Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa kebiasaan Nabi ﷺ ketika hendak keluar dalam perjalanan, termasuk untuk berperang, adalah memilih hari Kamis. Ini adalah salah satu bentuk tuntunan adab dalam safar, yaitu memilih waktu yang baik dan memudahkan urusan. Namun, ini bukanlah kewajiban, melainkan sunnah yang menunjukkan kecintaan Nabi ﷺ pada kemudahan dan keberkahan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Jihad dan Perjalanan, Bab "Siapa yang Ingin Berperang tetapi Menyamar dengan yang Lain, dan Siapa yang Ingin Keluar pada Hari Kamis" (no. 2949). Berikut teks haditsnya:
Teks Arab (dengan harakat lengkap):
> وَعَنْ يُونُسَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ: أَخْبَرَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ كَعْبَ بْنَ مَالِكٍ ـ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ـ كَانَ يَقُولُ: لَقَلَّمَا كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يَخْرُجُ إِذَا خَرَجَ فِي سَفَرٍ إِلَّا يَوْمَ الْخَمِيسِ.
Terjemahan: Dari Yunus, dari Az-Zuhri, ia berkata: Abdurrahman bin Ka'b bin Malik mengabarkan kepadaku, bahwa Ka'b bin Malik -semoga Allah meridhainya- berkata: "Jarang sekali Rasulullah ﷺ berangkat dalam perjalanan, apabila beliau keluar untuk safar, kecuali pada hari Kamis."
Kaitan dengan Ulama:
- Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan dianjurkannya keluar untuk safar pada hari Kamis, karena hari Kamis adalah hari yang penuh berkah dan merupakan kebiasaan Nabi ﷺ.
- Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim juga menyebutkan bahwa memilih hari Kamis untuk safar adalah sunnah, karena hadits ini shahih dan jelas.
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan oleh sahabat mulia Ka'b bin Malik radhiyallahu 'anhu, salah seorang sahabat yang terkenal dengan kisah taubatnya yang agung. Beliau mengamati kebiasaan Nabi ﷺ dan menyampaikan bahwa jarang sekali Nabi ﷺ keluar untuk safar kecuali pada hari Kamis.
Makna hadits:
- Kebiasaan Nabi ﷺ: Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ memiliki kebiasaan memilih hari Kamis untuk memulai perjalanan. Ini bukan berarti beliau tidak pernah safar di hari lain, tetapi kebiasaan beliau yang dominan adalah hari Kamis.
- Hikmah memilih hari Kamis: Para ulama menyebutkan beberapa hikmah, di antaranya:
- Hari Kamis adalah hari yang diberkahi. Dalam hadits lain disebutkan bahwa amal-amal diangkat pada hari Senin dan Kamis.
- Memulai perjalanan di awal hari (pagi) memberikan waktu yang cukup dan memudahkan perjalanan.
- Ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk memperhatikan waktu dan memilih yang terbaik untuk urusan mereka, selama tidak bertentangan dengan syariat.
- Bukan kewajiban: Para ulama menegaskan bahwa memilih hari Kamis untuk safar adalah sunnah, bukan kewajiban. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa ini adalah perbuatan yang dianjurkan karena mengikuti kebiasaan Nabi ﷺ, tetapi jika seseorang safar di hari lain, itu tetap dibolehkan.
- Penerapan: Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa mengambil pelajaran bahwa Islam sangat memperhatikan adab dan tata krama dalam segala hal, termasuk dalam urusan safar. Memilih waktu yang baik, mempersiapkan diri dengan matang, dan memulai dengan doa adalah bagian dari tuntunan Islam.
Catatan penting: Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Imam At-Tirmidzi dengan redaksi yang serupa, menunjukkan keshahihan dan kekuatan hadits ini.
Story Telling
Kisah Ka'b bin Malik radhiyallahu 'anhu adalah salah satu kisah paling mengharukan dalam sejarah Islam. Beliau adalah salah satu dari tiga sahabat yang tidak mengikuti Perang Tabuk karena kemalasan. Ketika Nabi ﷺ kembali dari perang, beliau dan dua sahabat lainnya diisolasi oleh kaum Muslimin selama 50 hari. Tidak ada seorang pun yang berbicara dengan mereka, termasuk istri-istri mereka.
Namun, Ka'b bin Malik tetap teguh dalam kejujurannya. Beliau tidak berbohong kepada Nabi ﷺ tentang alasan ketidakhadirannya, meskipun banyak orang yang menyarankan beliau untuk mencari alasan. Ketika turun ayat taubat dari Allah (QS. At-Taubah [9]: 118), Nabi ﷺ dan kaum Muslimin menyambut mereka dengan penuh kegembiraan.
Dari kisah ini, kita belajar bahwa kejujuran adalah jalan keselamatan. Ka'b bin Malik yang jujur mendapatkan ampunan dan kemuliaan, sementara dua orang munafik yang berbohong kepada Nabi ﷺ tercela di sisi Allah. Kisah ini juga mengajarkan bahwa setiap ujian adalah jalan menuju kebaikan jika kita bersabar dan bertawakal.
Kesimpulan Praktis
- Sunnah memilih hari Kamis untuk safar: Jika memungkinkan, kita dianjurkan untuk memulai perjalanan pada hari Kamis, mengikuti kebiasaan Nabi ﷺ.
- Tidak wajib: Jika ada halangan atau kebutuhan, safar di hari lain tetap dibolehkan.
- Perhatikan adab safar: Mulailah perjalanan dengan doa, niat yang baik, dan persiapan yang matang.
- Teladani kejujuran: Kisah Ka'b bin Malik mengajarkan kita untuk selalu jujur dalam segala keadaan, karena kejujuran adalah jalan keselamatan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.