Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 2580 tentang Hadiah kepada istri pada hari gilirannya

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan betapa mulianya akhlak Nabi ﷺ dalam memperlakukan istri-istrinya dengan adil, dan bagaimana para sahabat memahami keistimewaan Aisyah radhiyallahu 'anha. Hadits ini juga mengajarkan bahwa memberikan hadiah kepada orang yang dicintai adalah perkara yang wajar, namun seorang pemimpin atau suami harus tetap menjaga keadilan dan tidak memihak secara berlebihan hingga menimbulkan kecemburuan. Sikap Nabi ﷺ yang diam ketika mendengar keluhan Ummu Salamah adalah bentuk kebijaksanaan dan kasih sayang beliau, tidak ingin memperkeruh suasana.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al-Hibah (Hadiah), Bab "Man Ahadza bi Hadiah" (Bab: Siapa yang Memberi Hadiah kepada Temannya dan Memilih Beberapa Istrinya daripada yang Lain), no. 2580. Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau berkata: "Orang-orang biasa mengirimkan hadiah kepada Nabi ﷺ pada hari giliranku." Ummu Salamah berkata: "Teman-temanku (istri-istri Nabi ﷺ selain Aisyah) berkumpul dan mereka mengeluh tentang hal itu. Maka aku memberitahukan Nabi tentang hal itu atas nama mereka, tetapi beliau tetap diam."

Dalil Al-Qur'an yang Relevan:

Allah Ta'ala berfirman:

وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ ۖ فَلَا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ ۚ وَإِنْ تُصْلِحُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

"Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nisa' [4]: 129)

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan hadits ini secara panjang lebar, termasuk tentang keutamaan Aisyah dan bagaimana Nabi ﷺ tetap berlaku adil dalam pembagian giliran meskipun kecenderungan hati beliau lebih kepada Aisyah.
  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim juga membahas masalah keadilan di antara istri-istri dan bahwa kecenderungan hati yang tidak bisa dikendalikan tidaklah berdosa, selama perbuatan dan pembagian giliran tetap adil.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Keutamaan Aisyah radhiyallahu 'anha

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Aisyah di sisi Nabi ﷺ. Para sahabat mengetahui bahwa Nabi ﷺ sangat mencintai Aisyah, sehingga mereka sengaja memberikan hadiah pada hari giliran Aisyah agar hadiah tersebut lebih berkesan dan diterima dengan baik oleh Nabi ﷺ. Ini bukanlah bentuk ketidakadilan dari Nabi ﷺ, melainkan bentuk penghormatan para sahabat kepada beliau dan kepada Aisyah.

2. Keadilan Nabi ﷺ di antara istri-istrinya

Meskipun Nabi ﷺ lebih mencintai Aisyah, beliau tetap membagi giliran secara adil di antara istri-istrinya. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa keadilan yang wajib adalah dalam hal nafkah, tempat tinggal, dan pembagian giliran malam. Adapun kecenderungan hati, itu di luar kemampuan manusia, sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nisa' [4]: 129.

3. Sikap Nabi ﷺ yang diam

Ketika Ummu Salamah menyampaikan keluhan istri-istri yang lain, Nabi ﷺ diam. Imam Ibnu Hajar menjelaskan bahwa diamnya Nabi ﷺ bukan berarti mengabaikan, tetapi beliau tidak ingin menimbulkan perpecahan atau mempermalukan siapa pun. Sikap ini adalah bentuk hikmah dan kelembutan dalam menyelesaikan masalah rumah tangga.

4. Adab dalam memberi hadiah

Hadits ini juga mengajarkan bahwa memberi hadiah adalah sunnah yang dianjurkan, namun harus diperhatikan waktu dan keadaan agar tidak menimbulkan kecemburuan atau masalah. Para ulama menyebutkan bahwa memberi hadiah kepada orang yang dicintai adalah perkara yang baik, tetapi jika bisa menimbulkan fitnah, maka perlu dipertimbangkan kembali.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu ketika Ummu Salamah radhiyallahu 'anha dan istri-istri Nabi ﷺ yang lain berkumpul dan merasa bahwa hadiah-hadiah yang diberikan para sahabat lebih sering datang pada hari giliran Aisyah. Mereka pun meminta Ummu Salamah untuk menyampaikan hal ini kepada Nabi ﷺ. Ummu Salamah menyampaikannya dengan penuh adab, namun Nabi ﷺ hanya diam dan tidak menjawab.

Kemudian, setelah beberapa saat, Nabi ﷺ memanggil Ummu Salamah dan berkata kepadanya dengan penuh kelembutan: "Wahai Ummu Salamah, janganlah engkau menyakitiku dengan perkataanmu tentang Aisyah. Sesungguhnya wahyu tidak pernah turun kepadaku di atas selimut seorang wanita pun selain Aisyah." (HR. Al-Bukhari no. 3778)

Mendengar itu, Ummu Salamah pun berkata: "Aku berlindung kepada Allah dari menyakiti Rasulullah ﷺ." (HR. Al-Bukhari no. 3778)

Kisah ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan Aisyah di sisi Nabi ﷺ, namun Nabi ﷺ tetap menjaga perasaan istri-istrinya yang lain dengan tidak menegur mereka secara keras. Beliau memilih cara yang lembut dan penuh hikmah.

Kesimpulan Praktis

  1. Berlaku adil dalam segala hal – Seorang suami wajib berlaku adil kepada istri-istrinya dalam hal yang mampu ia lakukan, seperti pembagian giliran dan nafkah.
  2. Memahami perasaan orang lain – Ketika ada keluhan dari orang terdekat, dengarkan dengan baik dan jangan terburu-buru merespons. Diam sejenak bisa menjadi cara terbaik untuk menenangkan suasana.
  3. Menjaga kelembutan dalam menyelesaikan masalah – Nabi ﷺ tidak pernah kasar dalam menasihati istri-istrinya. Kita pun harus meniru akhlak ini dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Memberi hadiah dengan bijak – Hadiah adalah sarana mempererat kasih sayang, tetapi harus diperhatikan agar tidak menimbulkan kecemburuan atau masalah di antara orang-orang terdekat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.