Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 2928 tentang Tanda kiamat: perang melawan bangsa Turki

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu tanda-tanda besar hari Kiamat yang disampaikan Nabi ﷺ, yaitu akan terjadinya peperangan antara kaum Muslimin dengan orang-orang Turki. Sifat-sifat yang disebutkan (mata kecil, wajah merah, hidung pesek, wajah seperti perisai kulit, dan sandal dari rambut) adalah ciri fisik yang dikenal pada masa itu. Hadits ini mengajarkan kita untuk beriman kepada berita-berita gaib dari Nabi ﷺ, mempersiapkan diri dengan iman dan amal, serta tidak sibuk menebak-nebak kapan Kiamat terjadi, karena ilmu itu hanya di sisi Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Jihad dan Perang, Bab "Pertempuran dengan Turki", nomor 2928, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Teks Hadits (dengan harakat lengkap):

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ، حَدَّثَنَا أَبِي، عَنْ صَالِحٍ، عَنِ الأَعْرَجِ، قَالَ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا التُّرْكَ صِغَارَ الأَعْيُنِ، حُمْرَ الْوُجُوهِ، ذُلْفَ الأُنُوفِ، كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الْمَجَانُّ الْمُطَرَّقَةُ، وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا قَوْمًا نِعَالُهُمُ الشَّعَرُ "

Terjemahan: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda, "Kiamat tidak akan terjadi hingga kalian memerangi orang-orang Turki; orang-orang dengan mata kecil, wajah merah, dan hidung pesek. Wajah mereka seperti perisai yang dilapisi kulit. Kiamat tidak akan terjadi hingga kalian memerangi orang-orang yang sepatu mereka terbuat dari rambut."

Kaitan dengan ulama: Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan panjang lebar tentang hadits ini, termasuk identifikasi "Turki" yang dimaksud dan hikmah di balik kabar ini. Beliau menukil perkataan para ulama bahwa ini adalah berita gaib yang terbukti terjadi dalam sejarah, yaitu ketika kaum Muslimin memerangi bangsa Tartar/Mongol yang datang dari wilayah Turki.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini termasuk khabar ghaib (berita gaib) dari Nabi ﷺ yang menunjukkan kebenaran kenabian beliau. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini mengabarkan tentang peperangan yang akan terjadi antara umat Islam dan bangsa Turki, dan ini benar-benar terjadi pada masa kekhalifahan, terutama ketika pasukan Mongol yang dipimpin Jenghis Khan dan keturunannya menyerang dunia Islam.

Sifat-sifat yang disebutkan Nabi ﷺ — mata kecil, wajah merah, hidung pesek, wajah seperti perisai yang dilapisi kulit, dan sandal dari rambut — adalah ciri fisik yang dikenal dari bangsa Turki pada masa itu. Ini bukanlah celaan terhadap suatu bangsa, melainkan kabar berita agar umat Islam mengenali mereka dan tidak tercengang saat menghadapinya. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa penyebutan ciri-ciri ini adalah untuk identifikasi, bukan untuk merendahkan.

Penting dipahami: hadits ini tidak boleh dijadikan dasar untuk membenci atau merendahkan bangsa Turki secara umum, karena Islam mengajarkan keadilan dan kasih sayang kepada semua manusia. Yang dimaksud adalah kabar tentang peristiwa tertentu di masa lalu yang telah terjadi, dan ini menjadi bukti kebenaran sabda Nabi ﷺ.

Imam Ibnul Qayyim dalam Miftah Dar As-Sa'adah menyebutkan bahwa berita-berita gaib seperti ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ tidak berbicara dari hawa nafsunya, melainkan dari wahyu Allah. Ini memperkuat keimanan kita kepada risalah beliau.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin menekankan bahwa kita tidak boleh sibuk menebak-nebak kapan Kiamat terjadi, karena itu adalah ilmu yang Allah simpan. Yang wajib kita lakukan adalah mempersiapkan diri dengan taubat, amal shalih, dan memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika pasukan Mongol menyerbu negeri-negeri Islam dan menghancurkan Baghdad pada tahun 656 H, banyak ulama dan kaum Muslimin yang tercengang. Namun, mereka yang memahami hadits-hadits Nabi ﷺ tentang tanda-tanda Kiamat menjadi tenang, karena ini adalah kabar yang telah disampaikan Rasulullah ﷺ sejak lebih dari enam abad sebelumnya. Peristiwa itu menjadi bukti nyata bahwa apa yang beliau sampaikan adalah benar.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, yang hidup di masa setelah kehancuran Baghdad, sering mengingatkan umat bahwa musibah dan peperangan adalah ujian dari Allah. Beliau menyeru kaum Muslimin untuk kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah, karena itulah sebab kejayaan dan pertolongan Allah. Kisah ini mengajarkan kita bahwa setiap kabar dari Nabi ﷺ pasti benar, dan kita harus mengambil pelajaran darinya.

Kesimpulan Praktis

  1. Beriman kepada berita gaib yang disampaikan Nabi ﷺ, termasuk tanda-tanda Kiamat, tanpa perlu memastikan kapan terjadinya.
  2. Tidak sibuk menebak-nebak waktu Kiamat, karena itu adalah ilmu yang hanya di sisi Allah.
  3. Mempersiapkan diri dengan iman, taubat, dan amal shalih, karena Kiamat bisa datang kapan saja.
  4. Tidak membenci suatu bangsa berdasarkan hadits ini, karena yang dimaksud adalah kabar peristiwa tertentu, bukan ajakan untuk membenci.
  5. Menjadikan hadits ini sebagai bukti kebenaran Nabi ﷺ, sehingga iman kita semakin kuat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi