Penjelasan Hadits Bukhari No. 2689 tentang Keutamaan adzan, barisan pertama, dan shalat berjamaah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan besarnya pahala amalan-amalan tertentu dalam shalat berjamaah—adzan, shaf pertama, bersegera ke shalat, dan menghadiri shalat Isya serta Subuh—sehingga seandainya manusia benar-benar mengetahui nilainya, mereka akan berlomba bahkan rela mengundi dan merangkak untuk mendapatkannya. Ini menunjukkan bahwa keterlambatan kita sering kali karena kurangnya ilmu dan keyakinan terhadap pahala yang dijanjikan. Hadits ini juga menjadi dalil dibolehkannya undian (qur'ah) untuk menyelesaikan perkara yang sulit dan seimbang.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Kesaksian (Kitab Asy-Syahadat), Bab Undian dalam Masalah yang Sulit, nomor 2689, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits:

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنْ سُمَىٍّ، مَوْلَى أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ " لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ، ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي التَّهْجِيرِ لاَسْتَبَقُوا إِلَيْهِ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي الْعَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا "

Terjemahan: "Seandainya manusia mengetahui apa yang terdapat pada adzan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak menemukan cara lain selain mengundi, niscaya mereka akan mengundi. Seandainya mereka mengetahui apa yang terdapat pada bersegera (ke shalat), niscaya mereka akan berlomba. Seandainya mereka mengetahui apa yang terdapat pada shalat Isya dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan merangkak."

Ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan keutamaan berlomba dalam kebaikan:

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

QS. Ali 'Imran [3]: 133

"Dan bersegeralah kamu menuju ampunan Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa."

Juga firman Allah:

إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

QS. As-Sajdah [32]: 15

"Sesungguhnya orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud dan bertasbih memuji Tuhannya, dan mereka tidak menyombongkan diri."

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa keutamaan besar yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:

Pertama: Keutamaan adzan dan shaf pertama. Imam An-Nawawi dalam kitabnya menjelaskan bahwa adzan memiliki pahala yang sangat besar, karena ia adalah seruan kepada shalat yang menjadi syiar Islam. Orang yang mengumandangkan adzan akan mendapat pahala sebanyak orang yang mendengarnya. Sedangkan shaf pertama memiliki keutamaan karena kedekatan dengan imam dan kesegeraan dalam menjawab panggilan. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa ungkapan "mereka akan mengundi" menunjukkan bahwa pahala kedua amalan ini begitu besar sehingga jika hanya bisa didapat oleh sebagian orang, mereka rela mengundi untuk menentukan siapa yang berhak.

Kedua: Keutamaan bersegera (tahjir) ke shalat. Yang dimaksud dengan tahjir adalah bersegera menuju shalat, terutama shalat Jumat atau shalat berjamaah pada waktunya. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ini mencakup bersegera datang ke masjid sebelum adzan dan menunggu shalat. Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa bersegera ke shalat menunjukkan kecintaan seseorang kepada ibadah dan kesungguhannya dalam beribadah.

Ketiga: Keutamaan shalat Isya dan Subuh. Kedua shalat ini disebutkan secara khusus karena waktunya yang berat—Isya di malam hari ketika orang lelah dan ingin beristirahat, dan Subuh ketika orang masih tidur nyaman. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menjelaskan bahwa siapa yang menjaga kedua shalat ini dalam keadaan berjamaah, ia akan mendapatkan pahala yang sangat besar, bahkan disebutkan dalam hadits lain bahwa pahala shalat Isya berjamaah seperti shalat setengah malam, dan shalat Subuh berjamaah seperti shalat sepanjang malam.

Keempat: Dalil undian (qur'ah). Imam Al-Bukhari memasukkan hadits ini dalam Kitab Kesaksian, Bab Undian dalam Masalah yang Sulit, menunjukkan bahwa undian dibolehkan dalam Islam untuk menyelesaikan perkara yang tidak bisa dibedakan mana yang lebih utama. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa undian hanya digunakan ketika semua pihak memiliki hak yang sama dan tidak ada cara lain untuk menentukan.

Perbedaan pendapat di antara ulama: Sebagian ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal dan Ishaq bin Rahuyah berpendapat bahwa undian boleh digunakan dalam berbagai perkara muamalah selama tidak melanggar syariat. Sedangkan Imam Malik dan Imam asy-Syafi'i lebih membatasi penggunaannya pada perkara-perkara tertentu yang disebutkan dalam dalil. Namun kesimpulannya, undian dibolehkan dalam perkara yang sulit dan seimbang, sebagaimana ditunjukkan oleh hadits ini dan praktik Nabi ﷺ.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa pada masa salaf, ada seorang tabi'in bernama Sa'id bin al-Musayyib yang sangat bersemangat dalam menghadiri shalat berjamaah, terutama shaf pertama. Beliau pernah berkata bahwa beliau tidak pernah ketinggalan shaf pertama selama lebih dari tiga puluh tahun, kecuali ketika sakit atau ada udzur syar'i. Ketika ditanya mengapa beliau begitu bersemangat, beliau menjawab bahwa beliau mengetahui pahala besar yang dijanjikan dalam hadits ini, sehingga beliau tidak ingin kehilangan kesempatan tersebut.

Kisah lain dari Al-Hasan al-Bashri, beliau pernah menasihati murid-muridnya: "Wahai manusia, ketahuilah bahwa shalat berjamaah di shaf pertama itu lebih baik daripada dunia dan seisinya, karena Nabi ﷺ telah mengabarkan bahwa seandainya manusia mengetahui pahalanya, mereka akan mengundi untuk mendapatkannya." (Disebutkan secara makna dalam kitab-kitab salaf).

Hikmahnya: para salaf tidak hanya mengetahui hadits ini, tetapi mereka mengamalkannya dengan sungguh-sungguh, sehingga mereka menjadi teladan dalam menjaga shalat berjamaah dan berlomba dalam kebaikan.

Kesimpulan Praktis

  1. Jagalah adzan dan shaf pertama — jadikan shalat berjamaah sebagai prioritas, dan usahakan selalu berada di shaf pertama.
  2. Bersegeralah ke shalat — jangan menunda-nunda ketika panggilan shalat telah dikumandangkan.
  3. Jangan tinggalkan shalat Isya dan Subuh berjamaah — meskipun berat, pahalanya sangat besar.
  4. Gunakan undian dengan bijak — hanya untuk perkara yang sulit dan seimbang, sesuai tuntunan Nabi ﷺ.
  5. Tumbuhkan keyakinan terhadap pahala — semakin kita yakin, semakin kita bersemangat beribadah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?