Shahih Al-Bukhari · Kitab Kewajiban Khumus · No. 3096

Bab Nafkah Istri-istri Nabi setelah Wafatnya

Shahih

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ ‏"‏ لاَ يَقْتَسِمُ وَرَثَتِي دِينَارًا، مَا تَرَكْتُ بَعْدَ نَفَقَةِ نِسَائِي وَمَئُونَةِ عَامِلِي فَهْوَ صَدَقَةٌ ‏"‏‏.‏

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf, telah mengabarkan kepada kami Malik, dari Abu Az-Zinad, dari Al-A'raj, dari Abu Hurairah رضي الله عنه bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Para ahli warisku tidak boleh mengambil satu Dinar pun (yakni, apapun dari hartaku), dan apa yang aku tinggalkan, kecuali pengeluaran untuk istriku dan biaya pekerjaku, maka itu adalah sedekah."