Penjelasan Hadits Bukhari No. 3023 tentang Kebolehan membunuh musuh saat tidur dalam perang

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan tentang pengiriman pasukan kecil oleh Rasulullah ﷺ untuk membunuh Abu Rafi', seorang tokoh Yahudi yang sangat memusuhi Islam dan menjadi provokator perang. Abdullah bin Atik berhasil masuk ke rumahnya di malam hari dan membunuhnya saat tidur. Hadits ini menunjukkan bahwa dalam kondisi perang, membunuh musuh yang tidur diperbolehkan, karena mereka adalah pihak yang memerangi kaum muslimin. Ini adalah bagian dari strategi perang yang disyariatkan, bukan tindakan pembunuhan di luar hukum.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Shahih Al-Bukhari, Kitab Al-Jihad wa As-Siyar (Buku Jihad dan Perang), Bab Qatl An-Na'im (Bab Membunuh Musyrik yang Tidur), no. 3023, dari sahabat Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhuma.

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

QS. Al-Anfal [8]: 39

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ ۚ فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

"Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah (syirik), dan agama itu hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti (dari memusuhi Islam), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan."

Penjelasan Ulama:

Imam Ibnu Hajar Al-'Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya membunuh musuh yang sedang tidur dalam peperangan, karena Abu Rafi' adalah tokoh Yahudi yang aktif memprovokasi dan mengumpulkan pasukan untuk memerangi kaum muslimin. Beliau juga menukil perkataan Al-Khaththabi bahwa ini adalah bentuk ghilah (serangan mendadak) yang dibolehkan terhadap musuh yang kafir harbi (yang memerangi Islam).

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah memahami hadits ini dalam konteks peperangan yang sah. Abu Rafi' (Sallam bin Abi Al-Haqiq) adalah seorang pemimpin Yahudi Bani Nadhir yang setelah diusir dari Madinah, ia menetap di Khaibar dan menjadi salah satu tokoh yang menghasut suku-suku Arab untuk memerangi Rasulullah ﷺ. Ia juga mendukung pasukan Ahzab (sekutu) dalam Perang Khandaq.

Karena itu, Rasulullah ﷺ mengutus sekelompok sahabat dari kalangan Anshar untuk menyingkirkannya. Di antara mereka adalah Abdullah bin Atik, Al-Bara' bin 'Azib, dan lainnya. Abdullah bin Atik masuk ke rumah Abu Rafi' pada malam hari dan membunuhnya saat ia tidur.

Poin-poin penting dari pemahaman ulama:

  1. Konteks Perang: Tindakan ini terjadi dalam konteks peperangan yang sedang berlangsung antara kaum muslimin dan musuh-musuh mereka. Abu Rafi' bukan orang sipil yang tidak terlibat, melainkan tokoh kunci yang memicu permusuhan dan menggalang kekuatan melawan Islam.
  2. Bolehnya Membunuh Musuh yang Tidur: Imam Ibnu Hajar Al-'Asqalani menjelaskan bahwa para ulama sepakat (ijma') tentang bolehnya membunuh musuh kafir harbi dalam keadaan tidur, karena ia tetap menjadi sasaran yang sah selama peperangan berlangsung. Ini bukan pembunuhan di luar hukum, melainkan bagian dari strategi perang.
  3. Tidak Ada Unsur Khianat: Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa membunuh musuh yang sedang tidur atau lengah dalam peperangan bukanlah bentuk khianat, karena perang itu sendiri adalah upaya untuk mengalahkan musuh dengan segala cara yang dibenarkan syariat. Yang dilarang adalah khianat terhadap perjanjian damai, bukan menyerang musuh yang sedang lengah.
  4. Pelajaran dari Kisah Ini: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin pernah menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan kebolehan menggunakan strategi dan taktik dalam perang, termasuk serangan mendadak di malam hari, selama tidak melanggar larangan syariat seperti membunuh wanita, anak-anak, dan orang yang tidak ikut berperang.
  5. Perbedaan dengan Terorisme: Penting untuk dipahami bahwa tindakan ini tidak bisa dijadikan dalih untuk aksi teror atau pembunuhan di luar konteks perang yang sah. Dalam Islam, membunuh jiwa yang dilindungi (seperti warga sipil yang tidak berperang) adalah dosa besar. Tindakan Abdullah bin Atik adalah operasi militer yang sah terhadap tokoh musuh yang aktif memerangi Islam, bukan aksi pembunuhan tanpa dasar.

Story Telling

Dari kisah ini, kita bisa mengambil pelajaran tentang keberanian dan kecerdasan para sahabat dalam menjalankan tugas. Abdullah bin Atik radhiyallahu 'anhu dengan berani masuk ke rumah musuh di malam hari, padahal ia tahu risikonya sangat besar. Namun ia melakukannya karena ketaatan kepada Rasulullah ﷺ dan kecintaannya kepada Islam.

Setelah berhasil membunuh Abu Rafi', Abdullah bin Atik keluar dari rumah tersebut dan hendak kembali ke tempat pasukannya. Namun karena gelap, ia terjatuh ke dalam lubang dan kakinya patah. Ia tetap bersabar dan akhirnya sampai ke tempat pasukannya. Ketika mereka kembali dan melaporkan kepada Rasulullah ﷺ, beliau mendoakan kebaikan untuk mereka.

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa perjuangan menegakkan Islam membutuhkan pengorbanan dan keberanian. Namun semua itu harus dilakukan dalam koridor syariat, bukan dengan cara-cara yang melampaui batas.

Kesimpulan Praktis

  1. Memahami konteks hadits: Hadits ini berbicara tentang operasi militer terhadap tokoh musuh yang aktif memerangi Islam, bukan pembunuhan tanpa dasar.
  2. Bolehnya strategi perang: Dalam peperangan yang sah, kaum muslimin boleh menggunakan strategi termasuk serangan mendadak di malam hari terhadap musuh yang sedang lengah.
  3. Tidak boleh disalahgunakan: Hadits ini tidak bisa dijadikan dalih untuk aksi teror atau pembunuhan terhadap orang-orang yang tidak terlibat dalam peperangan.
  4. Meneladani keberanian sahabat: Kita bisa meneladani keberanian dan kecerdasan para sahabat dalam membela Islam, namun tetap dalam koridor syariat.
  5. Menjaga adab dalam berperang: Islam mengajarkan adab yang tinggi dalam berperang, seperti tidak membunuh wanita, anak-anak, orang tua yang tidak berperang, dan tidak merusak fasilitas umum.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?