Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa di antara amalan terbaik dalam Islam adalah memberi makan kepada orang yang membutuhkan dan menyebarkan salam kepada semua orang, baik yang dikenal maupun tidak. Keduanya adalah amalan hati dan perbuatan yang menunjukkan keimanan yang benar serta akhlak yang mulia. Islam bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga kepedulian sosial dan kasih sayang sesama.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Iman, Bab Menyebarkan Salam adalah Bagian dari Islam, nomor 28, dari sahabat Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiyallahu 'anhuma.
Teks hadits:
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ، عَنْ أَبِي الْخَيْرِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، أَنَّ رَجُلاً، سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ أَىُّ الإِسْلاَمِ خَيْرٌ قَالَ " تُطْعِمُ الطَّعَامَ، وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ "
Terjemahan: "Telah menceritakan kepada kami Qutaybah, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Al-Layts, dari Yazid bin Abi Habib, dari Abu Al-Khayr, dari Abdullah bin Amr, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah ﷺ, 'Amalan apa yang terbaik dalam Islam?' Beliau menjawab, 'Memberi makan (kepada orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal.'"
Dalil Al-Qur'an yang berkaitan:
QS. Al-Hujurat [49]: 13
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Terjemahan: "Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti."
QS. An-Nisa [4]: 86
وَإِذَا حُيِّيتُم بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا
Terjemahan: "Dan apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu."
Penjelasan Rinci
Hadits ini menunjukkan keutamaan dua amalan yang tampak sederhana namun memiliki kedudukan besar dalam Islam. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa pertanyaan "Amalan apa yang terbaik dalam Islam?" maksudnya adalah amalan apa yang paling utama dan paling bermanfaat. Nabi ﷺ menyebutkan dua hal: memberi makan dan menyebarkan salam.
Pertama: Memberi makan (تُطْعِمُ الطَّعَامَ)
Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa memberi makan mencakup memberi makan kepada keluarga, tetangga, tamu, orang miskin, dan siapa saja yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kepedulian sosial yang nyata. Imam Ahmad bin Hanbal menegaskan bahwa memberi makan adalah amalan yang sangat ditekankan karena langsung menyentuh kebutuhan dasar manusia.
Kedua: Menyebarkan salam (تَقْرَأُ السَّلاَمَ)
Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Jami' Al-Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa mengucapkan salam kepada orang yang dikenal maupun tidak dikenal adalah tanda kesempurnaan iman dan hilangnya sifat sombong. Salam bukan sekadar sapaan, tetapi doa keselamatan bagi sesama Muslim. Nabi ﷺ memerintahkan menyebarkan salam kepada semua orang, bukan hanya kepada yang kita kenal, karena ini akan menumbuhkan kasih sayang dan persaudaraan.
Imam An-Nawawi dalam Riyadh Ash-Shalihin menyebutkan bahwa menyebarkan salam adalah sunnah yang sangat dianjurkan dan merupakan sebab tumbuhnya cinta di antara kaum Muslimin. Ibn Taymiyyah rahimahullah menjelaskan bahwa salam adalah syiar Islam yang membedakan umat ini dari umat lain.
Kaitan dengan iman:
Al-Bukhari meletakkan hadits ini dalam Kitab Iman, menunjukkan bahwa amalan-amalan ini adalah bagian dari iman. Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa iman yang benar akan melahirkan amal saleh, termasuk memberi makan dan menyebarkan salam.
Perbedaan pendapat:
Sebagian ulama seperti Al-Hasan Al-Bashri memandang bahwa "amalan terbaik" di sini bersifat relatif sesuai kondisi. Namun jumhur ulama seperti Ibnu Hajar dan An-Nawawi menegaskan bahwa kedua amalan ini adalah amalan yang paling utama karena manfaatnya luas dan langsung dirasakan orang lain.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiyallahu 'anhuma, perawi hadits ini, adalah seorang sahabat yang sangat memperhatikan amalan ini. Ibnu Hajar menyebutkan dalam Fathul Bari bahwa Abdullah bin Amr dikenal sebagai orang yang gemar memberi makan dan tidak pernah merasa berat mengucapkan salam kepada siapa pun. Bahkan disebutkan bahwa ia pernah membeli seekor kambing untuk disembelih dan dibagikan kepada tetangga-tetangganya, lalu ketika ditanya mengapa, ia menjawab karena ia mendengar Nabi ﷺ bersabda tentang keutamaan memberi makan.
Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah juga dikenal sangat memuliakan tamu dan gemar memberi makan. Beliau pernah berkata bahwa memberi makan adalah amalan yang paling utama setelah shalat, karena dapat menyatukan hati dan menguatkan persaudaraan.
Kesimpulan Praktis
- Biasakan memberi makan kepada keluarga, tetangga, tamu, dan orang yang membutuhkan, meskipun hanya dengan makanan sederhana.
- Sebarkan salam kepada semua Muslim, baik yang dikenal maupun tidak, karena ini adalah tanda iman dan penyebab tumbuhnya kasih sayang.
- Jangan remehkan amalan kecil, karena bisa jadi amalan sederhana seperti salam dan memberi makan memiliki bobot besar di sisi Allah.
- Jadikan akhlak sebagai cerminan iman, karena iman yang benar akan melahirkan kepedulian sosial dan kasih sayang sesama.
- Hindari sifat sombong dengan selalu memulai salam kepada siapa pun, tanpa memandang status sosial.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.