Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini memberikan perumpamaan yang sangat indah tentang perbedaan antara orang yang kikir dan orang yang gemar bersedekah. Orang yang bersedekah akan merasakan kelapangan dan kemudahan dalam hidupnya, sedangkan orang kikir akan selalu merasa sempit dan tertekan. Ini menunjukkan bahwa sedekah bukanlah mengurangi harta, melainkan melapangkan jiwa dan kehidupan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Jihad dan Perang, Bab Apa yang Dikatakan Tentang Perisai Nabi ﷺ dan Kemeja dalam Perang, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Teks hadits lengkap dengan harakat:
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ، حَدَّثَنَا ابْنُ طَاوُسٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ "مَثَلُ الْبَخِيلِ وَالْمُتَصَدِّقِ مَثَلُ رَجُلَيْنِ عَلَيْهِمَا جُبَّتَانِ مِنْ حَدِيدٍ، قَدِ اضْطَرَّتْ أَيْدِيَهُمَا إِلَى تَرَاقِيهِمَا، فَكُلَّمَا هَمَّ الْمُتَصَدِّقُ بِصَدَقَتِهِ اتَّسَعَتْ عَلَيْهِ حَتَّى تُعَفِّيَ أَثَرَهُ، وَكُلَّمَا هَمَّ الْبَخِيلُ بِالصَّدَقَةِ انْقَبَضَتْ كُلُّ حَلْقَةٍ إِلَى صَاحِبَتِهَا وَتَقَلَّصَتْ عَلَيْهِ وَانْضَمَّتْ يَدَاهُ إِلَى تَرَاقِيهِ". فَسَمِعَ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ "فَيَجْتَهِدُ أَنْ يُوَسِّعَهَا فَلاَ تَتَّسِعُ".
Terjemahan: "Perumpamaan orang yang kikir dan orang yang bersedekah adalah seperti dua orang yang mengenakan jubah dari besi yang sangat ketat sehingga tangan mereka terangkat ke arah tulang leher mereka. Jadi, setiap kali orang yang bersedekah ingin bersedekah, jubahnya meluas di tubuhnya sehingga menghapus jejaknya, tetapi setiap kali si kikir ingin bersedekah, cincin-cincin (jubah besi) mendekat satu sama lain dan menekan tubuhnya, dan tangannya terhubung ke tulang lehernya. Abu Huraira mendengar Nabi ﷺ berkata, 'Si kikir kemudian berusaha untuk memperlebar tetapi sia-sia.'"
Dalil Al-Qur'an yang relevan:
وَمَثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ وَتَثْبِيتًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٌ فَآتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَإِن لَّمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
QS. Al-Baqarah [2]: 265
"Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat."
Penjelasan Rinci
Hadits ini menjelaskan hakikat sedekah dan kikir melalui perumpamaan yang sangat gamblang. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa jubah besi yang ketat melambangkan sifat kikir yang membelenggu jiwa manusia. Ketika seseorang bersedekah, jiwanya menjadi lapang, hatinya tenang, dan hidupnya terasa mudah. Sebaliknya, orang kikir selalu merasa sempit, gelisah, dan tertekan.
Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa perumpamaan ini menunjukkan bahwa sedekah tidak mengurangi harta, tetapi justru melapangkan rezeki dan menghapus dosa. Sedangkan kikir menutup pintu kebaikan dan membuat seseorang terjebak dalam kesempitan.
Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya menjelaskan bahwa sifat kikir adalah penyakit hati yang menghalangi seseorang dari kebaikan. Orang kikir seperti terpenjara oleh hartanya sendiri, tidak bisa menikmati apa yang dimilikinya, dan selalu takut kehilangan.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat Al-Baqarah 265 di atas menunjukkan bahwa infak yang ikhlas akan berbuah berlipat ganda, seperti kebun yang subur. Ini sejalan dengan hadits Abu Hurairah bahwa sedekah melapangkan dan memberkahi.
Imam Al-Bukhari dalam kitab Jihad ini menempatkan hadits ini untuk menunjukkan bahwa sedekah adalah bagian dari jihad, karena jihad membutuhkan pengorbanan harta dan jiwa. Orang yang bersedekah di jalan Allah seperti pejuang yang membebaskan dirinya dari belenggu kikir.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa suatu ketika Nabi ﷺ memberikan perumpamaan ini kepada para sahabat. Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, yang meriwayatkan hadits ini, adalah sahabat yang sangat miskin namun dikenal sangat dermawan. Beliau pernah datang kepada Nabi ﷺ dalam keadaan lapar, lalu Nabi ﷺ memberikan makanan dan mengajarkan tentang sedekah.
Dalam kisah lain, Abdullah bin al-Mubarak, seorang ulama besar tabi'ut tabi'in, dikenal sangat dermawan. Beliau pernah mengatakan bahwa sedekah adalah investasi yang tidak akan pernah rugi. Suatu ketika beliau memberikan seluruh hartanya untuk para ulama dan fakir miskin, dan Allah menggantinya dengan keberkahan yang berlipat ganda.
Kesimpulan Praktis
- Sedekah adalah kunci kelapangan hidup. Orang yang gemar bersedekah akan merasakan kemudahan dan ketenangan jiwa.
- Kikir adalah belenggu yang menyesakkan. Orang kikir akan selalu merasa sempit dan gelisah meskipun hartanya banyak.
- Sedekah tidak mengurangi harta, tetapi melapangkan rezeki dan menghapus dosa.
- Jadikan sedekah sebagai kebiasaan harian, sekecil apapun, karena Allah Maha Melihat dan akan membalas dengan berlipat ganda.
- Hindari sifat kikir karena ia menghalangi kebaikan dan membuat hidup terasa sempit.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.