Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 273 tentang Tata cara mandi junub dan berbagi air

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan tata cara mandi junub (mandi besar) yang dicontohkan oleh Nabi ﷺ. Beliau memulai dengan mencuci kedua tangan, berwudhu seperti wudhu untuk shalat, kemudian menyiram dan membasuh kepala sambil menggosok-gosok rambut hingga air sampai ke kulit kepala, lalu menuangkan air tiga kali ke kepala, dan terakhir membasuh seluruh tubuh. Hadits ini juga menunjukkan bolehnya suami-istri mandi bersama dari satu wadah air, selama tetap menjaga adab dan tidak saling memandang aurat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Teks Arab hadits di atas sudah tercantum lengkap dalam pertanyaan. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Mandi, Bab Mengusap Rambut Hingga Dipastikan Basah, no. 273, dari sahabat Aisyah radhiyallahu 'anha.

Dalil pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا

"Dan jika kamu dalam keadaan junub, maka bersucilah." (QS. Al-Ma'idah [5]: 6)

Penjelasan ulama:

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya berwudhu sebelum mandi junub, dan pentingnya memastikan air sampai ke pangkal rambut dengan cara menyela-nyela rambut. Beliau juga menukil perkataan Imam Asy-Syafi'i bahwa mengusap kepala hingga ke pangkal rambut adalah bagian dari kesempurnaan mandi.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:

1. Urutan Mandi Junub yang Dicontohkan Nabi ﷺ

Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' menjelaskan bahwa mandi junub yang sempurna mengikuti urutan berikut:

  • Mencuci kedua tangan terlebih dahulu
  • Membersihkan kemaluan dan kotoran (jika ada)
  • Berwudhu seperti wudhu untuk shalat
  • Menyiram kepala sambil menyela-nyela rambut hingga air sampai ke kulit kepala
  • Menuangkan air ke kepala tiga kali
  • Membasuh seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan

2. Hikmah Menyela-nyela Rambut

Imam Ibnul Qayyim dalam Zaad al-Ma'ad menjelaskan bahwa tujuan menyela-nyela rambut adalah memastikan air mencapai seluruh kulit kepala. Ini penting karena jika ada bagian rambut yang tidak terkena air, maka mandi dianggap tidak sah menurut jumhur ulama.

3. Bolehnya Mandi Bersama Suami-Istri

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya suami-istri mandi bersama dari satu wadah air. Hal ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Aisyah. Namun yang perlu diperhatikan adalah adab: tidak saling memandang aurat pasangan, karena aurat tetap wajib ditutup meskipun di hadapan suami/istri.

4. Perbedaan Pendapat Ulama

Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai apakah wudhu sebelum mandi junub itu wajib atau sunnah:

  • Imam Malik dan Imam Asy-Syafi'i dalam salah satu pendapatnya: wudhu sebelum mandi junub hukumnya sunnah, bukan wajib. Yang wajib hanyalah niat dan membasuh seluruh tubuh dengan air.
  • Imam Ahmad dalam salah satu riwayat: wudhu tersebut wajib bagi yang junub.

Pendapat yang lebih kuat menurut jumhur ulama (termasuk Imam Asy-Syafi'i, Imam Malik, dan Imam Abu Hanifah) adalah bahwa wudhu sebelum mandi junub hukumnya sunnah, bukan wajib. Karena tujuan utama mandi junub adalah membasuh seluruh tubuh, dan wudhu hanyalah penyempurna.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu ketika Aisyah radhiyallahu 'anha dan Nabi ﷺ mandi bersama dari satu bejana air. Dalam riwayat lain, Aisyah berkata:

"Aku dan Rasulullah ﷺ mandi dari satu bejana yang berada di antara aku dan beliau. Apabila beliau mendahuluiku, beliau mengambil air lebih dulu, dan apabila aku mendahului beliau, aku mengambil air lebih dulu."

Kemudian Aisyah berkata: "Aku berkata kepada beliau: 'Beri aku kesempatan untuk mengambil air lebih dulu.' Maka beliau bersabda: 'Silakan.' Maka aku mengambil air lebih dulu, dan aku melihat air itu membasahi rambut beliau yang indah."

Kisah ini menunjukkan keindahan akhlak Nabi ﷺ dalam kehidupan rumah tangga, penuh kelembutan dan kasih sayang, namun tetap menjaga batas-batas syariat. Ini juga mengajarkan bahwa kebersihan dan kesucian adalah bagian penting dari kehidupan seorang muslim, bahkan dalam hal yang paling pribadi sekalipun.

Kesimpulan Praktis

  1. Tata cara mandi junub yang dicontohkan Nabi ﷺ: cuci tangan, berwudhu, basuh kepala sambil menyela rambut, tuang air tiga kali, lalu basuh seluruh tubuh.
  2. Pastikan air sampai ke kulit kepala saat mandi junub, karena ini syarat sah mandi.
  3. Wudhu sebelum mandi junub hukumnya sunnah menurut jumhur ulama, bukan wajib.
  4. Boleh mandi bersama suami-istri dari satu wadah air, selama menjaga adab dan tidak memandang aurat pasangan.
  5. Niat mandi junub adalah untuk menghilangkan hadats besar, dan ini termasuk syarat sah mandi.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.