Shahih Al-Bukhari · Kitab Kewajiban Khums · No. 3153

Bab Apa yang Didapat dari Makanan di Tanah Perang

Shahih

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ حُمَيْدِ بْنِ هِلاَلٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُغَفَّلٍ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ كُنَّا مُحَاصِرِينَ قَصْرَ خَيْبَرَ، فَرَمَى إِنْسَانٌ بِجِرَابٍ فِيهِ شَحْمٌ، فَنَزَوْتُ لآخُذَهُ، فَالْتَفَتُّ فَإِذَا النَّبِيُّ ﷺ فَاسْتَحْيَيْتُ مِنْهُ‏.‏

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mughaffal bahwa ketika kami mengepung benteng Khaibar, seorang lelaki melemparkan sebuah wadah kulit yang berisi lemak, dan aku berlari untuk mengambilnya, tetapi ketika aku berbalik, aku melihat Nabi ﷺ berdiri di belakangku, maka aku merasa malu di hadapannya.