Penjelasan Hadits Bukhari No. 2924 tentang Keutamaan ekspedisi laut dan penaklukan Konstantinopel

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini berisi kabar gembira dari Nabi ﷺ tentang dua keutamaan besar: (1) pasukan pertama dari umat Islam yang berjihad di laut dijanjikan surga, dan (2) pasukan pertama yang menyerang kota Kaisar (Konstantinopel/Romawi) dijanjikan ampunan. Ummu Haram radhiyallahu 'anha termasuk pada yang pertama, tetapi tidak termasuk pada yang kedua. Hadits ini menunjukkan keutamaan jihad fi sabilillah, kebenaran kenabian, dan adab bertanya kepada Nabi ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Jihad dan Perang, Bab Apa yang Dikatakan tentang Pertempuran Melawan Romawi (no. 2924), dari jalur Khalid bin Ma'dan, dari 'Umair bin Al-Aswad Al-'Anasi, dari Ummu Haram binti Milhan radhiyallahu 'anha, istri 'Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits yang relevan:

عَنْ أُمِّ حَرَامٍ أَنَّهَا سَمِعَتِ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ: «أَوَّلُ جَيْشٍ مِنْ أُمَّتِي يَغْزُونَ الْبَحْرَ قَدْ أَوْجَبُوا»

Terjemah: "Dari Ummu Haram, bahwa ia mendengar Nabi ﷺ bersabda: 'Pasukan pertama dari umatku yang berperang di laut, sungguh mereka telah diwajibkan (surga bagi mereka).'"

Dan sabda beliau:

«أَوَّلُ جَيْشٍ مِنْ أُمَّتِي يَغْزُونَ مَدِينَةَ قَيْصَرَ مَغْفُورٌ لَهُمْ»

Terjemah: "Pasukan pertama dari umatku yang menyerang kota Kaisar, mereka diampuni dosa-dosanya."

Ayat yang menjadi landasan umum keutamaan jihad dan ampunan bagi mujahidin, di antaranya firman Allah:

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ ۚ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ ۚ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

QS. At-Taubah [9]: 111

Terjemah: "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar."

Penjelasan Rinci

Makna umum hadits. Hadits ini mengandung dua kabar gembira yang berbeda:

  1. Keutamaan pasukan laut pertama. Nabi ﷺ menyebut "أَوْجَبُوا" (mereka telah diwajibkan), yaitu Allah mewajibkan surga bagi mereka. Ini menunjukkan keutamaan besar jihad di laut, karena medan laut lebih berat dan berisiko dibanding darat. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah pasukan yang dipimpin Mu'awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu 'anhu pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu, dan Ummu Haram ikut dalam pasukan itu hingga wafat di Cyprus.
  2. Keutamaan pasukan penakluk kota Kaisar. "مَدِينَةَ قَيْصَرَ" adalah Konstantinopel (Bizantium/Romawi Timur). Yang dimaksud adalah pasukan pertama yang menyerangnya. Menurut para ulama, ini terwujud pada pasukan Yazid bin Mu'awiyah pada masa Mu'awiyah, atau menurut sebagian ulama pada penaklukan oleh Sultan Muhammad Al-Fatih. Namun yang jelas, Nabi ﷺ mengabarkan bahwa pasukan pertama yang menyerangnya akan diampuni. Ibnu Hajar menyebutkan bahwa Ummu Haram tidak termasuk dalam pasukan ini, karena ia wafat sebelum peristiwa itu.

Pelajaran dari para ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (ketika membahas hadits serupa) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan jihad di laut dan keutamaan niat baik, serta kebenaran mukjizat Nabi ﷺ karena kabar beliau terbukti.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menegaskan bahwa hadits ini menjadi dalil bolehnya wanita ikut dalam jihad tertentu (seperti mengurus logistik, pengobatan), sebagaimana Ummu Haram ikut berlayar.
  • Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa ampunan bagi pasukan penakluk Konstantinopel menunjukkan besarnya pahala jihad dan bahwa dosa-dosa kecil bisa terhapus dengan amal besar seperti ini, sebagaimana dalil-dalil lain tentang keutamaan syahid dan mujahid.
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Taisir al-Karim ar-Rahman ketika menafsirkan ayat-ayat jihad menjelaskan bahwa janji surga dan ampunan bagi mujahidin adalah bentuk kasih sayang Allah dan motivasi untuk berkorban di jalan-Nya.

Perbedaan pendapat: Sebagian ulama berbeda tentang siapa yang dimaksud "pasukan pertama" pada masing-masing kabar. Namun kesimpulannya, hadits ini shahih dan kabar Nabi ﷺ terbukti secara historis, yang semakin menguatkan kenabian beliau.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Ummu Haram binti Milhan radhiyallahu 'anha, bibi Nabi ﷺ dari jalur persusuan (istri 'Ubadah bin Ash-Shamit), adalah wanita mulia yang sangat merindukan jihad. Ketika Nabi ﷺ mengabarkan tentang pasukan laut pertama yang dijanjikan surga, ia langsung bertanya, "Apakah saya termasuk di antara mereka?" Nabi ﷺ menjawab, "Ya." Lalu ketika Nabi ﷺ menyebut pasukan penakluk kota Kaisar, ia kembali bertanya, dan Nabi ﷺ menjawab, "Tidak."

Benar saja, pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu, Mu'awiyah bin Abi Sufyan memimpin ekspedisi laut ke Cyprus. Ummu Haram ikut bersama suaminya 'Ubadah bin Ash-Shamit. Sesampainya di Cyprus, ia terjatuh dari tunggangannya dan wafat di sana. Ia dimakamkan di Cyprus, dan makamnya dikenal hingga kini. Ini adalah bukti kebenaran sabda Nabi ﷺ: ia termasuk pasukan laut pertama, tetapi tidak termasuk pasukan penakluk Konstantinopel.

Ibnu Hajar menyebutkan kisah ini dalam Fathul Bari sebagai bukti kebenaran mukjizat Nabi ﷺ dan keutamaan Ummu Haram radhiyallahu 'anha.

Kesimpulan Praktis

  1. Jihad fi sabilillah memiliki keutamaan besar, terutama jihad di laut yang lebih berat risikonya.
  2. Kabar Nabi ﷺ pasti benar, dan terbukti secara historis — ini menguatkan iman kita.
  3. Wanita boleh ikut serta dalam jihad tertentu sesuai kemampuan dan adab syariat, seperti mengurus logistik dan pengobatan.
  4. Ampunan dosa bisa diraih melalui amal besar seperti jihad, di samping taubat dan amal saleh lainnya.
  5. Hendaklah kita bertanya kepada ahli ilmu dengan adab, sebagaimana Ummu Haram bertanya kepada Nabi ﷺ.
  6. Jangan ghuluw (berlebihan) dalam memahami hadits-hadits keutamaan; pahami dengan bimbingan para ulama Ahlus Sunnah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?