Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menceritakan peristiwa ketika Nabi ﷺ bersama Ubay bin Ka'b menemui Ibn Sayyad (seorang anak yang diduga memiliki ciri-ciri Dajjal) untuk menyelidiki keadaannya. Nabi ﷺ menyembunyikan diri di balik pohon kurma agar dapat mendengar sesuatu darinya sebelum ia menyadari kedatangan beliau. Namun ibunya memanggil Ibn Sayyad sehingga ia terbangun, dan Nabi ﷺ bersabda bahwa seandainya dibiarkan, ia akan mengungkapkan hakikatnya. Kemudian Nabi ﷺ menyampaikan peringatan tentang Dajjal kepada kaumnya, menegaskan bahwa Dajjal itu buta sebelah matanya sedangkan Allah tidak buta sebelah.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan Dajjal dan tanda-tanda kiamat:
QS. Al-An'am [6]: 158
وَهَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا أَن تَأْتِيَهُمُ الْمَلَائِكَةُ أَوْ يَأْتِيَ رَبُّكَ أَوْ يَأْتِيَ بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ ۗ يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِن قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا ۗ قُلِ انتَظِرُوا إِنَّا مُنتَظِرُونَ
Terjemahan: "Tidaklah mereka menunggu-nunggu kecuali kedatangan malaikat-malaikat kepada mereka, atau kedatangan Tuhanmu, atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau yang belum mengerjakan kebaikan dalam imannya. Katakanlah, 'Tunggulah! Sesungguhnya kami pun termasuk yang menunggu.'"
Hadits terkait dari kitab shahih:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Jihad dan Perang, Bab Bagaimana Islam Diajarkan kepada Anak, dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma.
Hadits lain yang berkaitan, juga dari Shahih Muslim, dari Abdullah bin Umar, bahwa Nabi ﷺ bersabda tentang Dajjal:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَخْفَى عَلَيْكُمْ، إِنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِأَعْوَرَ
" Sesungguhnya Allah tidak tersembunyi dari kalian. Sesungguhnya Allah tidak buta sebelah."
Kaitan dengan ulama:
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan hadits ini secara panjang lebar, termasuk hikmah Nabi ﷺ menyelidiki Ibn Sayyad dan makna sabda beliau tentang mata Dajjal.
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan hadits-hadits tentang Dajjal dan fitnahnya.
- Ibn Katsir dalam An-Nihayah fil Fitan wal Malahim membahas tanda-tanda kiamat besar termasuk Dajjal.
Penjelasan Rinci
Latar belakang peristiwa:
Ibn Sayyad (nama lengkapnya Abdullah bin Sa'id, dikenal juga sebagai Ibn Shayyad) adalah seorang anak Yahudi dari Madinah yang menunjukkan tanda-tanda luar biasa sejak kecil. Sebagian sahabat menduga ia adalah Dajjal itu sendiri, namun Nabi ﷺ sendiri tidak memastikan hal itu. Dalam hadits ini, Nabi ﷺ bersama Ubay bin Ka'b pergi ke kebun kurma tempat Ibn Sayyad berada untuk menyelidiki keadaannya secara langsung.
Hikmah Nabi ﷺ menyembunyikan diri:
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa Nabi ﷺ bersembunyi di balik batang pohon kurma karena ingin mendengar ucapan Ibn Sayyad tanpa ia sadari, agar dapat menilai apakah ia benar-benar memiliki ciri-ciri Dajjal atau tidak. Ini menunjukkan kehati-hatian Nabi ﷺ dalam menyelidiki suatu perkara sebelum memutuskan.
Sabda Nabi ﷺ: "Seandainya wanita ini membiarkannya":
Ketika ibu Ibn Sayyad memanggil anaknya dengan nama "Wahai Saf!", Ibn Sayyad terbangun dan menyadari kedatangan Nabi ﷺ. Nabi ﷺ bersabda bahwa seandainya ibunya membiarkan Ibn Sayyad tetap dalam keadaannya (setengah tidur, berbicara dalam keadaan tidak sadar penuh), maka ia akan mengungkapkan hakikat dirinya. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa dalam keadaan antara tidur dan jaga, seseorang kadang mengucapkan hal-hal yang tersembunyi dalam dirinya.
Peringatan tentang Dajjal:
Nabi ﷺ kemudian berdiri di hadapan manusia dan menyampaikan peringatan tentang Dajjal. Beliau menegaskan beberapa hal penting:
- Setiap nabi telah memperingatkan kaumnya tentang Dajjal, termasuk Nabi Nuh 'alaihissalam.
- Namun Nabi ﷺ menambahkan satu hal yang belum pernah disampaikan nabi sebelumnya: bahwa Dajjal itu buta sebelah matanya, sedangkan Allah tidak buta sebelah.
Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa penekanan "Allah tidak buta sebelah" adalah untuk menolak keyakinan sesat yang mungkin timbul, yaitu menganggap Dajjal sebagai Tuhan. Karena Dajjal memiliki cacat (buta sebelah), sedangkan Allah Mahasempurna dan tidak memiliki cacat apapun.
Perbedaan pendapat tentang Ibn Sayyad:
Di kalangan sahabat, ada yang menduga Ibn Sayyad adalah Dajjal dan ada yang tidak. Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma sendiri pernah menyatakan bahwa ia tidak memastikan hal itu. Ibnu Hajar menyimpulkan bahwa Nabi ﷺ sendiri tidak pernah memastikan apakah Ibn Sayyad adalah Dajjal atau bukan, dan yang paling kuat adalah bahwa Ibn Sayyad bukanlah Dajjal Akbar yang akan muncul di akhir zaman, melainkan ia adalah salah satu dari para pendusta (dajjal kecil) yang muncul sebelum Dajjal Akbar.
Story Telling
Dikisahkan bahwa setelah peristiwa ini, Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma tetap memperhatikan keadaan Ibn Sayyad. Suatu ketika Ibn Umar bertemu Ibn Sayyad di jalan dan berkata kepadanya sesuatu yang membuat Ibn Sayyad marah. Ibn Sayyad lalu berkata kepada Ibn Umar, "Aku telah diberi tahu bahwa engkau termasuk orang yang berilmu." Ibn Umar pun memukulnya dengan tongkat dan berkata, "Pergilah dari sini, engkau tidak akan pernah bisa melampaui derajatmu."
Dalam riwayat lain, Ibn Umar pernah bertanya kepada Nabi ﷺ tentang Ibn Sayyad, dan Nabi ﷺ menjawab bahwa beliau tidak memastikan keadaannya. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tanda-tanda yang mencurigakan, Nabi ﷺ tetap tidak menghukumi seseorang secara pasti tanpa bukti yang jelas.
Hikmah dari kisah ini: seorang Muslim hendaknya berhati-hati dalam menilai seseorang, tidak tergesa-gesa menghukumi, dan selalu mengembalikan perkara yang belum jelas kepada ilmu dan bukti.
Kesimpulan Praktis
- Berhati-hati dalam menyelidiki perkara: Nabi ﷺ mengajarkan kita untuk menyelidiki suatu perkara dengan cara yang bijak, tidak tergesa-gesa, dan berdasarkan bukti yang jelas.
- Iman kepada hari akhir dan tanda-tandanya: Percaya kepada Dajjal sebagai salah satu tanda kiamat besar adalah bagian dari iman kepada yang ghaib. Setiap Muslim wajib meyakini kedatangan Dajjal dan berusaha berlindung dari fitnahnya.
- Mengenal Allah dengan benar: Penegasan Nabi ﷺ bahwa "Allah tidak buta sebelah" mengajarkan kita untuk mengenal Allah dengan sifat-sifat kesempurnaan-Nya, dan tidak tertipu oleh fitnah Dajjal yang mungkin menyerupai mukjizat.
- Berlindung dari fitnah Dajjal: Hendaknya memperbanyak doa yang diajarkan Nabi ﷺ, terutama membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, dan berlindung kepada Allah dari fitnah Dajjal.
- Tidak menghukumi seseorang tanpa bukti: Sebagaimana Nabi ﷺ tidak memastikan keadaan Ibn Sayyad, kita pun hendaknya tidak tergesa-gesa menghukumi seseorang hanya berdasarkan dugaan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.