Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 2568 tentang Menerima undangan dan hadiah walau sekecil apapun

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan akhlak mulia Nabi ﷺ yang rendah hati (tawadhu') dan tidak sombong. Beliau tetap memenuhi undangan dan menerima hadiah meskipun nilainya kecil, seperti daging kaki atau lengan domba. Ini mengajarkan kita untuk tidak meremehkan pemberian orang lain dan tidak merasa terlalu besar untuk menerima undangan sederhana.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Teks Arab hadits (dengan harakat lengkap):

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ سُلَيْمَانَ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: "لَوْ دُعِيتُ إِلَى ذِرَاعٍ أَوْ كُرَاعٍ لَأَجَبْتُ، وَلَوْ أُهْدِيَ إِلَيَّ ذِرَاعٌ أَوْ كُرَاعٌ لَقَبِلْتُ"

Terjemahan: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi ﷺ bersabda: "Seandainya aku diundang untuk (makan) lengan atau kaki (domba), niscaya aku penuhi undangan itu. Dan seandainya dihadiahkan kepadaku lengan atau kaki (domba), niscaya aku terima hadiah tersebut." (HR. Al-Bukhari, no. 2568)

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. An-Nisa' [4]: 36

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ

Terjemahan: "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil..."

Kaitan dengan ulama: Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan hadits ini sebagai dalil tentang anjuran menerima hadiah dan memenuhi undangan walau sekecil apa pun, serta menunjukkan tawadhu' Nabi ﷺ.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:

1. Tawadhu' (Rendah Hati) Nabi ﷺ

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan kerendahan hati Nabi ﷺ yang luar biasa. Meskipun beliau adalah pemimpin umat, beliau tetap mau menerima undangan sederhana dan hadiah yang kecil. Ini mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang tidak berkurang dengan menerima pemberian kecil atau memenuhi undangan sederhana.

2. Anjuran Menerima Hadiah

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya menerima hadiah, meskipun nilainya kecil. Menolak hadiah dapat menyakiti hati pemberi, kecuali jika ada alasan syar'i seperti hadiah yang mengandung unsur haram atau risywah (suap).

3. Memenuhi Undangan Walau Sederhana

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan anjuran memenuhi undangan walau hidangannya sederhana. Ini mencakup undangan walimah dan undangan makan lainnya, selama tidak ada unsur yang diharamkan.

4. Bukan Berarti Wajib

Para ulama menjelaskan bahwa memenuhi undangan makan adalah sunnah mu'akkadah (sangat dianjurkan), bukan wajib, kecuali undangan walimah pernikahan yang hukumnya wajib menurut sebagian ulama ketika tidak ada udzur. Namun hadits ini menekankan semangat untuk tidak meremehkan undangan sederhana.

5. Adab dalam Memberi dan Menerima

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan: jangan meremehkan pemberian kecil, dan jangan pula meminta-minta. Hadits ini mengajarkan sikap qana'ah (merasa cukup) dan tidak sombong.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata: "Nabi ﷺ pernah diundang oleh seorang sahabat untuk makan roti gandum dan minyak samin yang sudah agak basi. Beliau tetap memenuhi undangan tersebut." (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad)

Kisah ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ tidak pernah meremehkan undangan sederhana dari sahabatnya. Beliau justru menunjukkan penghargaan dan kehangatan terhadap sahabat yang berusaha menjamunya. Ini adalah pelajaran berharga tentang bagaimana kita memperlakukan sesama muslim—menghargai usaha mereka, sekecil apa pun.

Kesimpulan Praktis

  1. Terima hadiah dengan senang hati, meskipun nilainya kecil, karena menolak dapat menyakiti perasaan pemberi.
  2. Penuhi undangan makan dari saudara muslim selama tidak ada unsur haram, meskipun hidangannya sederhana.
  3. Jangan sombong dengan merasa terlalu "besar" untuk menerima pemberian atau undangan sederhana.
  4. Hargai usaha orang lain dalam memberi, karena yang terpenting adalah keikhlasan, bukan nilai materinya.
  5. Jadikan hadits ini sebagai cermin untuk melatih kerendahan hati dalam pergaulan sehari-hari.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.