sebab murka Allah - Meskipun rahmat Allah luas, kita tetap harus menjauhi kemaksiatan yang bisa mendatangkan murka-Nya, karena murka Allah itu nyata dan akan menimpa orang-orang yang layak menerimanya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.